Sunday, August 28, 2011

kelinci dan kura-kura (extended version)

4 comments
familiar dengan cerita ini?

###

kelinci menantang kura-kura untuk lomba lari.

sang kelinci berlari dengan cepat.
dan merasa hebat.
karena kura-kura bergerak amat lambat.

lalu sang kelinci memutuskan untuk tidur siang.
sehingga kura-kura berhasil menyusulnya dengan tenang.
dan menang.


###

selesai.
hik
mah cerita: alon alon asal kelakon. pelan tapi pasti.

apa benar dongeng tersebut berakhir sampai di situ saja?
bagaimana kalau kita modifikasi sedikit ceritanya?

###

sang kelinci kesal akan kekalahannya.
ia kembali menantang kura-kura untuk lomba lari dengannya.
kura-kura menyetujuinya.
ia mulai merasa percaya diri akan bisa mengalahkan kelinci untuk kedua kalinya.

kura-kura tetap bergerak dengan pelan.
meskipun sang kelinci sudah berlari jauh di depan.
ia masih percaya ia tetap dapat meraih kemenangan.

namun kali ini kelinci belajar dari kesalahan sebelumnya.
ia belajar utuk tidak meremehkan pesaingnya.
melainkan terus berusaha sebisanya.
kali ini kelinci menang dengan mudahnya.


###

selesai.
hikmah cerita: "pelan tapi pasti" memang baik, namun
cepat dan pasti lebih baik.

berakhirkah sampai di sini? belum.

###

kali ini kura-kura yang merasa kesal.
ia menantang kelinci untuk berlomba sampai final.

kura-kura menentukan lintasan.
kelinci sepakat tanpa pertanyaan.

kelinci unggul di awal.
karna ia dapat berlari kencang di lintasan yang landai maupun terjal.
sehingga ia tetap akan menang sampai final.

namun, kejutan datang.
garis final ternyata berada di seberang sungai yang dalam dan tenang.
di tepi sungai, kelinci berhenti kebingungan dan kura-kura tersenyum senang.
tentu saja ia menang.

###

selesai.
hikmah cerita
: even the best runner never can beat the best swimmer in the ocean. so, know your strength and make the best of it.

oke. belum selesai.
janji, ini terakhir.

###

lebaran hampir tiba.
kelinci dan kura-kura kembali bersua.

kali ini kelinci menawarkan permainan baru.
kura-kura mengangguk setuju.

dengan lintasan yang sama, mereka membuat kesepakatan.
kelinci menggendong kura-kura sampai ujung lintasan.
sedangkan kura-kura menggendong kelinci melewati sungai sampai ke tepian.
di hilir sungai, mereka berdua tersenyum penuh kemenangan.

selesai. kali ini benar-benar selesai.
hikmah cerita: teamwork works.

masih tidak puas?
silakan lanjutkan sendiri ceritanya dan tentukan sendiri hikmahnya.

selamat (menjelang) lebaran semuanya! ;)

Monday, August 22, 2011

ouch!

0 comments
baru sekitar 2 jam yang lalu gw posting "take (me) for granted", secara random, dari blog yang sama, gw 'ditunjukin' tulisan tentang ini:

http://paragrafunik.blogspot.com/2011/04/3-tipe-manusia-dalam-menghadapi-masalah.html

HUH HAH HUH HAH! pernah ngga ngidam sesuatu yang lo gatau apaan dan VOILA, makanan yang lo idam2kan itu ada tepat di depan mata. barusan, link itu, hadir tepat di depan mata gw. berhubung gw anaknya susah ngejelasin, satu kutipan ini mungkin bisa mewakili:

"Selalu tersedia cara-cara untuk menyelesaikan masalah bagi orang yang mencari. Penguasa Alam ini bahkan demikian permissive-nya, sampai-sampai orang yang tidak mencari dan tidak meminta, juga ditunjukkan jalan keluar. Apalagi kita, yang mencari dan meminta"

yeah, so rite.

take (me) for granted

0 comments
sblomnya maaf kalo belakangan isi postingan gw banyak seputar keluhan (ini gw minta maaf ke siapa ya? siapa aja boleh lah). yah, hidup kan ngga selamanya enak. dan well, menurut gw, ada dua cara membuat bagian hidup yang ngga enak jadi (seenggaknya) bisa 'dinikmati'.

