Estafet Buku Ketiga: "The Little Prince"



Buku ketiga yang mau gw lepas ke semestanya Estafet Buku adalah The Little Prince. Secara garis besar, buku ini bercerita tentang perjalanan seorang anak kecil yang berasal dari planet yang nggak lebih besar dari rumah. Istilahnya: "lurus ke depan tidak membawa kita terlalu jauh"

Anak ini bernama Little Prince (Le Petit Prince, Pangeran Kecil, atau apa lah sebutannya). Dia bertualang di alam semesta, dari planet ke planet, bertemu orang-orang dewasa yang menurutnya aneh, dan berakhir di bumi.

Seperti 2 buku sebelumnya, Kangen Indonesia dan Hembus Angin Utara, gw juga akan memperlakukan buku ini secara spesial lewat bahasan singkat di sini. Dan seperti 2 buku sebelumnya juga, The Little Prince ini merupakan salah satu buku favorit gw. Kenapa?

Pertama, pada dasarnya, gw suka buku anak-anak yang penuh ilustrasi. Dan buku ini ho-oh banget.

Kedua, karna gaya penceritaannya yang ringan dan tipikal dongeng, sekaligus filosofis dan kontemplatif. Sekilas emang keliatannya ini buku buat anak-anak, tapi sebetulnya cocok juga untuk orang dewasa. Kalo kata halaman pengantarnya:
"...aku akan mempersembahkan buku ini kepada anak yang kemudian menjadi orang dewasa ini. Semua orang dewasa mulanya adalah anak-anak (meskipun hanya sedikit dari mereka yang ingat)..."
Ketiga, karna si penulis ngambil sudut pandang yang menarik, yaitu anak kecil yang melihat dunia. Somehow gw ngerasa kesindir, haha. Ah, jadi pengen jadi anak kecil terus. Woy sadar umur woy.

Keempat, gw suka dongeng dan suka didongengin, makanya gw suka buku ini karna gw ngerasa kayak lagi didongengin sama tokoh 'Aku'. Siapa 'Aku'? Jadi, di buku ini ada 2 tokoh utama: tokoh 'Aku' dan tokoh 'Pangeran Kecil'. Nah, si Aku inilah yang cerita tentang ceritanya Pangeran Kecil.

Terakhir, dalam petualangan besar si Pangeran Kecil ini, ada 1 kutipan favorit gw. Banyak sih sebetulnya, tapi yaudalah 1 aja, sekalian menutup postingan kali ini:
"...Kau hanya bisa melihat jelas dengan hatimu. Hal yang penting tak terlihat oleh mata"
Jadi, dadah, Pangeran Kecil. Selamat jalan-jalan di semesta yang baru! Semoga apa-apa yang terlihat oleh mata juga bisa terlihat sejelas melihat dengan hati :D

2 comments:

ntiq said...

omaygaaaattttttt, ga sabar nunggu buku ini mampir :))
-@ririnoye-

Jalan tikus said...

Keren nih, bikin penasaran aja

Powered by Blogger.