Saturday, September 22, 2012

#9 tuan nona kesepian - tulus

0 comments

tuan kesepian, tak punya teman
hatinya rapuh, tapi berlagak tangguh

kamu. si tampan berbulu abu-abu dengan reputasi yang tidak terlalu baik. sombong, angkuh, dingin, dan seperti membenci apapun kecuali makanan. kamu tidak punya teman. tepatnya, kamu tidak pernah menggubris siapapun yang mencoba berteman denganmu. kamu selalu menghindar, seolah-olah mereka semua gangguan paling menyebalkan dan merepotkan.

kamu. dan perkenalan pertama kita. di suatu hari yang langka, kamu tiba-tiba menyapaku "hai hitam..." terkejut, aku menyahut "kamu memanggilku?" "ya, kamu. minggir. kamu menghalangi makananku" oke. memang bukan perkenalan yang akrab, tapi aku senang sekali kamu memanggilku hitam.


nona tak berkawan, tak pernah rasakan cinta
sungguh pandai berkhayal, mimpi itu alamnya

buluku berwarna putih bersih, namun memang, di bagian perutku, ada corak mungil berwarna hitam, yang kalau hanya sekilas, tidak akan terlihat. ya, sepele memang, tapi itu menandakan kalau kamu awas akan hal-hal kecil seperti ini. atau mungkin, apa aku saja yang terlalu berlebihan?


semenjak saat itu, aku makin sering mengamatimu.

tuan apa yang salah padamu
mengapa wajahmu ada seribu
tuan apa yang salah padamu
seakan dunia hanya kamu, kamu, kamu, kamu

kamu. dan sifat penyendirimu yang penuh kejutan. aku tidak akan lupa saat itu. majikan kita sedang bersedih karna kamu hilang selama seminggu. ia mencarimu kemana-mana, dan di saat ia mulai pasrah dan mengikhlaskan kehilanganmu, kamu kembali sambil menggondol seekor bayi dalam gigitanmu. majikan kita memungutnya dan memberi nama kuro.

kuromu kini tumbuh besar. aku tahu kamu menyayanginya. walaupun majikan kita juga memberinya makanan, namun kamu tetap saja menyisakan makananmu untuknya. namun, agar tidak terlihat terlalu mencolok, tiap kali kamu selesai makan, kamu seolah-olah tidak menghabiskan makanan dan meninggalkannya begitu saja. padahal aku tahu, kamu menyisakan makananmu untuknya. ah, manis sekali.


kamu. dan gengsimu. aku ingat saat kamu menyapaku lagi untuk kedua kalinya. kamu berjalan ke arahku, dan jantungku berdegup kencang. apa aku menghalangi makananmu lagi? aku melemparkan pandanganku ke segala arah. kamu semakin mendekat dan aku semakin salah tingkah.

"hai hitam. makananmu sepertinya enak. boleh aku cicipi? tapi kalau kamu keberatan, tidak apa-apa. toh aku juga tidak terlalu lapar" lalu kamu membuang mukamu, diiringi lagu keroncong dari perutmu.


aku melirik dan mendapati kuro sedang menjilati mangkuk makananmu. mati-matian aku menahan geli. pantas saja kamu lapar. kuro menghabiskan makananmu. tentu saja boleh, tampan. dengan senang hati. dengan sangat sangat sangat senang hati. ambil saja semua makananku kalau kamu mau. untukmu, aku rela kelaparan.

nona apa yang salah padamu
apa enaknya tenggelam dalam khayal
nona apa yang salah padamu
kau tahu ku tak punya hati
kamu masih saja menanti


kamu. dan dia. saat itu, salah satu teman kita, michan, hilang. majikan kita terlihat cemas sekali saat michan tidak muncul pada jam makan sore. berkali-kali ia memanggil namanya, namun tidak ada jawaban. aku tahu kamu peduli, namun kamu bertingkah seolah-olah kamu tidak peduli. masih tetap dengan gaya acuhmu, kamu berjalan berkeliling, seakan-akan sedang mengobservasi tiap sudut rumah.

aku tahu kamu mencarinya, karna aku hafal betul gerak-gerikmu. tidak mungkin kamu mau repot-repot mengeluarkan tenaga kecuali untuk berjalan ke tempat makan, pasir, dan sofa favoritmu. puncaknya adalah saat majikan kita lalai membuka pintu lebar-lebar dan kamu pergi menyelinap keluar rumah. untuk kedua kalinya.

