#10 i don't wanna miss a thing - aerosmith


i could stay awake just to hear you breathing
watch you smile while you are sleeping
while you're far away and dreaming


"nguap mulu. jangan tidur, le. melek melek"

cih, mana bisa aku tidur kalau kamu menemaniku begini? insomnia, adrenaline rush dari deadline, kopi, musik, dan kamu. sudah over dosis. seandainya aku petugas siskamling, mungkin dengan dosis sebanyak ini, aku bisa jaga ronda keliling 7 hari 7 malam. dan aku rasa, paling juga kamu yang akan tertidur menemaniku mengerjakan semua ini.

nah kan ya, benar saja. kamu yang tertidur.

aku menghentikan sejenak pekerjaanku, mengamatimu yang sepertinya kelelahan, tapi masih saja bersikeras menemaniku. aku tak bisa mencegah diriku tersenyum. pulas sekali sepertinya tidurmu. tangan ini tanpa sadar bergerak membelai kepalamu. tepat di saat akal sehatku mencegahku, kamu membuka matamu.

"eh? gw ketiduran ya? haha, sori ya"

aku tidak menyahut.

"yaaah, le, kok diem aja? ngambek ya? maaf deh, besok gw traktir lunch, gimana?"

bukan. bukan itu. kenapa? apa maksud semua ini? kenapa kamu terlalu baik kepadaku? kenapa kamu memilih menemaniku di sini, di kantor yang sudah sunyi senyap, sementara kamu bisa pulang dan tidur dengan nyaman di rumahmu. kenapa?

aku sudah terbiasa begini. mengerjakan semua pekerjaan lemburku seorang diri. pulang pada pagi hari, kemudian kembali lagi di siang hari. sementara kamu? pagi hari nanti, kamu harus bertemu klien bukan?

"lo pulang aja gih. ngapain sih di sini nemenin gw doang?"
"sekalian lah. rumah gw jauh, males balik jam segini, nanggung"
"emang lo bawa perlengkapan buat besok?"
"selalu. eh lo mau titip apa? kopi? cemilan? gw mau ke mini market di bawah, beli rokok sama kopi"
"kopi ngapain beli sih? bisa bikin sendiri di pantry. lagian, makasih, udah overdosis kopi gw"

...dan overdosis kamu. kenapa? kenapa sulit sekali? selama ini aku berusaha membangun bentengku, tapi seakan-akan benteng itu terbuat dari kapas, dan aku membangun sesuatu yang sia-sia, karena kamu selalu datang seperti angin ribut yang meniup benteng kapasku.

perasaanku berkecamuk, seiring menghilangnya kamu dari pandangan, meminta izin pergi sebentar. ah kamu, pergi saja selamanya, pergi dan menghilang dari alam pikiranku. aku menghela napas panjang, dan kembali mencoba berfokus pada pekerjaanku.

"nih"

kamu kembali, membawa 2 cangkir kopi dan sekotak cokelat. merek favoritku.

"ih dibilangin gausah. ngga liat apa kopi gw aja blom abis? lo mau bunuh gw pake kafein ya? dan itu cokelat buat apaan? banyak banget lagi sekotak"
"yang itu udah dingin, buang aja. ini masih anget. daripada lo gosok-gosok lengan mulu kedinginan, mending minum yang anget-anget kan? cokelatnya simpen aja buat stok. i know you'll need sweet escape"

i could spend my life in this sweet surrender
i could stay lost in this moment forever
where every moment spent with you is a moment i treasure


seandainya kamu tahu, ucapanmu barusan punya kekuatan menghangatkan 10 kali lipat dibandingkan kopi hangat bercangkir-cangkir sekalipun. juga 10 kali lipat membuat jantungku berdetak lebih cepat.


"makasih ya. sori jadi ngerepotin lo mulu" sambil tersenyum, akhirnya aku menyambut cangkir kopi hangat yang kamu tawarkan. kamu dan kopi. bagus sekali ya kombinasinya. sebentar lagi 
jantungku meledak nampaknya.

###

"hah? lembur lagi hari ini? gila ya lo. cewek lemburan. ngga dicariin apa sama bonyok?"
"ya apa boleh buat. resiko kerjaan lah. lo tau sendiri"
"mau ditemenin lagi ngga?"
aku menggeleng keras. "ngapain sih? lo juga, ngga dicariin apa sama bonyok?"
"yaelah, gw kan cowok. apaan deh, kayak anak bayi baru merangkak aja, dicariin kemana-mana"
"ngga dicariin... tasya?"
"dicariin lah, haha. tapi dia ngerti kok kalo gw emang sering lembur"
"iya, lembur nemenin gw" gumamku dalam hati.

ternyata malam ini kamu tidak bisa menemaniku lembur. kamu meminta maaf sekali kepadaku, karena ternyata kamu harus terbang ke surabaya untuk bertemu klien.

baguslah. lagipula, aku juga tidak pernah memintamu menemaniku. inisiatifmu saja yang terlalu tinggi. dan kenapa kamu harus minta maaf? dan kenapa juga aku harus merasa sedikit........ kecewa? cih.

"maaf ya. anggep aja cokelat yang kemaren itu gw. gotta go, udah boarding. bye" kamu menutup telepon, dan aku menghela napas panjang, menatap tumpukan pekerjaan yang menanti. dan menantimu.

AKH! apa yang aku pikirkan barusan?

###

i don't wanna close my eyes, i don't wanna fall asleep'
cause i'd miss you baby and i don't wanna miss a thing'


suara aerosmith mengalun dari telepon genggamku.

"halo"
"hei lembur girl, weekend ini lo kemana? gw baru mendarat nih"
"sabtu kerja. minggu blom tau. paling tidur di rumah, perbaikan gizi, bales dendam lembur 3 hari berturut-turut, haha. atau kalo bosen paling ke toko buku. kenapa emangnya?"
"sip. see you on sunday!"

telepon ditutup. apa-apaan ini?! alam semesta seperti tidak puas mempermainkanku, telepon genggamku berdering lagi.

"hai le. sori, ganggu ngga nih gw telpon malem-malem gini?"
"halo sya. ngga kok, lagi lembur juga gw nih di kantor"
"duh sibuk banget kayanya. apa kabar sih lo? meet up yuk weekend ini. udah lama nih ngga ketemu lo. kangen juga"

oh Tuhan. apalagi ini?!

"weekend ini ya? duh sori banget sya, gw udah ada acara. next time gmana?"
"oh okay. next time harus ketemuan ya"
"atur aja"
"sip! see you next time"

tasya, maaf.


eh, tunggu...

"halo"
"sya, sori balik nelfon. kayanya bisa deh. ada sesuatu yang mau gw omongin juga sama lo..."

Comments