Wednesday, April 24, 2013

Attitude

0 comments
Beberapa pekan ini gw bawaannya kesel mulu. Uring-uringan mulu. Ngeluh mulu. Pokoknya udah super ngga banget deh. HIH.

Dampaknya, selain jadi capek sendiri, apa yang gw kerjain juga jadi ngga beres-beres. Sok sibuk, padahal gw nya aja yang ngga bisa ngatur waktu.

Gw 'terjebak' dalam alasan-alasan yang ngga beralasan.

Gw banyak mentoleransi diri sendiri, mewajarkan kesalahan-kesalahan konyol yang sebetulnya bisa dihindari.

Gw bersahabat dengan para 'penjahat mental' bernama males, ngga teliti, "yang penting kelar", distraksi, NUNDA-NUNDA, dan lain-lain.

Sampe kemaren untuk pertama kalinya selama 10 bulan kerja, rasanya pengen nangis banget karna kerjaan numpuk, tensi 'senggol-bacok', dan super ngerasa "apaan sih lo ngerjain apa aja sih Del selama ini?! Ngga ada yang beres gini sih! Satu-satu sih kerjain"

Gw ngerasa bersalah banget akan ke-seenak jiwa-an gw. Attitude kerja sembarangan banget. Giliran MB aja dibela-belain, masa kerjaan dicuekin? Percuma aja itu mah! Attitude baik itu adil di tiap bagian.

Yah, semoga selalu ada ruang untuk pembelajaran dan perbaikan. Aamiin.

Ngomong-ngomong soal attitude, tadinya, gw kira gw belajar banyak tentang attitude dari MB. Atau ekskul PD waktu SMA. Atau OSIS. Atau lingkungan anak-anak kom yang cetakannya hebat-hebat itu (sementara gw apa kabar banget, ihik ihik).

Ternyata gw salah.

Oke, ralat. Bukan salah, cuma kurang tepat, karna tiap peran punya porsinya masing-masing pastinya. Tapi ternyata, porsi terbesarnya ada sangat dekat dengan gw, dan sebetulnya ngga perlu nyari jauh-jauh di mana 'akar' gw tertambat.

Rumah. Orang tua.

Barusan, gw abis ngobrol banyak banget sama bokap. Untuk pertama kalinya, bokap cerita tentang perjalanan karirnya. Betapa tiap pindah kerja, alesannya selalu kuat. Prinsipil.

Attitude. Value. Consistency. Integrity. Responsibility. Independency. Sincerity. Honesty. Those intangible aspects he keeps for his entire life.

Beberapa kutipan omongan bokap:

"Kalo kita punya sikap, ngerti cara bersikap, respek itu akan muncul dengan sendirinya"

"Gimana kita bersikap itu pilihan. Kita sendiri yang nentuin, mau positif atau negatif, bukan dari luar"

"Konsisten mempertahankan sikap positif itu susah emang. Di mana-mana yang namanya naik tangga pasti lebih berat dari turun tangga"

Ah papaku idolaku banget deh! GYAAA! Tapi sori ya babeh, anak sulungnya ini gengsi mengakui, haha.

Omongan bokap ini bikin ingatan gw melanglang buana ke momen di mana gw ditegur pak bos beberapa waktu yang lalu.

Gw masih inget banget betapa malunya gw waktu bos gw negur gw dengan cara yang sangat gentle: manggil gw ke ruangannya dan percakapan dibuka dengan "sini tak nasehati sebagai 'ponakan' (bikin tanda kutip), bukan sebagai atasan"

Bos gw bilang:

"Dalam kerjaan, dalam hal apa pun sih, bukan skill atau knowledge yang paling penting, tapi attitude. Skill, knowledge, bisa diasah. Tapi attitude, itu fondasi"

JEGEEER! Apa yang selama ini gw agung-agungkan, gw sebut-sebut, gw ulang-ulang, ternyata balik ke gw. JEGEEER!

'Lucu' banget rasanya saat menyadari bahwa baik bos gw maupun bokap, keduanya sama-sama memegang prinsip yang sama. Dan gw juga jadi sadar kalo ternyata, sampe detik ini gw masih betah di MB, ya karna unit itu punya value yang selaras.

Menyadari hal-hal begini tuh bikin bersyukur sekaligus malu banget, rasanya ngga pantes gw ngeluhin kerjaan, sementara gw 'dikasih' banyak banget pelajaran soft skill dari situ. Ngga tau diri banget yah gw, huhu.