2 hari kemudian, kamu kembali bersama michan. ah, syukurlah kalian selamat. michan tidak apa-apa, hanya terlihat seperti habis basah kuyup namun sudah mengering. bulunya menggumpal, dan banyak kotoran di sekujur tubuhnya. sedangkan kamu, berantakan sekali. selain kotor, ada goresan luka menganga di punggungmu serta robekan di kuping kirimu. aduh, kamu kenapa? majikan kita menjerit panik dan segera membawamu ke rumah sakit.


"aku menyesal. aku hanya penasaran dengan dunia luar" michan memulai ceritanya. semua berkumpul dan menyimak.

awalnya, ia senang sekali. baru pertama kalinya ia menginjakkan kaki di lantai abu-abu panas yang katanya tidak seperti lantai putih licin yang ada di rumah. ia berlarian dan berloncatan kesana-kemari. tapi kemudian, ia tersesat, tidak tahu jalan pulang. saat ia hendak menyebrang lantai abu-abu itu, tiba-tiba sebuah lingkaran karet hitam raksasa hampir saja melindasnya.

"lalu entah darimana munculnya, ia datang dan mendorongku sampai terjatuh ke dalam genangan air" raut muka michan terlihat sedih, "ia hampir saja ikut terlindas, untung saja ia cepat menghindar. namun, ia sempat terkena gesekan karet maut itu sedikit. itulah kenapa tubuhnya terluka"

astaga! aku tidak bisa membayangkan kalau... kalau saja... kalau saja kamu...

lalu michan melanjutkan "sudah terluka begitu, ia masih sempat menenangkanku kalau kami pasti bisa pulang. itu pertama kalinya aku mendengarnya bicara. dan akhirnya, kami benar-benar sampai sini. aku menyesal. maaf ya teman-teman, maaf..." michan tersedu.

kami semua kaget mendengarnya. aku sudah tahu kalau hatimu sebenarnya lembut, tidak sekeras seperti apa yang terlihat. tapi mereka, aku berani jamin kalau mereka semua tidak menyangka kamu akan melakukan tindakan seheroik itu. persepsi mereka padamu sudah berubah sekarang. baguslah. diam-diam, aku tersenyum. namun diam-diam, ada rasa sesak menjalar dalam dada.

kamu. dan sifatmu yang penuh paradoks namun menarik. tapi aku tahu, pasti kamu tidak akan mungkin tertarik padaku. coba, apa yang menarik dariku? ah ya, mungkin hanya corak hitam mungil di perutku ini. jelas-jelas michan lebih menarik dariku. ia tidak pernah menghalangi makananmu. dan walaupun kamu sudah berbicara padaku dua kali sementara pada michan hanya sekali, tapi kamu menyelamatkan michan sampai terluka begitu. sementara aku, malah dimintai makanan olehmu. walaupun sebenarnya aku sama sekali tak keberatan.


nona jatuh cinta pada tuan
tuan menunggu yang lain
nona tak peduli walau tuan
tak pernah peduli sekitarnya

###

"hai hitam..." aduh, aku harus bilang apa?

kamu. si cantik dengan corak hitam mungil di perutmu. kamu, yang membuat perutku seperti 
bergejolak tiap memandangmu. ah, rasa apa ini? bukan lapar, bukan juga kenyang. baru pertama kali aku merasakan ini. aneh sekali.

aku menarik nafas dalam-dalam "mmm.. mau makan makananku bersama? mau semuanya juga tak apa, toh aku juga tidak terlalu lapar. oke, makananku buatmu semuanya saja. kamu sepertinya kelaparan sekali. sampai nanti!"

KURO! apa yang kau lakukan barusan? ah, bodoh sekali! aku mengumpat dan memaki diriku sendiri dalam hati.

Saturday, September 15, 2012

#8 butterfly in my tummy - mocca

0 comments


i have butterflies flying
round inside my tummy
when i'm with you

"would you be my girl?" kamu memberiku selembar kertas putih bertuliskan lima patah kata itu sambil menggaruk tengkukmu.

aku tersenyum, menatapmu yang salah tingkah, menatap ke segala arah kecuali aku. kamu tahu, bukan cuma kamu saja yang gugup, aku juga. mungkin, kecupan kilat yang pertama kalinya mendarat di pipimu itu bisa menjawab semuanya.

###

i hear bell chimes ringing
blown by wind of spring
when i'm with you

di pantai itu, kamu menggenggam tanganku untuk pertama kalinya. aku diam saja. tidak menggenggam balik, namun tidak juga melepas genggaman tanganmu. suasana terlalu canggung, namun diantara kita tidak juga ada yang memulai percakapan. kita tetap berjalan dalam diam, menikmati dentingan lonceng yang dihembuskan angin di malam itu, sesekali disambut suara deburan ombak.

