bahasa

percakapan barusan antara gw (g) dan tetangga gw, ansur (a) di tempat fotokopi an:

###

a: "susah ya nyari tempat les bahasa belanda"
g: "ngga banyak kali peminatnya"
a: "palingan ada bahasa jerman, perancis, jepang, mandarin, sama bahasa inggris"
g: "tapi bahasa indonesia gada"
a: "ada klo di tempat bimbel"
g: "err.."

###

a: "ih jadi inget gw pernah nonton film indosiar yang pake bahasa indonesia yang baik dan benar, geli sendiri gw"
g: "yang dubbing2an ngga penting itu kan?"
a: "iya, hahaha"
g: "tapi lucu ya. klo di komik2 kan bahasanya baku gitu"
a: "tapi gw pernah baca loh komik yang pake 'gw-lo', 'ngga', 'gtu loh' dll malah jadi gmanaaa.. gtu"


###

lucunya bahasa itu. di satu sisi, beberapa hal keliatan aneh pake bahasa formal. di sisi lain, malah aneh klo ngga pake bahasa formal. selain komik, contoh lainnya film kartun yang di dubbing itu, ato subtitle film2 luar. jadi inget, dulu pernah ngerencanain 'hari bahasa formal sedunia' yang akhirnya cuma jadi wacana karna tiap kali mau ngomong seketika merinding geli, hahaha!

lucunya lagi, kadang orang indonesia sendiri justru ngga bisa bahasa indonesia. cinta laura contohnya. lebih seneng make bahasa inggris ato campuran indogris. yaaah, gw salah satu contohnya juga sih. tapi seenggaknya sekarang udah mulai nyoba nulis ngga disingkat2. dan seenggaknya lagi, di postingan ini cuma ada 2 kata bahasa inggris yang gw pake: dubbing & subtitle.

buat ke depannya, gw mau coba ngurangin bahasa indogris ah. klo mau inggris ya inggris aja, indonesia ya indonesia aja. bisa ngga ya? hmm..

Comments