Hari ke-5: #11 A Face to Call Home - John Mayer


Dear,
Kesayanganku di Ujung Dunia Bagian Sana

Hai, apa kabar? Haha, basi ya aku tanya kabar.

Tapi aku serius mau tahu kabarmu. Saat ini dan setelah kamu membaca suratku nanti.

Aku serius mau tahu kabarmu. Saat ini dan setelah aku pulang nanti.

Aku serius mau tahu kabarmu. Saat ini dan setiap saat.

Jadi, apa kabar? Tolong jangan jawab "baik-baik saja" walaupun aku pastinya berharap kamu benar baik-baik saja.

Walaupun kamu belum bertanya, walaupun aku tidak tahu kamu mau tahu kabarku atau tidak, aku beritahu saja dulu. Aku di sini tidak baik-baik saja. Selain karna musim dingin yang menusuk tulang, pembahasan terakhir kita lebih menusuk pikiranku.

Tentang kecemasanmu kepadaku. Tentang keraguanmu pada jarak yang membentang. Tentang ketakutanmu akan kegagalan. Tentang segalanya yang menghantuimu. Pilihan. Komitmen. Masa lalu. Dengannya.

Tentang kecemasanku kepadamu yang mencemaskanku. Tentang ketidakpercayaan diriku untuk meyakinkanmu mengenai jarak yang membentang. Tentang keinginanku untuk berhasil. Tentang segalanya yang menghantuiku. Pilihan. Komitmen. Masa depan. Denganmu.

Kamu boleh tidak percaya. Aku juga tidak tahu bagaimana caranya untuk membuatmu percaya. Aku tidak pandai berkata-kata, tapi mungkin sebait lagu ini bisa mewakili:

A face to call home
A face to call home
You got a face to call home

Kamu, rumahku.

Email sent.

###

1 email received.

Then go home soon.

Email sent.

###

1 email received.

Soon, my home :)

Email sent.

--------------------------------------------------------------------------------

Terinspirasi dari cerita seorang teman, dimana gw udah janji bikin 1 cerita fiksi buat dia. Kenapa tagarnya #11? Karna gw udah berkomitmen buat nyelesaiin proyek #30harilagukubercerita dengan 30 cerita dari 30 lagu di bulan September yang lalu. Masih ada 19 lagu lagi, dicicil deh, entah butuh waktu berapa lama. Bisa nggak ya selesai bulan ini? Mari dicoba dulu aja.
"I mean what I say, I say what I mean" - Dr. Seuss

Comments