###

oh this tingling feeling
makes me wanna jump
makes me wanna shout
across the room

"sayang"

pertama kali kamu memanggilku dengan sebutan itu. aku tidak segera membalas. memang, butuh waktu yang tidak sebentar bagiku untuk dapat membiasakan diri dengan panggilan baru itu. namun, ada letupan rasa yang tak terdefinisi tiap kali mendengarmu memanggilku demikian.

###

oh this feeling of longing
but damn it's so blinding
i just can't tell
if i feel happy or sad

"lo serius?" tanyanya saat aku bercerita tentangmu.
"dua rius"
"hmm.. yaudah. pesen gw cuma satu, kalo main api, ati-ati kebakar"
"untuk hal begini, gada cerita gw main-main. lo tau sendiri"
"ah tai kucing rasa coklat"
"haha, anjir"

bukan pertama kalinya sahabatku tidak setuju akan keputusanku. tapi bagiku, ini pertama kalinya aku mau mengambil resiko demi sebait kata rindu.

###

i heard blue birds
singing up around the tree
when i'm with you

i see rainbows appearing
everywhere i go
when i'm with you

"hari gini masa masih gw-lo an sih?" protesmu dalam mesej itu.
"emang kenapa harus aku-kamu an? geli ah. lagian sama aja"
"yaaah.. masa panggilannya sama kaya yang lainnya? kan orangnya spesial, panggilannya juga harus spesial"
"ngga biasa aku-kamu an. ngga pernah pake malah"
"mulai sekarang, kamu harus terbiasa"
"ih kamu maksa"
"TUH! asiiik"

kamu mengirim emoticon orang menari-nari, dan aku bergidik geli. selama ini, aku tidak pernah mau menggunakan "aku-kamu" kepada siapapun. aku lebih nyaman menggunakan "saya", "gw" atau menyebut namaku sendiri. tapi khusus untukmu, hmm.. anggap saja pengecualian.

###

oh this tingling feeling
makes me wanna sigh
makes me wanna fly
across the moon

kamu… ah, kamu. ibarat burung yang untuk pertama kalinya terbang di angkasa, denganmu, sepertinya aku lupa, gravitasi bumi masih setia menanti di bawah sana.

###

oh this feeling of longing
but damn it's so blinding
i just can't tell
if i feel happy or sad

tak terasa, waktu cepat sekali berlalu. 2 tahun telah berlalu. masih beku dalam kenangan, pelukan pertama darimu. masih segar dalam ingatan, pelukan terakhir darimu.

###

i have butterflies flying
round inside my tummy
when i'm with you

ah, ternyata, kupu-kupu ini masih saja menyimpan rindu. tapi, kini aku sudah tahu bagaimana cara mengisah rindu dengan tenang. untuk pertama kalinya.

selamat tanggal 8 september, yang pernah tersayang.

Thursday, September 13, 2012

#7 at the bottom of everything - bright eyes

0 comments


sebentar lagi idul adha, dan aku sedang menghitung mundur hari ulang tahunku. beberapa temanku ketakutan, tapi aku justru tidak sabar menunggu. ini seperti sebuah kebanggaan bagiku. aku bangga bisa berguna. bukankah kebanggaan tertinggi tiap makhluk hidup adalah menjadi berguna untuk sesamanya?

ah, aku jadi teringat kisahku dulu.

###

“ibu, kenapa dia menjerit? kenapa manusia-manusia itu membawa benda tajam? kenapa banyak sekali darah mengalir dari lehernya? kenapa dia sekarang diam saja? apa dia mati bu? ibu, jawab, bu. dia kenapa, bu?” aku ketakutan saat pertama kali melihat kerabat ibu di tempat pemotongan kurban.

"anakku sayang, jangan takut. semua makhluk hidup pasti mati. dan kematian yang tidak sia-sia adalah yang berguna bagi yang lainnya. itulah tugas kita, sayang. seperti kaum rumput, mereka mati untuk membantu kita tetap hidup. apa kamu tidak merasa senang apabila dibutuhkan?" ibu mencoba menjelaskan.

"ibu, kalau... mm, kalau... kalau seperti itu caranya, aku tidak mau! aku... aku... aku... takut! pasti sakit sekali! dengar saja teriakan mereka, menyakitkan! kalau kita bisa memberi manfaat untuk mereka, seharusnya mereka juga! seperti kita memakan kaum rumput, namun kotoran kita bermanfaat untuk menyuburkan mereka. sementara manusia? kotoran mereka seperti apa saja, tidak ada yang tahu!" aku tidak habis pikir.