pertama, bersyukur. itu jelas. nyoba cari hal2 positif, hikmah dari segala hal yang terjadi. misalnya kaya postingan 'cih!' sebelum ini. positifnya adalah seenggaknya gw diperhatiin sm temen2 nyokab.

tapi...

kadang, kalo pikiran lagi super butek, ngga mempan cara itu. bukan jadi ngga bersyukur juga si, cuma yaaah kesannya jadi munafik aja sama diri sendiri. ibarat kesandung batu, jatoh, trus berdiri lagi dengan lutut lecet berdarah2 sambil bilang "ngga sakit kok" berharap itu akan mengurangi sakitnya. pretending won't make any heal. betadine is (sebut merk gpplah ya, top of mind gw akan obat luka luar ya itu soalnya)

sampe sini, intinya adalah: it works, sometimes, but not every time.

kedua, mengeluh dengan metode 'paradoxial intention'. apa itu? berhubung gw males mendefinisikannya, gw copas aja lah dari blog hasil googling "definisi paradoxial intention" halaman pertama baris kedua. iya emang sangat tidak 'akademis'. super ngga bisa dipake buat bikin makalah. tapi untuk paham mah ngga perlu kalimat2 dan istilah2 'susah' kan? maka jadilah gw copas ini (iya gw tau ini excuse banget. sebetulnya males aja nyari2)

###

Paradoxial Intention atau niat yang berkebalikan adalah metoda terapi bagi penyakit perasaan dan mental dengan cara mengubah niat. Sebenarnya terapi ini adalah upaya untuk membalikkan niat menjadi sikap. Dengan berubahnya sikap, diharapkan terjadai perubahan kualitas kesehatan dan kebahagian si penderita. Misalnya, orang insomnia, memunculkan rasa takut tidak dapat tidur yang pada saat itu juga memicu keinginan berlebihan untuk tidur. Anehnya, karena ketakutan tidak bisa tidur ini malah membuat orang itu semakin tidak bisa tidur. Nah, metoda Paradoxial Intention justru menganjurkan agar Anda melakukan niat yang sebaliknya artinya berusaha sedapat mungkin untuk tetap bangun. Dengan kata lain, keinginan sangat besar untuk tidur, yang muncul akibat rasa cemas, harus diganti dengan keinginan untuk tidak tidur. Akibatnya, ia akan segera… tidur.”

sumber: http://paragrafunik.blogspot.com/2011/05/paradoxial-intention-terapi-susah-payah.html

###

oot dikit, bahkan di blog itu ada gambar dengan quote "someday i will miss today" HUH HAH HUH HAH, dear della di masa depan, jangan kangen sama della yang sekarang ya, jadi della yang lebih baik aja.

lanjut. ya intinya kalo pake perumpamaan jatoh trus sakit itu, cara nyembuhinnya bukan dengan bilang "ngga sakit kok" trus pura2 jalan dengan tegak tapi pincang2 aneh, melainkan sekalian menggerung2 kesakitan sampe capek sendiri. yah klo menggerung2 doang ngga sembuh sih, cuma mari kita liat ada apa di balik gerungannya. oh ternyata ada alkohol. pantes. gitu deh pokoknya. nangkep ngga maxudnya? ngga ya? yauda abaikan aja klo ngga ngerti. ngga keluar di ujian kok, tenang aja.

kembali soal mengeluh. tergantung orangnya si sebetulnya. tapi gw tipe penganut aliran 'ngeluh bikin gw merasa lebih baik'. karna apa? karna gw capek sendiri. yah semacam paradoxial intention tadi lah.

btw, boleh sombong dikit ngga? ngga boleh ya? yauda deh, ngga jadi. tadi cuma pengen bilang si sebenernya, kalo gw orangnya 'high ego' banget, picky juga. jadi ngeluhnya juga ngga sembarang ngeluh. gengsi dong terlihat 'lemah' kepada orang yang salah ato pada tempat yang salah. itu sombong bukan si jatohnya? bukan ya? yauda apapun deh itu namanya.

