dewa kucing dan anak kucing

Sudah berbulan-bulan anak kucing bosan. Dewa kucing berhenti menulis takdir. Nasib si anak kucing jadi itu-itu saja, tidak diurusi oleh dewa kucing. Akhirnya anak kucing memutuskan untuk melakukan percakapan dengan si dewa..

Anak: Dewaku, mengapa Engkau tidak menulis

Dewa: aku berpikir, nak.. Aku berpikir..

Anak: lalu kapan kamu akan menulis?

Dewa: setelah pikiranku matang, nak.. Setelah pikiranku matang..

Anak: dan kapankah pikiranmu matang?

Dewa: kapan saja jika tidak diganggu olehmu..

Anak: dewa, aku sudah menunggu tulisanmu berbulan-bulan.. Aku butuh takdirku. Aku bosan berdiam diri..

Dewa: kamu tahu nak? Sekali kamu menulis takdir, kamu tidak akan pernah bisa benar-benar menghapusnya. Aku ingin menulis takdir terbaik untukmu..

Anak: kau bisa menulis takdir terbaik untukku hanya jika kau mulai menulisnya.

Dewa: kamu tidak mengerti.. Rupanya kamu masih terlalu kecil.

Anak: yang aku mengerti, kalau kamu hanya terus berpikir, aku akan jadi dewasa tanpa melakukan apa-apa. Aku butuh takdirku!

Dewa: jika kamu benar-benar ingin dan tidak takut salah, tulislah takdirmu sendiri..

Si anak kucing terdiam..

Dewa kucing melanjutkan berpikir dan anak kucing melanjutkan tidak melakukan apa-apa....

###

sumber: notes fb shasha

Comments