ibu tersenyum tenang "kamu memang tidak perlu tahu, sayang. ada hal-hal yang tidak perlu diketahui atau dicari tahu. cukup percaya. dengan percaya, nantinya kamu akan paham dengan sendirinya. coba kamu amati manusia-manusia itu. perhatikan bagaimana mereka tersenyum menyantap daging kaum kita dengan ekspresi yang terlihat sangat bahagia. seperti saat kamu makan rumput yang segar dan menggiurkan"

aku masih terisak "aku percaya bu, tapi... kalau ibu mati... aku pasti... sediiih sekali... aku... pasti... merasa kehilangan. sangaaat... kehilangan. kenapa ibu juga harus mati?"

lagi-lagi ibu tersenyum "kamu lihat rumput itu? apa kamu pernah mendengar mereka mengeluh saat mati? bayangkan, apa jadinya kalau mereka menolak menjadi santapan kita? lagipula, kamu tidak akan kehilangan ibu, sayang. jangan khawatir. ibu hanya pergi ke sana, mengawasi kamu dari tempat terbaik" ibu mendongak menatap langit.

“tapi bu...”

“begini saja, sayang. momen apa yang paling membahagiakan buatmu?”

“mm... hari ulang tahunku, bu. aku pasti dapat ucapan selamat yang banyak, dan juga kado yang banyak”

“nah, anggap saja, kematian adalah hari ulang tahunmu di hari yang lain”

mendengar jawaban ibu, aku semakin tersedu “tapi bu... kalau kita mati... masih bisa merayakan ulang tahun juga kan? ya kan? aku... aku... aku... aku tidak mau mati, ibu. aku mau ulang tahun selamanya. aku mau kado. aku mau rumput segar sebanyak yang ada di rumah kita”

“sayang, kematian yang berguna untuk sesama itulah kado terindah” ibu tertawa geli sambil menghapus air mataku.

###

aku memandang awan biru di atasku. ibu pasti sudah bahagia di sana, menikmati rumput-rumput yang mungkin abadi segarnya, menikmati kado terindahnya. aku memang sedih. sangaaat sedih sebetulnya. tapi aku tahu, itulah yang diinginkan ibu seumur hidupnya. menjadi berguna. hidup dan mati.

sekarang akan tiba waktuku. sekarang pula aku benar-benar mengerti betapa bahagianya rasa ini. rasa dibutuhkan dan menjadi berguna. ah, cepatlah datang hari ulang tahunku!

“we’re going to a party. it’s a birthday party. it’s your birthday party. happy birthday darling. we love you very, very, very, very, very, very, very much” 

mari lanjutkan

0 comments
sekarang udah tanggal 13. harusnya, udah ada 13 cerita dari 13 lagu. tapi ini baru 6. jadi, mari lanjutkan.

Sunday, September 9, 2012

intermezzo

0 comments
harusnya ya, ini gw ngelunasin 'utang' nulis perlaguan 3 biji. fuh, banyak juga ya. susah soalnya ternyata nulis yang nulis gitu (apapula maxudnya ini?)

trus ini lagi ngapain? lagi deg deg an seru lalala (ngga jelas). kalo dipikir-pikir, kapan ya gw terakhir kali gw ngelakuin sesuatu untuk pertama kali? hmm.. (mikir) pertama kali kerja kali ya? eh tapi itu ngga deg deg an seru lalala. biasa aja.

ah yaudalah, emang memori ikan mas ngga bisa diandalkan. anggep aja udah sekian lama.

aduh ini apa sih? intinya, besok gw akan ngelakuin sesuatu untuk pertama kalinya. cemen sih, tapi deg deg an seru lalala. ini mengingatkan gw sama jaman sma, dimana yaaa.. gitu deh. males ngebahas. ih apaan sih del ngga jelas banget.

sekian intermezzo ngga penting ini. semoga beneran bisa komit bikin 30 biji cerita. haaah, kenapa sih gw hobinya nyusahin diri sendiri?

Thursday, September 6, 2012

#6 by the way - no doubt

0 comments

"kalau aku pergi jauh dari kamu, gimana?"
"kalau aku ikut, gimana?"
"apanya yang gimana? ngga bisa, ceritanya kamu tetap disini"
"aku mau ikut"
"ngeyel. kamu di sini. ini dunia khayalku"
"kalau begitu, dalam khayalanku, aku menyusulmu"
"kita menikah dulu, baru kamu boleh susul aku"
"bener mau?"
"dalam khayalan kan?"
"kalau kenyataan?
"ngga janji"
"ngga janji bilang ngga?"
"aku tidur dulu ya. daaah"
"haha, mengelak lagi. tipikal"

###

"hah, jepang?! jadi aku ditinggal sendiri?!"
"tenang, aku pasti kembali"
"janji?"
"janji"

