Hari ke-19: #12 Pelangi di Matamu - Jamrud


"Eh, ada apaan tuh?" Kamu menunjuk mataku. Keningmu berkerut.

"Hah?" Aku refleks memegang mataku.

"Oh, pelangi toh"

Aku tergelak, "Lo mau tau nggak kenapa di mata gue ada pelangi?"

"Contact lens?"

"Demi apa pun, asli, fail banget sih, Tuan Benizolaaa. Karna gue abis ujan dan lo mataharinya. Ah kan, anti klimaks"

Kamu tertawa, namun sedetik kemudian air mukamu berubah serius, "Kei, jangan sering-sering ujan ya"

"Ben, lo lagi kesambet apa sih? Tumben banget. Mendadak gombal, mendadak fail, sekarang mendadak serius. Udah ah, gue laper. Para 'mendadak' lo itu bikin laper tau ngga? Hahaha. But anyway, makasih ya udah mau nemenin makan. Emang the best sobat in town banget deh lo. Mau pesen apa nih?" Aku membuka buku menu dan mulai memilih-milih makanan.

"Saya nggak lagi gombal dan saya pesen kamu"

"Ben, apaan sih?"

"Saya serius. Saya pesen kamu nggak sering-sering ujan. Saya pesen kamu lupain Teddy. Saya pesen... ah, nggak usah pelangi, bikin ujan kamu reda aja nggak bisa. Kalau saya jadi dia, mending bikin kamu gosong kepanasan daripada harus ngeliat kamu ujan terus tiap saat"

"Hahaha, analogi lo tuh ya. Udah ya, nggak usah dibahas lagi. Kita ke sini mau makan, bukan mau ngebahas elemen langit. I'm okay, okay? Jadi, mau pesen apa nih?"

Kamu menghela napas.

Ada yang lain, di senyummu
yang membuat lidahku, gugup tak bergerak
Ada pelangi, di bola matamu
yang memaksa diri, tuk bilang...

"Nasi goreng sama es teh manis aja deh"

Comments