Emang ya, manusia itu makhluk pelupa. Dan kurang beruntung apa lagi gw, ada di lingkungan yang sering 'mengingatkan'.

Coba Del, nikmat mana yang kau dustakan?

Wednesday, April 17, 2013

Mr. Nobody (2009)

0 comments

Kalo kata Wikipedia, film Mr. Nobody ini adalah "a tale about choice".

Intermezzo dulu. Film ini berpotensi bikin bingung karna alurnya yang maju-mundur sampai akhir serta menyangkutpautkan beberapa teori sains, yaitu:
Salah satu cuplikan adegan yang mengaitkan String Theory:

"What was there before the Big Bang? Well, you see, there was no before because before the Big Bang, time did not exist. Time is the result of the expansion of the universe itself, but what will happen when the universe has finished expanding, and the movement is reverse? What will be the nature of time?

If string theory is correct, the universe possess nine spatial dimensions and one temporal dimension. Now we can imagine that in the beginning, all the dimensions were twisted together and during the big bang, three spatial dimensions, the one we know as height, width, and depth and one temporal dimension which we know is time, were deployed. the other six remains minuscule, wind up together. 

If we live in a universe of wound dimensions, how do we distinguish between illusion and reality? Time as we know it is a dimension we experience only in one direction, but what if one of the additional dimension wasn't spacial, but temporal?"

Auk ah, teorinya susah. Dulu gw belajar Fisika aja udah nyerah banget, lah ini lagi. Tapi yaaah.. yang gw tangkep sih intinya tentang kaitan antara alam semesta dan konsep mengenai waktu dan multidimensi ruang, serta segala "what if" nya.

Oh ya, ada satu lagi teori. Eh ini bukan teori sih, mmm.. apa ya? Lebih kepada eksperimen mengenai behavior (bidang psikologi), yang dijelaskan dengan narasi pembuka yang bunyinya:

"Like most living creatures, the pigeon quickly associates the pressing of a lever with reward. But when a timer releases the seal automatically every 20 seconds, the pigeon wonders, "What did i do to deserve this?"

If it was flapping its wings at the time, it will continue to flap convinced that its actions have a decisive influence on what happens. We call this 'Pigeon Superstition'"

Sang merpati menganggap kalo dia mengepakkan sayap, makanan akan muncul. Dia membuat ritual di mana seolah-olah satu hal terasosiasi dengan hal lainnya. Sebuah takhayul. Superstition. Pigeon Superstition. "What did I do to deserve this?"

Intermezzo selesai. Kembali ke film dan pilihan.

Seperti judulnya, tokoh utama dalam film ini adalah Mr. Nobody. Nemo Nobody. Si Nemo ini diperankan oleh beberapa tokoh yang berbeda: Nemo kecil (9 tahun), Nemo remaja (15 tahun), Nemo dewasa (34 tahun), dan Nemo tua (118 tahun).

Nemo dewasa dan Nemo tua diperankan oleh Jared Leto dan mata birunya yang super indah itu. Aih, terbius banget deh liat matanya Jared Leto #salahfokus.

Lanjut. Film ini sebetulnya agak mirip dengan film Buterfly Effect (2004), di mana satu aksi di masa lampau akan berdampak pada kehidupan mendatang.
We can't go back. That's why it's hard to choose"
Nemo hidup dalam pilihan-pilihan yang dilematis, salah satunya adalah ketika Nemo kecil harus memutuskan untuk ikut ayah atau ibunya saat mereka pisah.

Dalam scene saat Nemo kecil dihadapkan pada pilihan "dad or mom?" tersebut, apa yang dia pilih akan berdampak juga pada pilihannya terhadap 1 dari 3 gadis yang ada di dalam hidupnya, juga gimana hidupnya akan berakhir. Hayah, pilihanception.
"Before, he was unable to make a choice cause he didn't know what would happen. Now that he knows what will happen, he is unable to make a choice"
Sampai akhir cerita, penonton ngga disuguhi jawaban gamblang dari pertanyaan yang pasti terlintas saat nonton film ini: sebenernya yang mana yang kenyataan yang mana 'layer' dari 'what if' nya sih?

Endingnya dibiarkan menggantung dan penonton dibiarkan punya interpretasi sendiri-sendiri, walaupun sebetulnya mengarah pada 1 kesimpulan, asalkan mau 'nyari' apa-apa yang tersirat.

