customer is king


di suatu hari di sebuah les bahasa inggris, sang mister teacher nge-floor-in pembahasan tentang pelayanan jasa.
"have you ever experienced bad service? for example, like in a restaurant, you were treated badly?" -mister
gw tadinya mau cerita soal pengalaman dachi dulu kala di sebuah restoran sushi, tapi berhubung gw bukan sumber primer, jadi ngga jadi cerita.

ngeliat kelas hening, walhasil sang mister lah yang cerita tentang pengalamannya beberapa pekan yang lalu. jadi, ceritanya dia lagi makan sama keluarganya di sebuah restoran. suasana saat itu emang lagi rame parah, jadi emang yang waiting list ada banyak.

trus lagi enak2nya makan, tiba-tiba ada di depan mejanya ada sekumpulan orang nungguin. "i didn't even touch one of the plate served but they were waiting impatiently. it made me feel uncomfortable" katanya.

ya wajar sih. orang normal mana sih yang nyaman makan dipantengin? kaya lagi ngenet diliatin. kaya lagi main hp diintipin. kaya lagi baca koran di kereta dan ada orang yang colongan ikut baca. personal space nya keganggu lah pasti. itulah kenapa anti-spy diciptain (oot)

trus si mister komplain ke menejer restonya, bisa-bisanya gada yang bertindak ngeliat pelanggan 'rebutan tempat'.

pas waktu diceritain itu, sang mister keliatan banget ekspresi ngga sukanya. raut mukanya, intonasi suaranya, bahasa tubuhnya. tapi anak-anak yang dengerin malah ketawa-ketawa, termasuk gw. konyol aja abis ngebayanginnya. jahat ya, haha.

tapi emang ya, katanya, orang baik karmanya cepet. terbukti, 2 hari yang lalu, gw kena karmanya (ini entah penghiburan atas kesialan atau excuse yang menyedihkan, haha)

jadi ceritanya, gw ketemuan sama diah di sebuah kedai kopi. beberapa waktu kemudian, lagi enak-enak ngobrol, tiba-tiba disamperin sama pelayan. terjadilah percakapan sebagai berikut:

masnya (M): "mbak maaf, tempatnya udah di-reserve orang buat buka puasa nanti"
diah (D): "kok baru bilang mas? kita malah mau sekalian buka puasa"
gw (G): "yauda pindah lah yok"

dan ngga lama kemudian, orang yang katanya reserve tempat itu dateng. sementara diah beres-beres laptopnya, orang itu duduk di depan kita, nungguin. gelas teh di atas meja disingkirin. awkward moment.

keluar dari kedai kopi itu, rasanya pengen ketawa. ngetawain diri sendiri. ngetawain rentetan kesialan di hari itu. ngetawain karma gara-gara ngetawain si mister waktu itu. dafuq -___-

sampe sini, gw mikir. istilah "customer is king" kayanya kudu dikaji lagi ngga sih? raja apa? kalo ada kepentingan sesama raja yang saling berbenturan, siapa yang lebih raja dari siapa?

Comments