Hari ke-15: Kenapa Menulis?

"Apa sih alasan kalian nulis? Lalu motivasinya apa?" -@30haribercerita
Hmm.. kalau gw bilang karna gw suka, kuat nggak alasannya? Sebenernya bukan soal kuat atau nggak sih, cuma hmm.. gimana ya ngejelasinnya?

Pernah nggak sih lo kebingungan sendiri saat ditanya kenapa lo melakukan sesuatu? Karna nggak ada alasan lain selain karna suka. Dan kalau ditanya kenapa suka, cuma bisa bilang "Nggak tau, suka aja"

Sama kayak kalau lagi suka sama seseorang dan nggak bisa jawab kenapa. Karna suka itu nggak selalu harus punya alasan kan?

Kalau ditanya soal motivasi, motivasi apa dulu nih? Motivasi nulis apa motivasi nulis blog apa motivasi nulis blog selama 30 hari apa motivasi nulis blog selama 30 hari dan disebarluaskan di Twitter? Haha, ribet.

Kalau motivasi nulis, karna pengen, butuh, dan harus. Gw pengen mengenang dan dikenang, maka gw nulis. Gw butuh penyalur emosi, maka gw nulis. Gw harus menyampaikan sesuatu, maka gw nulis. Sesimpel itu, sekaligus nggak sesimpel itu.

###

Lanjut soal motivasi nulis blog.

Berawal dari dunia perfandoman jejepangan dimana sharing adalah 'nyawa' dari sebuah forum, gw sadar, semua orang suka cerita. Sebagian suka bercerita, sebagian suka menyimak cerita, dan sebagian lagi suka keduanya.

Awalnya, gw lebih banyak menyimak ketimbang bercerita. Tapi lama-lama, nggak adil rasanya kalau gw nggak turut menyumbang cerita. Akhirnya di tahun 2008, jadilah blog pertama gw. Bukan di sini. Ya ada deh pokoknya di suatu tempat (dih, sok misterius).

Eh btw, ini kok jatohnya jadi asal-usul ya, bukan motivasi? Ya apa pun lah.

###

Lanjut soal motivasi nulis blog selama 30 hari.

Dari kecil, gw nggak pernah sukses buat konsisten nulis diary tiap hari. Gw nulis sesuka hati kapan pun gw pengen nulis. Seringkali, saat gw baca ulang diary-diary (yang sekarang udah pada entah ke mana), gw suka nyesel sendiri, kenapa sih jadi orang kok susah amat buat rajin.

Lupa terinspirasi dari mana, pokoknya tentang suatu program menulis selama 30 hari, akhirnya gw coba menantang diri sendiri, bisa nggak ya selama sebulan gw rutin nulis tiap hari? Ternyata gagal berkali-kali. Konsisten itu susah, Jendral!

Tapi sebetulnya sih yang esensial bukan di gagal atau berhasilnya, melainkan di prosesnya. Sepanjang niatan gw buat ngejalanin proyek iseng itu (kalau nggak salah tahun 2010), gw jadi 'ogah rugi' dalam artian nggak mau melewatkan momen-momen yang bisa diabadikan dalam bentuk jurnal yang isinya recap-an kejadian tiap hari.

Awalnya males banget, tapi lama-lama jadi terbiasa, walaupun males tetep nggak ilang-ilang, hahaha. Emang ya, ada hal-hal yang dengan mudahnya bisa jadi kebiasaan, tapi ada pula hal-hal yang perlu dibiasakan, contohnya nyatet jurnal ini.

Intinya, gw cuma pengen belajar rajin. Itu aja sih. Seorang pemalas yang khilaf dan mau insyaf.

Akhirnya, di Januari 2012, gw berhasil juga nulis selama 30 hari, walaupun ada beberapa hari yang curang karna di-jama' haha. Tapi gw sih cukup puas sama hasil yang dicapai, mengingat ada lebih dari 30 postingan di bulan itu.

Nggak mau berenti sampai di situ, ada lagi program bikin cerita dari lagu selama 30 hari tiap 3 hari sekali. Kalau ngikutin aturan itu, sebetulnya gw udah berhasil.

Tapi emang dasar anaknya suka nyusahin diri sendiri, gw maunya bikin 30 cerita, nggak peduli selesainya kapan. Yang jelas, selama blom selesai 30 cerita, proyeknya masih berlanjut. Sampai sekarang. Bebel banget sih, Del. Bodo ah.

###

Terus nemu deh program 30 hari bercerita, di mana harus 'setoran' di Twitter.

Sbetulnya tadinya gw agak ragu sih menyebarluaskan postingan-postingan blog gw di Twitter, apalagi tiap hari kaya gini. Berasa gimanaaa.. gitu, mengingat isinya kebanyakan nyampah doang, nggak berbobot, haha.

Tapi sama halnya dengan motivasi (apa asal-usul?) nulis blog, nggak adil rasanya kalau gw cuma jadi pembaca pasif, menyimak cerita-cerita yang di-link di akun @30haribercerita doang tanpa gantian bercerita. Dan terbukti, berbagi cerita itu emang menyenangkan. Selalu. Hihi.

Jadi, begitulah. Menjawab nggak? Nggak ya? Yauda deh (Nanya sendiri jawab sendiri)

Comments