kenapa namanya cinta monyet?

kenapa namanya cinta monyet? sampai sekarang aku tidak tahu jawabannya. yang aku tahu, namanya yudho.

hai yudho, masih ingatkah kamu kepadaku? maaf ya tidak terlalu banyak mengingat tentangmu. bahkan aku sama sekali tidak punya fotomu. hehe. meskipun begitu, orangtuaku sering sekali bercerita tentangmu. tentang kita yang sering bermain bersama. berdua. saat umur kita masih sangat belia.

ibuku bercerita, kamu sekarang melanjutkan pendidikan sekolah kepolisian, mengikuti jejak ayahmu. benarkah? sudah luluskah kamu sekarang? aku sesungguhnya sangat penasaran akan kamu. kamu yang katanya dulu sering bermain di kolam renang plastik bersamaku hampir tiap hari. kamu yang katanya dulu bahkan sering mandi bersamaku. kamu yang katanya sering bermain segala permainan balita bersamaku.

haha, kita masih kecil sekali ya waktu itu? 4 tahun? 5 tahun? 6 tahun? maaf aku tidak ingat persisnya, namun orangtuaku berulang kali bercerita bahwa kamu adalah teman bermainku satu2nya semenjak masih bayi. dulu, di kompleks kita ini masih sepi sekali. adikku baru lahir saat aku berumur 3 tahun. anak kecil yang seumuranku hanya kamu. maka jadilah kita sering main bersama. itu kata ibuku. aku juga tidak terlalu ingat.

kalau dibilang cinta monyet, aku juga tidak tahu. lagipula aku tidak mengerti kenapa disebut demikian. sama tidak mengertinya tentang arti cinta di umur yang sangat belia. tapi tentunya saat itu aku mengerti bahwa aku cinta kamu, sebagai teman bermainku. apa itu bisa juga disebut sebagai cinta monyet? entahlah. bagaimana kalau kita tidak usah ambil pusing akan hal itu?

hai kamu, apa rumahmu benar masih disitu, beberapa blok dari rumahku? yang aku dengar dari ibuku, keluargamu belum menjual rumah itu, dan terkadang datang berkunjung beberapa tahun sekali, bahkan sampai sekarang. tapi kenapa aku tidak pernah melihatmu?

aku ingat, dulu waktu aku sudah bisa bersepeda, saat mendengar kabar bahwa kamu sedang berkunjung ke rumahmu itu, aku suka mengajak teman2 kompleks aku untuk berkeliling, melewati rumahmu, meneriakkan namamu, dan kabur secepatnya sambil terkikik. haha, norak ya. tapi tetap, aku tidak melihatmu. tepatnya, aku tidak begitu ingat rupamu.

saat itu, aku sudah punya teman bermain di kompleks, namun mereka lebih muda dariku, kira2 seumuran adikku. maka jadilah aku sering dipanggil 'kepala suku' karna aku paling tua dan mereka mau saja menuruti kata2ku, salah satunya bersepeda keliling kompleks dan meneriakkan namamu, hahaha.

sejujurnya aku masih sangat penasaran denganmu. aku cuma tahu kamu bernama yudho, anak pak yoyo, seorang polisi yang tinggal beberapa blok dari rumahku. aku kadang suka membayangkan bagaimana kalau suatu saat kita bertemu kembali. bahkan dulu aku suka berkhayal bahwa kita bisa menjadi teman dekat lagi, teman masa kecil yang bertemu kembali setelah dewasa. pengaruh komik serial cantik memang sungguh luar biasa ya.

sekarang, kalau aku membayangkan hal itu, aku ingin sekali bertanya padamu, apa kamu masih menyimpan foto2 kita waktu masih kecil? kalau iya, bolehkah aku minta kopinya? dan yah mungkin kita bisa berbincang2 seputar masa kecil, saling bertukar kebenaran cerita dari orang tua kita, bercerita tentang cita2 dan impian, kegiatan sehari2 sekarang ini, atau apa saja. aku tidak begitu berharap kita bisa menjadi teman dekat seperti khayalan aku dulu kok, tenang saja. tapi kalau memang benar terjadi, pasti akan sangat menyenangkan. betul tidak?

tapi satu yang paling penting, kalau suatu saat kita bertemu, apa kamu masih ingat denganku?

Comments

Yuni W said…
ini si yudho yg keberadaannya misterius tapi rumahnya tetep lo tunjukin ke gw ya... gila cinta lo ke doi tak lekang oleh waktu
wuahahaha, emgnya gw pernah nunjukin ya? kapan?