Posts

Showing posts from March, 2013

No Title

"To philosophize, one must confess" -Hajime Tanabe Therefore, I confess.

Therefore, I'll write here like no one's reading. No, not that I want to philosophize, it's just... I need to write down things. I feel this urge to catharsize. Fuck grammar, fuck audience, fuck everything. I'm writing now for no one but me. Sometimes, we gotta be selfish for our own good, yes?

So... where should I start from?

Okay, I'll start from thing I want. People say, pursue what you really want. But the problem is, what I want now seems non-sense and worthless to most people around me. But I understand, they just can't understand. They never be in my shoes. I am.

So, it's okay. I fully acknowledge my consequence. My willingness is stronger than my body, beyond my limit, and worth more than what's tangible. And nothing worth having comes easy, yes?

But for what comes easy, one must still struggle. Like Sisyphus. And now, I feel like Sisyphus. Doing worthless task b…

Marchic

Barusan di kereta tiba-tiba gw kepikiran nama buat bulan ini: Marchic! Bulan lalu ngga sempet bikin nama, jadinya lewat gitu aja Februarinya. Jadinya pas tadi terlintas "Marchic", langsung kegirangan sendiri, trus jadi pengen nulis. Iya, emang ngga penting banget sih.

Gw sebenernya lagi menghindari recap-an, karna tau pasti bakal stres ngitungin tanggal, hahaHIKS, tapi berhubung sekarang lagi pengen, jadi yaudalah ya, mari menelusuri lagi, apa aja yang terjadi sepanjang Marchic ini?

Jadi gini, akhir-akhir ini tuh gw punya 'hobi' baru: ngecekin dan nyoret-nyoret kalender. Dan ngga berasa banget, tau-tau bentar lagi udah mau abis aja Maretnya, bulan di mana banyak 'pertama kali' akan sesuatu. Dari hal-hal cemen sampe hal-hal yang... gitu deh.

Pertama kali berani pake contact lens. Pertama kali rasanya butuh banget dopping karna harus banget sehat, padahal biasanya anti-obat dan takut over dosis (lebay banget emang). Pertama kali punya tempat tinggal dan singgah…

Estafet Buku Ketiga: "The Little Prince"

Image
Buku ketiga yang mau gw lepas ke semestanya Estafet Buku adalah The Little Prince. Secara garis besar, buku ini bercerita tentang perjalanan seorang anak kecil yang berasal dari planet yang nggak lebih besar dari rumah. Istilahnya: "lurus ke depan tidak membawa kita terlalu jauh"

Anak ini bernama Little Prince (Le Petit Prince, Pangeran Kecil, atau apa lah sebutannya). Dia bertualang di alam semesta, dari planet ke planet, bertemu orang-orang dewasa yang menurutnya aneh, dan berakhir di bumi.

Seperti 2 buku sebelumnya, Kangen Indonesia dan Hembus Angin Utara, gw juga akan memperlakukan buku ini secara spesial lewat bahasan singkat di sini. Dan seperti 2 buku sebelumnya juga, The Little Prince ini merupakan salah satu buku favorit gw. Kenapa?

Pertama, pada dasarnya, gw suka buku anak-anak yang penuh ilustrasi. Dan buku ini ho-oh banget.

Kedua, karna gaya penceritaannya yang ringan dan tipikal dongeng, sekaligus filosofis dan kontemplatif. Sekilas emang keliatannya ini buku b…

First Thing First!

Pilihan tuh kayak Gugur Bunga ya, mati satu tumbuh seribu. Butuh banget deh emang bikin Urgent/Important Matrix. Masalahnya, yang nggak mendesak dan nggak penting tuh biasanya distraksi yang menarik. Ah, cemana ini godaannya tipikal 'Gugur Bunga' banget.

First thing first, Del!

Anggep aja lagi packing. Belajar milih. Mana yang perlu dibawa, mana yang perlu ditinggal. Ngapain banget kan, misalnya mau pergi ke Swiss, tapi hebohan 'fashion show' bikini mana yang mau dibawa, padahal alesannya karna pengen doang. Percuma, nggak bakal kepake juga sih.

Yah, kecuali mau ski-an pake bikini.

Dan ada aja gitu yang bikin dilema banget. Misalnya lagi di Swiss, trus nemu toko yang menggelar diskon besar-besaran untuk produk musim panas, yang udah tinggal hari terakhir banget.

Super nggak penting tapi mendesak. Kapan lagi coba punya bikini bulu ala Swiss dengan harga murah kan? Ditambah, tali bikini yang lama bahkan sampe pake karet gelang buat nyambunginnya, saking udah nggak ngerti…

Absurdism of Sisyphus

Berhubung pagi ini dengan tumbennya gw bangun (terlalu) pagi dan punya banyak waktu buat baca tapi sedikit bacaan, gw iseng buka-buka buku The Philosophy Book yang udah dibeli dari bulan Januari lalu tapi baru gw sentuh sekarang.

Buku ini berisi kompilasi pemikiran para filsuf yang -menurut gw- cukup ringan dibaca untuk orang awam, dengan format layout design yang super bikin nyaman mata.

Seperti biasa, gw baca secara acak, ngeliat dari judul yang menarik. Judul pertama yang bikin gw ter-hook adalah tentang pemikiran Albert Camus. "Life will be lived all the better if it has no meaning"Albert Camus ini adalah seorang jurnalis, penulis, dan filsuf beraliran absurd. WUOH! Gw baru tau loh ada aliran filosofi absurdism. Haha, telat ya baru tau sekarang.
Di situ dijelaskan mengenai 'embracing meaningless life', di mana Albert Camus mengambil cerita mitologi Yunani tentang Sisyphus, seorang raja yang dihukum oleh seorang dewa untuk mendorong batu besar yang super berat ke atas…

INFP

Image
Gara-gara Cune nge-post gambar di atas di Tumblr-nya, gw jadi inget, dulu pernah ada masa di mana segala tes gw cobain, dari mulai personality test sampe personality disorder test.

Dan itu bervariasi, dengan beragam tipe tes dari berbagai sumber, berhari-hari. Bahkan sampe nyampur-nyampur ke zodiak, shio, golongan darah, dan segala rupa lainnya. Haha, kurang kerjaan banget emang.

Pada dasarnya, gw emang suka nyari tau tentang diri sendiri sih. Soalnya kadang ya, gw suka ngerasa, bahkan gw sendiri pun suka nggak paham sama diri sendiri. Masih banyak hal-hal baru yang ternyata gw baru tau.
Lucu ya, kita suka bilang orang lain sok tau kalo lagi komentar tentang kita, tapi siapa yang tau kalo orang lain ternyata lebih tau tentang kita? Jadi, yang sok tau siapa sekarang?
Eh tapi bukan berarti gw membenarkan orang lain men-judge diri kita sih, cuma yaaah.. kadang, penilaian orang lain tuh ada benernya, sama kayak penilaian kita juga kadang ada salahnya.
Oke, daripada kelamaan muter-muter, …

Relieved

Thank you very much :)