japan trip part 1

"ada ongkos yang tidak bisa dilihat dengan nominal. saya sering menyebutnya 'buying' experiences'" - life traveler
aaah, iya banget! jadi inget trip ke jepang. a priceless trip that no way i could forget. sebenernya ini super telat buat diceritain karna udah lewat sekian bulan, tapi yaudalah ya. siapa suruh ada pepatah "better late than never"? (lah, nyalahin)

jadi, waktu itu gw pergi bertiga sama temen gw (karina dan ihlen). ke jepang selama 17 hari tentunya ngga murah, tapi membeli pengalamannya itu... emang bener, ngga bisa dinilai dengan nominal :')

gw pergi ke sana dengan kondisi baru sembuh 4 bulan dari patah tulang, budget terbatas, daaan.. dengan kemampuan pengelolaan keuangan dan per-packing-an yang super minim. haha, nekat seribu satu persen.

walaupun nekat, tetep aja, kami cukup pintar untuk ngga nekat buta, alias pergi traveling tanpa persiapan. yah, kecuali ihlen, si manusia terima jadi. zzz.

setelah proses pencarian dan penyusunan itinerary (tugas gw) + budget planning (tugas karina) + mapping, akses transportasi dan akomodasi (HARUSNYA tugas ihlen), gw menemukan solusi tepat untuk mengurangi beban kami, yaitu "wishclub bus trip"

tur ini semacam tur lokal non profit yang dikoordinir sama orang jepang asal shizuoka namanya mochan, dibantu pacarnya (erika). berhubung tur ini udah diatur semuanya sama mochan selama 8 hari, tugas kami untuk menyusun sisa perjalanan 'tinggal' 9 hari. HORE!

kami udah yakin banget ini tur akan jadi mahal secara pengalaman. dan ternyata, lebih dari sekedar mahal, tur ini ngga dijual karna terlalu berharga.

that blessing when high expectation meets beyond imagination :')

ada sekitar 15 orang yang ikut dalam tur wishclub. orang-orang ini berasal baik dari mancanegara maupun orang-orang lokal. kami semua ngga saling kenal sebelumnya, tapi sepanjang perjalanan, proses saling mengenal tentunya berlangsung. dan inilah yang bikin trip kali ini jadi super berkesan: traveling with foreigners.

ah, perbedaan emang selalu jadi isu yang menarik ya. warna kulit dengan penampakan fisik manusia dari belahan bumi bagian mana-mana yang beraneka ragam berkumpul jadi satu. di situ, ras asia terlihat paling mungil diantara para kaukasian. hihihi.

selain karna perbedaan fisik, perbedaan budaya juga bikin kami saling "ah ya, kok gw ngga pernah kepikiran ya?". salah satu contohnya adalah saat gw ngobrol dengan mai, orang jepang asal shizuoka. salah satu temen ngobrol yang tek-tok nya dapet banget.

gw waktu itu penasaran banget kenapa sering ada bunyi sirine ambulans di tengah malem sampe pagi buta, padahal jarang ada kecelakaan lalu lintas. sakit kah? atau bunuh diri kah? dan mai dengan mata membulat dan kaget bilang "even i'm japanese, i never realize that. will find out later and tell you"

dan gantian, saat gw ngobrol sama karina pake bahasa indonesia, kami dikomen "why are you guys talking so fast and always end you sentence with vocal?" haha, masa sih? ngga sadar. padahal bahasa jepang juga banyak diakhiri dengan huruf vokal, kan?

hal menarik lainnya, ngga semua orang bisa bahasa inggris. tapi hal itu ngga menghalangi rasa penasaran dan keinginan untuk komunikasi. walhasil, cerita demi cerita mengalir dengan bahasa kalbu, haha.

interesting isn't it? how people actually speak global language. not english, but a language that uses codes, symbols, or anything to make people understand, and somehow in a strange way, we do understand what other's trying to say.

peserta tur berubah-ubah karna yang ikut bebas datang dan pergi, disesuaikan dengan itinerary masing-masing. ada yang ikut sepanjang tur, ada yang beberapa hari, ada yang one day tour, bahkan ada yang sekedar say hi sekalian numpang ke tempat tujuan.

isn't it like life? people come and go, and in every good bye, there is new good hello.

gw pernah penasaran nanya ke mochan:

gw: "i wonder, how you handle all the heartbroken feeling of goodbye?"
mochan: "actually i hate goodbye. so i just call it 'see ya' then"

hihi, menarik yah mochan. suatu saat, kalo ada rezeki dan kesempatan, gw mau banget balik ke sana dan ketemu mochan lagi. seseorang yang seolah-olah punya sayap, terbang dan hinggap dari satu manusia ke manusia lain. seseorang yang sangat menikmati hidup dengan segala pola interaksi manusia di dalemnya.

joining an interesting tour with that interesting guide tour was... exceeding happiness :)

aaah, terlalu banyak hal menarik buat diceritain. satu-satunya hal yang ngga menarik buat diceritain adalah... ngga ada. semuanya menarik! mengutip quote yang gw pajang di wallpaper desktop gw:

"traveling. it gives you speechless then turns you into storyteller"
yes. indeed.

Comments