###

"kamu curang. harusnya aku yang di sana"
"makanya, harusnya kamu jangan terlalu banyak berkhayal"
"aku susul ke sana ya?"
"kita nikah di sana? will be my pleasure"
"cih, menyebalkan"
"aku berangkat dulu ya, sayang. baik-baik di sini"
"aku ngga bisa baik kalau gada kamu"
"asik"
"ngga jadi deh, aku cabut lagi omonganku"
"haha, tukang ngambek. tipikal"

###

"di sini bunga sakura lagi mekar-mekarnya. seandainya ada kamu di sini"
"di sini kucingmu melahirkan 5 anak kembar. gimana ini?"
"ah, seandainya aku di sana"
"makanya, kamu pulang saja"
"tunggu ya"
"tunggu apa?"
"tunggu sampai kamu bilang 'i do'"
"ya ya, i do waiting for kitkat dan kimono merah jambu"
"haha, kamu dan gengsimu. tipikal"

###

"sayang, maaf........"
"kenapa?"

###

"aku masih tak percaya kamu mau"

aku memaksakan senyumku. seharusnya, kamu yang bilang itu padaku. seharusnya, aku benar-benar menyusulmu. seharusnya, tak ada yang perlu kemana-mana.

"sah?"
"sah!"

ia mencium keningku. aku balas menempelkan keningku pada punggung tangannya. kulirik logam emas di jari manisnya. seharusnya, cincin itu milik jari manismu. kembaran denganku. ah, seharusnya, memang aku tak boleh banyak berkhayal. tipikal.

###

"ngga mungkin........"

aku bergumam berkali-kali, terbelalak menatap undangan elektronik itu. seharusnya, aku pulang. seharusnya, tak ada yang perlu kemana-mana. ah, seharusnya, memang aku tak boleh banyak menyangkal. tipikal.

by the way, she's far away
and by the way, she's far away

#5 piknik '72 - naif

0 comments


pergi di hari minggu
bersama pacar baru
naik vespa kliling kota
sampai binaria
hatiku jadi gembira

"pegangan saja padaku"

"tak mau"

"masih saja malu-malu"

"siapa yang malu-malu?"

aku dan gengsiku. terlalu tinggi, aku tahu. akupun yakin kamu tahu, aku tidak mudah turun dari langit gengsiku sendiri. lalu tepat saat gigiku bergemeletuk, kamu menyeletuk,

"kedinginan kan? pegangan saja padaku"

dua kali kamu menawarkan diri.

akhirnya aku mengalah pada dinginnya malam yang menusuk. persetan gengsi. dengan canggung, kulingkarkan lenganku padamu. hangat dan wangi. aku bisa menebak, jaketmu baru kamu cuci, dan kamu menyemprotkan parfum banyak sekali.

"jangan tertidur, bahaya"

"siapa yang tertidur?"

sudah hampir subuh. mataku berkali-kali hampir terpejam, dan kamu berkali-kali mengajakku bicara, berusaha membuatku tetap terjaga. ah, boleh tidak, diam sebentar saja? aku ingin menikmati punggungmu yang hangat, tertidur lelap barang sejenak.

barangkali aku benar-benar terlelap. karna tiba-tiba aku merasakan sentuhan di bahuku. kamu. aku tidak bisa membaca nada suaramu. setengah sadar, samar-samar, antara ingin tertawa geli atau cemas, aku mendengarmu berkata,

"siapa yang tidak tertidur? kupanggil namamu berkali-kali, kau sudah di alam mimpi"

malu sekali. refleks, kulepas lingkaran lenganku yang merengkuhmu. namun aku kembali mengalah pada dinginnya malam, yang seolah-olah berkomplotan denganmu untuk meledekku,

"sudah ketahuan begini, masih saja gensi?"

pergi di hari minggu
bersama pacar baru
naik vespa kliling kota
sampai binaria
hatiku jadi gembira

kali ini, malam itu muncul kembali, aromamu muncul kembali, namun dengan rona rasa yang berbeda sama sekali.

kamu dan pacar barumu. rasanya seperti de javu.

tapi tak apa, senyum getir ini tak seberapa. ada yang lebih berharga. saat ini punggungmu mungkin menjadi miliknya, tetapi kenangan ini, milikku selamanya. kenangan, yang seperti angin malam, menusuk sampai ke tulang, menyerang dalam kelam.

pergi di hari minggu
bersama pacar baru
naik vespa kliling kota
sampai binaria
hatiku jadi gembira


tapi tak apa, senyum getir ini tak seberapa. asal hatimu tetap gembira. itu saja.

Tuesday, September 4, 2012

#4 sunbeams and some beans - kimya dawson

0 comments

burung-burung berkicauan dan matahari tersenyum sopan hari ini. sinarnya hangat dan bersahabat. aku keluar dari sarangku, membawa setoples kue madu. aku berjalan dengan penuh semangat, menuju sebuah gubuk kelinci.