naaah, karna alasan itulah gw bikin 2 kebijakan kepada diri sendiri:
1. mengeluh boleh, tapi mengeluhlah dengan bijak
2. mengeluh boleh, tapi bertindak lebih boleh

buat kebijakan kedua, kalo ngeluhnya segunung, usahanya ya harus 2 gunung. iya gw tau gw kebanyakan ngemeng. bawel deh. bntar lagi kelar kok. tenang aja.

sbtulnya apa sih yang mau dikeluhin del?

gatau si ini tepat ato ngga, cuma gw ngerasa ada beberapa 'oknum', ngg.. bukan oknum juga si, beberapa 'sesuatu' bisa dipake ngga istilahnya? ya pokoknya beberapa itulah lah. yaaa.. itu, gw ngerasa si beberapa 'itulah' kaya 'take me for granted'. maxudnya? gini. pernah ngga si ngerasa kalo apa yang kita punya itu udah sewajarnya kita punya, jadi kita ngerasa 'aman' untuk ngga ngerasa kehilangan? contohnya: oksigen. kita kadang lupa, kalo bisa aja suatu saat oksigen yang kita hirup akan jadi langka karna langka pula jumlah pohon yang memproduksi oksigen tersebut. efeknya, ada aja gitu orang2 yang nebang hutan sembarangan dengan mikir "ah hutan luas ini, pohon banyak ini". that people, they take trees for granted. semacam itulah kira2 penjelasannya.

gw ngerasa gitu. dan gw ngga nyaman ngerasa gitu. karna gw tau, 'itulah' ngga mungkin begitu, mungkin yang bikin gw ngerasa di 'take for granted' ya karna 'ulah' beberapa 'oknum' aja. kalo kata budi, "itu kan baru asumsi". jadi semacam dua hal yang bertentangan lagi 'perang' di kepala gw, dan darah2nya muncrat ke hati. ya gitu deh. maaf ya gw emang suka abstrak anaknya.

asli ngga enak banget rasanya. tau asma? kaya gitu rasanya. well, alhamdulillah si gw bukan pengidap asma, cuma ini rasanya kaya oksigen melimpah, tapi gw ngga bisa napas. sesek. dan mikirin ini, air mata ibarat air liur saat ngeliat makanan enak. ngga bisa dicegah.

ini entah kenapa banget makin 'kaya' umur gw, makin sensian aja kaya emak2 mau menopause. oot, bahkan setelah sekian lama bingung "kenapa si cewe suka uring2an sendiri klo pms?" gw akhirnya ngerasain juga yang namanya pms. YES, berarti gw masi cewe normal. alhamdulillah ya (syahrini mode: on). tapi kenapa oh kenapa baru sekarang? kenapa ngga dulu waktu gw masi abege labil. telat puber ni kayanya gw. syitmen.

balik lagi ke soal keluhan. gw ngerasa purposeless. clueless. disfungsi. tapi di sisi lain, ngga bisa ninggalin. yah sebetulnya ngga seberat itu juga si masalahnya, klo mau dijalanin si yaudalah ya, masi bisa. cuma ini ibarat bikin rel kereta tapi gatau treknya mau kmana. bikin2 aja deh jatohnya. ngerasa percuma dan ngga berguna ngga si jadinya?

tadi pagi gw jadi kepikiran soal air + tanah. bukan air tanah ya. itu beda lagi. ini semacam gelas bening diisi air trus dimasukin tanah, trus diaduk2. butek. iya sih, gw seharusnya mendiamkan dulu campuran air + tanah nya sampe tanahnya mengendap dan airnya jernih lagi. udah dicoba ni, tapi airnya tetep butek. dan pun jernih, endapan tanah itu berpotensi membuat air itu jadi butek lagi, saat (secara sengaja maupun ngga) 'keaduk' lagi.

harus gw apain ya? saring? pake apa? gw blom punya cukup ilmu buat itu, masi harus belajar banyak. pun kalo belajar nyaring, berarti gw harus 'merelakan' air + tanah nya kecampur lagi karna logikanya, saat disaring, campuran air + tanah itu harus 'dituang' dalam wadah lain kan? dan otomatis kecampur lagi. haaah, ini sebenernya gw udah melakukan hal yang tepat blom si? apa gw sudahi aja 'permainan' air + tanah ini? well, just wondering, are they really take me for granted? aren't they afraid to lose me? or am i just not that worth to keep? cause for me, they are... priceless. yes they are. that's why i can't leave them now.

nb: postingan ini bukan tentang percintaan, tentu saja. kami baik2 saja, jangan khawatir (err.. del, gada yang nanya juga si, geer deh)

Sunday, August 21, 2011

cih!

