Hari ke-9: Laut

Nggak kok, nggak salah urutan. Emang sembilan. Dellapannya sengaja gw longkapin. Nggak kok, nggak salah ejaan. Sengaja. Lanjut (lah mulai aja belom).

Tadi pagi, sebelom berangkat kantor, gw sempet nonton sepintas tentang liputan Anang dan keluarga yang lagi liburan ke Maldives. Ngga ngerti lagi lah kerennya itu pulau. Suatu saat, gw mau ke sana. Ralat. Akan ke sana. Aamiin dulu deh, seperti biasa, hehe.

Gara-gara ini, gw jadi inget trip waktu ke Vietnam dan Thailand 2 taun lalu bareng 3 orang temen gw. Dalam 11 hari perjalanan, kami menyisihkan 1 hari buat berkeliling Phuket, tepatnya Phi Phi Island, pulau cantik yang konon katanya pernah jadi lokasi syuting The Beach.

Cantik, cantik banget pulaunya. Kalo pulau itu ibarat wanita dan laut itu pria, mereka emang bener-bener pasangan serasi. Pulau dan laut. Pulaut. Tak terpisahkan. Nenek moyangku seorang pulaut. Gemar mengarung luas samud... Oke, stop sebelom mulai nyanyi.

Waktu itu, pas banget momennya gw lagi 'melarikan diri' dari realita. Entah namanya melarikan diri atau bukan, secara tiketnya udah dipesen dari jauh-jauh bulan. Tapi mungkin, walaupun nggak ada yang namanya kebetulan, anggaplah itu kebetulan.

Dari pertama ngeliat laut dari kapal, gw udah nggak sabar banget mau nyebur dan snorkeling sambil ngasih makan ikan-ikan. Tapi justru, momen-momen paling menentramkan adalah saat gw mengapung pasrah di tengah laut sambil bengong sendirian, rasanya kayak terhisap magisnya lautan. Gw seakan-akan lupa segalanya.

Lupa permasalahan saat itu. Lupa teriknya matahari yang berada tepat di atas kepala, yang sukses membakar kulit gw yang cuma berbalut bikini. Lupa gw masih ada di bumi. Bahkan gw lupa gw masih manusia.

Rasanya gw seolah-olah lagi berada di dunia lain di mana gw bernapas dengan insang, punya sisik, punya selaput, dan berjalan dengan berenang (jadi, berenang apa berjalan?)

Ada di tengah lautan tentunya bikin gw ngga bisa ngeliat apapun di dasarnya. Udah terlalu dalam dan gelap. Tapi biarpun begitu, biarpun gw nggak bisa liat apa-apa, gw nggak butuh liat apa-apa. Gw cuma butuh merasakan. Merasakan kontrasnya suhu air dan panasnya matahari. Merasakan kulit tangan yang semakin mengeriput. Merasakan tiap tarikan dan hembusan napas gw sendiri. Merasakan rasa.

Ah, pesona laut tuh emang ya... memabukkan. Nggak heran ada istilah mabuk laut. Eh, salah istilah ya.

Sekarang, sepertinya gw butuh tempat 'melarikan diri' lagi. Pantai. Laut. Sebentar aja... Sebentar aja... Sebentar aja... kok.

Comments

Anonymous said…
mau diajak, apa mau ngajak?:p
mau dibayarin, haha. ini siapa deh?