"hai kawanku, senang bertemu denganmu. karna aku sedang senang, ini kue madu untukmu"

sambil bersenandung riang, aku berjalan lagi, sedikit berlari, mengejar tupai kecil yang berlompatan dari dahan ke dahan, berusaha memetik kenari.

"hai kawanku, senang bertemu denganmu. karna aku sedang senang, ini kue madu untukmu"

begitu seterusnya, sampai kue madu hanya tersisa satu. kruyuk.. kruyuk.. perutku bernyanyi. tak sadar, sedari tadi, belum kusentuh kue maduku sama sekali. kruyuk.. kruyuk.. perutku bernyanyi lagi.

"hiks hiks, aku lapar"

aku menoleh, mencari sumber suara. terlihat seekor anak panda tersedu di bawah pohon bambu. segera kubelah dua kue madu yang kupunya, dan kuhampiri anak panda itu tanpa ragu.

"hai kawanku, senang bertemu denganmu. karna aku sedang senang, ini kue madu untukmu"

kruyuk.. kruyuk.. perutku kembali bernyanyi:

"grandma said to me
if you only have one bean
and you meet someone with no bean
you should give them half your bean
cause you will be less hungry
if you eat just a half bean
than if you eat a whole bean
in front of somebody with no bean"

Monday, September 3, 2012

#3 part of your world - OST little mermaid

0 comments



sinar putih, dan sedetik kemudian aku terduduk disana, merintih. apa yang barusan terjadi? ada apa? kenapa orang-orang mengerubungiku? kenapa ibu itu menjerit? pergi, semua pergi. biarkan aku sendiri. jengah rasanya.


perih, kutengok siku. darah menetes, dan aku meringis ngilu. ah, ada-ada saja. besok hariku, kenapa selalu begitu? tiap kali, ada saja masalah yang menghampiri. tersungut-sungut, aku mencoba berdiri. tidak bisa. kenapa? ada apa lagi ini?


"bawa ke pinggir dulu"


ibu yang menjerit tadi, masih saja berisik. panik. seakan-akan langit runtuh lima detik lagi. ingin rasanya kuusir mereka semua. memangnya aku ini apa? pertunjukan dadakan di tengah jalan? tidak gratis, sayang. lagipula, pertunjukanku besok. tak perlu menggendongku, aku bisa... OUCH. kenapa sakit sekali?


"inalillahi, patah. masya Allah! mas, tolong dong"


apa? apa yang patah? tolong jelaskan, apa yang terjadi? aku masih tidak mengerti. aku hanya ingin pulang dan tidur dengan tenang. lelah, gelisah, takut salah. tarianku belum sempurna. padahal, ini tarian selebrasi. tentang kelulusan. tentang kesukacitaan. seharusnya, penghayatan ini mudah dikuasai. kenapa demam panggung bodoh ini hobi sekali menghantui?


tiba-tiba, nyeri menjalar, mengikuti tatapanku yang nanar. bohong. ini pasti bohong. mataku penipu. aku pasti hanya manja saja kan? mengeluh seperti biasa saja kan? ya kan? ya kan?


"mas, besok saya pentas, saya mau pulang"


namun, mobil itu tetap melaju berlawanan arah. cih, kenapa orang asing di depan setir kemudi itu keras kepala sekali? sama keras kepalanya dengan mimpi buruk ini. kenapa sang bunga tidur betah sekali bermain-main dalam imajinasi?


lalu aku terbangun, dengan cairan infus yang mengalir melalui nadi dan perban yang melilit
 kaki kiri.

"wish i could be, part of that world"

Sunday, September 2, 2012

#2 bowl of oranges - bright eyes

0 comments


the rain had started tapping
on the window near my bed
there was a loophole in my dreaming
so i got out of it
and to my surprise my eyes were wide 
and already open
just my nightstand and my dresser 
where those nightmares had just been

kau berdiri disana, melamun, memandang hujan yang turun tanpa ampun. mendesak-desak jendela mimpi untuk bangun. perlahan, kau membuka mata. pilu menghadapi dunia. berharap ingin tidur selamanya saja. seperti putri di peti bertabur bunga.

so i dressed myself and left then
out into the gray streets
but everything seemed different
completely new to me
the sky, the trees, houses, buildings
even my own body
and each person i encountered
i couldn't wait to meet

sebuah cermin yang setia, jernih memantulkan air muka, seperti biasa. namun hari ini, kau melihat sesuatu yang lain dari biasanya. kelabu. semua kelabu. pohon, rumah, langit, bahkan tubuhmu, semua sewarna jalan itu. ada yang menggelitik kalbu, yang mendorong untuk langkahkan kakimu. di jalan abu-abu, kau tak sabar bertamu.