Buat gw, serunya film ini terletak pada proses mempertimbangkan pilihan, ketika segala hal masih mungkin, ketika koin masih berada di udara. Kalo kata kutipan di movie posternya:
"If you don't choose, everything remains possible"
Seandainya ya........ 

Monday, April 15, 2013

Target April 2013

0 comments
Telat banget emang, April nya udah jalan separo, eeeh.. gw nya baru bikin target. Zzz.

Pada dasarnya gw bukan anak target-oriented, tapi mau ah kali-kali bikin target. Yang cetek-cetek aja tapinya. Kalo target besar mah........

Jadi, beberapa target cetek yang terlintas adalah sebagai berikut:

  • Kelar Secret Life of Bees
  • Kelar Little Mermaid the Series
  • Kelar Lie to Me (minimal 1 season lah)
  • Kelar Kala-Kali
  • Kelar Shit Happens
  • Kelar film-film yang menunggak di folder "downloads"

Dan terakhir:

  • Kelar berhitung
Titik.

Pokoknya gada cerita ya Del download film baru lagi, beli buku baru lagi, ato mulai berhitung lagi sblom semuanya kelar. Zzz.. apa deh ini distraksi dalam distraksi. Padahal yang lebih penting juga banyak, dan belom kelar juga. Ngek.
"Finish what you have started"

Sunday, April 14, 2013

Api

0 comments
Mengapa sebuah api bisa menyala dan menjalar? Bukan, bukan karena bahan (pem)bakar atau pun karena bahan yang mudah terbakar, tapi karena oksigen. Sesuatu yang tak terlihat, tapi nyata adanya.

Wednesday, April 10, 2013

Recap Maret

0 comments
Kayanya dulu kala udah pernah nulis secuplik recap-an bulan Maret, tapi entah banget bisa ilang secara misterius, zzz -___-

Yaudalah ya, singkat aja. Barusan gw abis recap ulang lagi, dan cukup seneng karna bulan lalu berlalu dengan kegiatan yang padat dan bermanfaat :D

So, let's March on April then!

Rent a Cat, TKA, dan Kelas

0 comments
Beberapa waktu lalu gw abis nonton film Rent a Cat. Garis besarnya, film ini bercerita tentang seorang cewek yang menyewakan kucing-kucingnya untuk orang-orang kesepian. Anggep aja nama cewek ini Jamiko.

Dalam film ini, ada beberapa cerita tentang orang-orang yang menyewa kucingnya itu. Salah satu cerita yang menarik itu tentang seorang sales yang bekerja di tempat rental mobil. Selama 12 tahun dia bekerja, nggak ada satu orang pun yang menyewa mobil, dan dia bekerja sendirian.

Dia kesepian. Jelas, itu tema besar dari film ini. Tapi bukan sisi itu yang gw sorot.

Jadi, suatu hari di musim panas, saat Jamiko lagi berkeliling menjajakan kucingnya, ia tertarik sama sebuah undian liburan ke Hawaii yang diadakan di ruko rental mobil tempat si sales itu bekerja. Ia masuk dan terjadilah interaksi antara Jamiko dan si Mbak Sales.

Di situ, ada sepotong adegan menarik di mana si Mbak Sales menjelaskan tentang kelas-kelas mobil yang disewain. Ada 3 kelas: A, B, C. Untuk kelas A, isinya adalah mobil-mobil high class. Kelas B, mobil middle class. Kelas C? Mobil yang yaaa.. gitu deh.

Trus si Jamiko ini bilang "Kenapa mobil dengan kelas C dapet perlakuan yang beda dengan kelas A? Kenapa kelas A lebih spesial? Gimana kalo mobil kelas C diperlakukan secara spesial? Apa bisa naik ke kelas A? Kenapa sih harus dikotak-kotakin?"

Settingnya, tadinya mereka duduk berhadapan. Trus setelah Jamiko selesai ngomong, dia pindah duduk di bangku waiting list dan ngajak si Mbak Sales duduk di sebelahnya.

Tadinya suasana awkward, tapi akhirnya cair setelah mereka ngobrol-ngobrol. Si Mbak Sales cerita, karna pekerjaannya adalah menyewakan mobil berdasarkan pembagian kelas, selama ini dia terbiasa mengklasifikasikan segalanya.

Orang dengan baju bermerek mahal berarti kelas A, orang dengan handphone tercanggih berarti kelas A, cewek dengan bra cup F berarti kelas A, dan sebagainya.

