sempitnya dunia

malam hari di bandara haneda

ihlen: (manggil gw yang lagi kenalan sama orang di bandara): del del, sini deh. ada yang mau kenalan sama lo
della: (senyum ramah sambil ngulurin tangan) della
pak usman: saya usman. eh kamu katanya anak mb dari ui ya? kenal nining?
della: kenal pak. dia temen mb saya waktu taun 2008. loh bapak kok tau nining?
pak usman: saya bapak angkatnya. haha, becanda. saya dosennya
della: waaah, dosen apa pak?
pak usman: saya dosen mipa
della: oh berarti kenal medea juga dong pak?
pak usman: iya saya tau. saya sekarang lagi ngajar dia semester ini

gw dan pak usman di bandara haneda

###

siang hari di wishclub bus

della: hai. orang indonesia?
adriene: tak. awak dari malaysia. tapi bisa bahasa indonesia sikit-sikit
della: oh kirain orang indonesia juga, hehe. di jepang dari kapan sampai kapan?
adriene: awak berangkat april 23 malam dan pulang mei 9 pagi
della: eh serius?! saya juga! naik air asia kah?
adriene: ya. pergi pulang
della: kita 1 pesawat dong. berangkat di kursi berapa? saya di kursi x (lupa nomernya)
adriene: wah awak di seat y. kita cuma berjarak 2 seat sepertinya

karina (temen seperjalanan gw), gw, dan adriene di wishclub bus, lagi sharing takoyaki with cheese

###

siang hari di kereta menuju kyoto

della: (nyapa ibu2 berwajah melayu): maaf, ibu dari indonesia juga?
ibu x (lupa namanya): iya
della: waaah, bener ternyata. darimana bu asalnya?
ibu x: jakarta. saya tinggal di bintaro
della: saya sama temen saya juga tinggal di bintaro. ibu sektor berapa?
ibu x: sektor 7
della: ya ampun! saya sektor 5. deketan dong. sekarang ibu mau kemana?
ibu x: saya mau nengokin anak saya di kyoto
della: btw bu, tau alamat ini ngga? (ngasi liat alamat rumah yang akan jadi tempat nginep)
ibu x: ih ini mah cuma beberapa blok dari tempat tinggal saya dulu

(ngga sempet foto sama ibu x, hiks)

###

rasa-rasanya terlalu kebetulan untuk jadi sebuah kebetulan. dunia sempit atau apa?

Comments