and i came upon a doctor
who appeared in quite poor health
i said, "there's nothing i can do for you
you can't do for yourself"
he said, "oh, yes you can, just hold my hand
i think that that would help"
so i sat with him a while 
and i asked him how he felt
he said, "i think i'm cured
no, in fact i'm sure of it
thank you stranger 
for your theraputic smile"

di sana, kau bertemu seorang dokter. sang penyembuh segala penyakit, kini berteriak dan menjerit, sakit. tubuhnya membiru serupa langit. "apa kabarmu? apa yang bisa kubantu?" naluri menolongmu terusik. "ulur, tanganmu, ulurkan" lirih, pria itu berbisik. "apa kabarmu? maaf tak bisa banyak membantu" kau membalas sambil berbisik, mengenggam tangannya yang berlendir dan bersisik. "senyum, bibirmu, tersenyumlah" ia kembali berbisik. "apa kabarmu? ada lagi yang bisa kubantu?" tanyamu sekali lagi. senyumnya tersungging. tubuh birunya menguning. "baik, membaik. terima kasih, orang asing"

so that's how i learned the lesson
that everyone's alone
and your eyes must do some raining
if you're ever gonna grow
when crying don't help, you can't compose yourself
it's best to compose a poem
an honest verse of longing
or a simple song of hope

menghilang. sang penyembuh segala penyakit menghilang. kau paham sekarang. semua orang sebatang kara, seperti raksasa di hutan terlarang. hujan tiba-tiba meleleh di sudut matamu, sebelum sempat kau kedipkan payungmu. lalu menderas, mengalir, membanjir, tanpa sanggup dibendung oleh mendung. tak apa, sayang. luapkan saja, luapkan sampai samudera menyerah untuk menampung.

that's why i'm singing, baby, don't worry
because now i've got your back
and every time you feel like crying
i'm gonna try to make you laugh
and if i can't, if it just hurts too bad
then we'll wait for it to pass
and i will keep you company
through those days so long and black

menangislah, seakan tak ada lagi petang. menangislah, seakan langit tak kunjung terang. menangislah, seakan bayangmu hilang. namun jangan khawatir, sayang. aku masih disini, menunggumu tenang. bila gelap terasa menghunus bagai pedang, izinkan aku menjadi cahaya kunang-kunang.

we'll keep working on the problem 
we know we'll never solve
of love's uneven remainders
our lives are fractions of a whole
but if the world could remain within a frame
like a painting on a wall
then i think we'd see the beauty then
and stand staring in awe

aku mengerti, sayang. gelombang emosi akan selalu menggulung tanpa toleransi. memakan jiwa-jiwa yang bingung mengejar solusi. namun berhentilah sejenak, sayang. rasakan, rasakan tekstur keping kehidupan. kepingan yang terbingkai dalam sebuah lukisan. lukisan berparas sendu, yang melantunkan lagu rindu. pahit, namun merdu. terasa menyesakkan, sekaligus membebaskan. nikmati, nikmati saja. tatap indahnya gradasi rasa dalam asa. berdiri dalam gemerlap pukau disana.

at our still lives posed
like a bowl of oranges
like a story told
by the fault lines and the soil

seperti semangkuk jeruk. manis masam bercampur dalam satu ceruk. telan saja, sayang. tak ada bedanya, semua jeruk adalah jeruk. tak ada bedanya, melambung maupun terpuruk. tak ada bedanya, baik ataupun buruk. garis tipis pembedanya hanya ekspektasi yang muluk-muluk. kubur dalam-dalam dalam tanah sadarmu, sayang.

Saturday, September 1, 2012

#1 the tallest man on earth - the gardner

0 comments


i sense a runner in the garden
although my judgements known to fail
once built a steamboat in a meadow
cos i'd forgotten how to sail

i know the runner's going to tell you 

there ain't no cowboy in my hair
so now he's buried by the daisies
so i could stay the tallest man in your eyes, babe

i sense a spy up in the chimney

from all the evidence i've burned
i guess he'll read it in the smoke now
and soon to ashes i'll return

i know the spy is going to tell you 

it's not my flag up in the pole
so now he's buried by the lilies
so i could stay forever more in your eyes, babe

i sense a leak inside my phone now

from all the lies i have told
i know he has your private number
and soon he'll make that vicious call

i know the leak is going to tell you 

there ain't no puppy in your leash
so now he'll fertilize the roses
so i could stay the king you see
in your eyes, babe

so now we're dancing through the garden

and what a garden i have made
and now that death will grow my jasmine
i find it soothing I'm afraid

now there is no need for suspicion

there ain't no frog kissing your hand
i won't be lying when i tell you
that I'm a gardner I'm a man
in your eyes babe