Trus Jamiko nanya "Jadi, kalo lo sendiri, kelas apa?" Si Mbak Sales diem, dan berkata lirih kalo dia kelas C. Jamiko ketawa. "Berarti kita berada dalam satu kelas. Gw cup A" Dan mereka sama-sama ketawa.

###

Film ini bikin gw inget jaman-jaman ngerjain TKA tentang makanan kucing. Gw menyebar kuesioner tentang kucing peliharaan dan makanannya. Rata-rata, orang yang memelihara kucing kampung ngerasa ngga perlu repot-repot kasih makan makanan kucing. Cukup ikan murahan atau apa lah yang ada di meja makan.

Berbeda dengan pemilik kucing ras. Mereka biasanya kasih makan kucing mereka dengan makanan kaleng ataupun makanan kering. Dari sini keliatan bedanya: kelas kucing ras dan kelas kucing kampung. Ibarat mobil, kelas Mercedes dan kelas Toyota.

Waktu bikin TKA, pembimbing gw kebetulan pecinta anjing dan dia melontarkan pertanyaan yang bikin gw girang karna bertemu dengan pembimbing yang tepat. "Sebenernya kucing/anjing kampung itu apa sih pengertiannya? Kan sama-sama punya ras, walaupun rasnya campuran"

Saat itu rasanya gw pengen tos sambil jingkrak-jingkrak deh, karna pemikirannya SAMA BANGET!

Sebetulnya ya, penyayang binatang sejati biasanya udah ngga peduli ras-ras an. Sayang mah sayang aja. Ada aja yang walaupun kucingnya tergolong 'kucing kampung', sang pemilik memperlakukan kucingnya secara spesial layaknya kucing ras.

Tapi, apa dengan begitu kucing kampung jadi naik kelas?

###

Trus jadi inget, kmaren gw 1 lift sama beberapa orang cewe berpotongan 'wanita karir masa kini' banget (baca: business suite, stilleto, full make-up, hair do, lengkap dengan tas jinjing yang 'berkilauan').

Sementara dalam lift sempit itu didominasi sama para 'wanita karir masa kini', gw cuma pake kaos, jeans, hoodie, sepatu keds, muka polos tanpa make-up, rambut lepek, dan tas gunung. Haha. Saat itu gw refleks senyum-senyum sendiri, ngerasa kocak.

Sebetulnya kaya begini tuh hal yang biasa, ya secara emang di kantor gitu ya, pastilah potongannya orang-orang kantor. Tapi saat itu, rasanya lucu aja. Inget film rent a cat, inget TKA, dan bikin mikir. Kalo misalnya gw ditanya kaya yang Jamiko tanyain "Kalo lo sendiri, kelas apa?", kira-kira gw bakal jawab apa ya?

Sunday, April 7, 2013

Sign

0 comments
Semaleman ini banyak gw habiskan dengan cari tau tentang sun sign, moon sign, dan rising sign. Ternyata beda-beda loh. Singkatnya:
  • Sun sign: sifat dasar kita, karakter secara general. Sun sign inilah yang umumnya kita tau, karna pake perhitungan tanggal lahir (misalnya: gw lahir tanggal 3 Mei, jadi sun sign gw Taurus)
  • Moon sign: our inner-self, apa-apa yang berhubungan dengan sisi emosional dan mood kita. Perhitungan moon sign ini diliat dari jam, tanggal, bulan, dan tahun lahir, juga tempat kelahiran.
  • Rising sign: apa yang nampak dari luar, gimana kita diliat orang lain, our 'tip of iceberg'. Sama kaya moon sign, rising sign -atau sering juga disebut descendant- ini juga diliat dari jam, tanggal, bulan, tahun, dan tempat lahir.
Ih seru! Gw baru tau ada ginian masa, ahaha. Emang ya, kadang keisengan dan rasa penasaran bisa berbuah pengetahuan dan penemuan. Gw baru tau kalo moon sign gw adalah Aries dan rising sun gw adalah Capricorn. Yang gw tau selama ini cuma zodiak gw itu Taurus.

Gw males menjabarkan karna panjang, tapi ini rasanya kaya berhasil memecahkan misteri kenapa jus yang gw minum itu rasa mangga, tapi kok rasanya kaya ngga murni mangga. Ternyata ada campuran jeruk dan tomat di situ, walaupun yang kuat emang rasa mangganya.