9 comments
dulu:
"del, nama tmp magang kamu apa? temen mama ada yg nanyain soalnya"

"del, kamu knp ngga ambil skripsi aja? kata temen2 mama klo ngga ambil skripsi ngga bs s2 loh"

"del, kamu kapan lulus? temen2 mama pd nanya"

"del, kamu hrs wisuda taun ini ya, mama udh blg temen2 mama kamu wisuda bln agustus"

sekarang:
"del, TEMEN2 MAMA udh pd nanyain tuh 'della kerja dmana skrg? apa mau sekolah lg?'"

hell, knapa TEMEN2 NYOKAB gw yg nentuin hidup gw sih?!

well, sisi baiknya gw diperhatiin si ma TEMEN2 NYOKAB gw. yeah beruntung ya gw. cih!

fyi, ini tulisan dibuat td siang saat lg kesel mampus sm nyokab. dan skrg, tengah malem, saat gw coba merenungi lg, mgkn sebetulnya gw aja kali ya yg kelewat sensi. karna yaaah, terlepas dr 'perasaan org yg menjawab', pertanyaan2 tersebut adalah 'NORMAL' dan 'WAJAR' adanya. cih!

liat aja deh nanti klo udh kerja pasti bakal 'diteror' dg pertanyaan "kpn nikah?" udh nikah ditanya lg "kpn punya anak?" dan kpn2 lainnya. lagian jg klo udh jd nyokab, pertanyaan2 ini itu lalala jg ngga terelakkan. cih!

yaaah, secara kita jg ngga bs lari dr kenyataan si, karna kenyataan selalu ada di dpn mata. apa si kenyataannya emgnya? kenyataannya adalah gw blom kerja, blom sekolah lg, blom ngapa2in, selama ini ya cm leha2 aja tiduran sambil ngupil di rmh. puas om2 tante2? cih!

sbtulnya kasian jg si nyokab gw ditanyain kaya gtu sm temen2nya, bingung jg mgkn hrs jwb apa. ya kali deh nyokab jwb anaknya kerjanya nyiram pohon toge di pekarangan. malu2in. knp cm pohon toge yg disiram?

sbtulnya si klo mau ambil positifnya, itu bs jd pemacu biar ngga santai terus2an, karna akan kebayang 'apa kata org?' (macem naga bonar deh) cm gw mikir deh, knp sih di indonesia ini, tanah air tercintaku ini, urusan org adalah urusan xyz jg? mending ya klo nanya hal 'sensitif' kaya gtu dg tujuan bantuin, misalnya ngasi gw beasiswa kek buat sekolah di luar negeri. palingan cm buat basa basi doang kan? cih! (ini negatif bgt deh gw. iya deh salah gw, gwnya aja yg kelewat sensi, lagi2)

ya gw ngaca si, gw jg suka melakukan hal yg sama, ato istilah populernya: kepo. okeh ngga bikin pembelaan. kepo yaaa karna kepo aja. duh semoga gw ngga jd org2 macem 'temen2 nyokab' yg membuat sensi anak2 temen gw dg bertanya hal2 'sensitif'. semoga gw masi inget rasanya sensi digituin dan ngga melakukan hal yg sama. amin bgt ya Allah.

ini awas aja ni klo sampe keluar pertanyaan "del, temen2 mama nanya, ipk kamu brp?". berani ngga ya kira2 gw jawab "berapa aja boleee"?

Friday, August 5, 2011

super nyampah

0 comments
lalala. gatel pengen nulis. tapi gatau nulis apa. apa ya apa ya apa ya. oh ya. kenapa ya kenapa ya kenapa ya. kenapa ya ini yang itu begini padahal udah begitu bahkan begitutututu. yah gitu deh pokoknya. ngga ngerti lagi harus gmana. gmana ya gmana ya gmana ya. udah super ngga mungkin kayanya. yauda ah bye. maaf ngga jelas.