###

"that i'm a gardner i'm a man, in your eyes babe"

"itu mulu sih lagunya, ganti dong"

"kamu tau kenapa aku ngga bosen-bosennya muterin lagu ini? karna... i'm a gardner, i'm a man, in your eyes, babe"

"ya ya ya, tukang kebun"

"tukang kebun kesayangan kamu"

"tukang kebun gombal"

"tukang kebun gombal kesayangan kamu"

###

"that i'm a gardner i'm a man, in your eyes babe"

kali ini, lagu itu mengalun di telingaku. i-pod sialan, selalu begitu. men-shuffle lagu-lagu yang tidak ingin aku dengar, namun tetap aku dengarkan. sialan, i-pod sialan, sialan, sialan tujuh turunan. aku mengumpat dalam hati.

lihat taman ini, sayang. bunganya sudah bermekaran sekarang. warna-warni, indah sekali.

"ada yang putih, dan ada yang merah. setiap hari, kusiram semua. mawar melati, semuanya indah"

ah sudahlah. tidak ada gunanya lagi. aku juga heran, masih saja ku rawat semua tanaman ini. masih betah saja ku pandangi lama sekali. bahkan terkadang, ku ajak mereka berbicara, seolah mereka manusia juga.

tanaman-tanaman ini, mengingatkanku padamu, sayang. ah ya, aku memang tidak pernah lupa, tidak ingin lupa, dan memang tidak bisa lupa.

###

"gw ada lagu nih, enak. judulnya "the gardner", penyanyinya the tallest man on earth"

"kenapa harus tukang kebun?"

"udah dengerin aja"

###

aku masih ingat pertama kali kamu mengenalkan lagu itu padaku. aku tidak tertarik. aku lebih tertarik mendengarkanmu bicara, mencoba menginterpretasikan makna lagunya. aku lebih tertarik memperhatikan pupil matamu yang membesar dan gairah yang menyemburat dalam intonasi suaramu saat bercerita. aku lebih tertarik padamu, bukan pada lagu itu.

###

"liriknya bagus"

"ya kan? menurut lo lagunya tentang apa?"

"hmm.. tentang tukang kebun dan bunga-bunganya. tentang kekhawatiran tukang kebun itu, takut salah merawat, takut layu, takut, banyak takutnya. gitu bukan? tau deh, ngarang, haha"

"haha, bisa-bisaaa.."

"emangnya tentang apa?"

"kalo menurut gw ya, lagu ini bercerita tentang inner-struggle si vokalis, dimana ada banyak ketakutan dalam dirinya, tapi dia berusaha berjuang melawan sifat-sifat buruknya. kaya lagi menanam, memupuk, dan menyuburkan 'bunga-bunga' yang dia siapin di 'taman' yang dia bikin buat kekasihnya.

2 verse terakhir, tentang gimana akhirnya dia berhasil menyelesaikan 'taman' yang dia buat untuk kekasihnya. kematian dari keburukan dia semakin menyuburkan dan memperindah 'taman' yang dia buat"

"hmm.. dalem ya"

"gw paling suka verse terakhir, dia kaya bilang ke kekasihnya, "walaupun taman ini susah buatnya dan sekarang sangat indah, bukan berarti gw seorang pangeran super, kaya cerita pangeran kodok yang berubah jadi manusia. atau kaya midas yang bikin emas dari sentuhannya. gw bikin ini dengan susah payah loh, dengan kemampuan yang terbatas sebagai manusia, 'a man', tapi gw akan tetap berusaha jadi 'tukang kebun' yang baik, supaya taman ini tetap indah, nyaman, dan damai buat kita bermain dan melepas penat di tengah bisingnya dan kotornya dunia" gitu. haha, lebay ya?"

"bagus, liriknya bagus"

###

aku masih ingat, setelah itu, kita makin sering bertukar cerita. mulai dari membahas makna lirik lagu, sampai membahas makna hidup. mulai dari membahas "kenapa tukang kebun", sampai "kenapa hidup itu seperti berkebun". mulai dari membahas apa saja kecuali kita, sampai tidak membahas apapun kecuali kita.

###


"that i'm a gardner i'm a man, in your eyes babe"


sudah selesai. lagunya sudah selesai mengalun di telingaku, namun tidak di kepalaku. seperti kamu. kita selesai, namun tidak dengan taman ini.


kamu selalu bilang, ini tamanmu, yang kau persembahkan untukku. ah, bukan, sayang. ini bukan tamanmu, bukan juga tamanku. ini taman kita.


sialan, kamu sudah menjebakku jadi tukang kebun.