Walaupun agak ribet, dunia per-zodiak-an itu menarik banget! Perlu digarisbawahi. Maksud gw bukan tipikal 'zodiakmu hari ini' di majalah yang banyak bicara tentang ramalan jodoh, karir, peruntungan, dan semacamnya, tapi gimana sebuah zodiak turut menyumbang peran dalam pembentukan karakter seseorang.

Dan yang menariknya lagi, kadang, kalo disangkutpautin sama hal-hal yang related ke diri sendiri, semakin banyak membaca malah jadi kaya berasa dibaca. Rasanya geli-geli lucu karna jadi blur batesan antara kalimat aktif dan kalimat pasif.

Tapi, untuk bener-bener mengenal sosok, ngga bisa semata-mata ngeliat dari 'jus zodiak' aja. Ada MBTI, significant others, lingkungan, budaya, pendidikan, golongan darah, shio, DNA, dan 'jus' lainnya. Jadi, ngga heran kalo mempelajari manusia itu rumit. Karna elemen pembentuknya juga kompleks banget.

Bahkan untuk mengenal diri sendiri, masih banyak tersimpan misteri.

Future Plan

0 comments
"Del, rencana lo setaun ke depan gimana?" -Achin
3 hari yang lalu gw diwawancara. Sama MB sih. Tipikal wawancara awal proyek seperti biasa, biar pengurusnya ada bayangan tentang keadaan pasukannya. Tapiii.. efeknya entah kenapa sepening kaya waktu ngobrol sama bokap tentang rencana ke depan, tentang keinginan-keinginan gw.

Nggak tau gw nya yang lebay atau gimana, bawaannya sensitif aja gitu akhir-akhir ini kalo udah ngomongin soal topik ginian.

Saat diwawancara, gw ngejelasin beberapa opsi rencana yang mungkin akan ngaruh ke jadwal MB blablabla. Sang pewawancara, Achin, nanya soal kemungkinan-kemungkinan. Worst thing that can happen. All the 'what if's.

Then my vision blurred. I don't know. I just want this big one thing this year. I have no back-up plan. Well, actually I have. A LOT. But I can't choose. I'm afraid to choose.
"As long as you don't choose, everything remains possible" -Mr. Nobody (2009)
I want every choice remains possible. I want to be flexible. Keep things probable. But that will cost me uncertainty. I hate uncertainty.

Why oh why. Thinking about future plan always give me both excitement and headache, especially after I graduate, after I get my power of freedom, but also responsibility.
"With great power, comes great responsibility" -Spiderman (2002)
Gw anak yang cukup beruntung punya ortu yang ngasi gw kebebasan buat memilih. Dari dulu. Dari kecil. Gw mau ikut ekskul apa aja, bebas. Gw mau ikut les apa aja, selama bonyok sanggup bayarin, bebas. Gw mau sekolah di mana, kuliah di mana, ambil jurusan apa, bebas.

Dulu mungkin gw ngga sadar gw seberuntung itu, bahkan kadang gw ngga bersyukur, karna ada juga masa-masa gw benci banget didikte. Contohnya waktu masuk SMA. Bukan didkte sih, lebih tepatnya 'didoain' buat masuk sekolah yang paling gamau gw masukin, dan ternyata gw masuk.

Tapi makin gede, gw jadi sadar. Kebebasan yang dikasi itu mewah banget. Ngga semua orang bisa dapetin 'kekuatan' itu. Tapi gw juga jadi makin sadar, semakin bebas, justru sebetulnya gw semakin 'terkekang'. Oleh tanggung jawab. Oleh ekspektasi. Oleh resiko.

I have great power to choose what I wanna choose, so that I'm responsible of my own choice.

This is a good thing, but also a bad thing. The good thing is, I become a woman of my own. An independent one. I decide my own decision.

But the bad thing is, sometimes it leaves me a confusion. Like for now. Honestly, for my future, I sometimes secretly wish there's someone who can decide for me, so I can blame him/her if I fail, because it's him/her decision, not mine. Haha.

But I thousand percents sure I'll go rebel if I'm dictated. I can be as stubborn as a mountain. So yeah, no way it's gonna happen. But well, maybe I can use that person (if there's any) so that I can be more sure about what I want because I already sure about what I don't want.

Dih, jahat amat sih, Del.

Ini gw lagi nulis apa sih sebenernya? Ngelantur banget. Mabok. Haha. Yah, intinya sih pergalauan tak berujung. Gw tau emang, gada gunanya galau masa depan tanpa tindakan. Tapi namanya manusia, ngga lepas dari rasa takut.

So... yeah, I'm afraid. But I know I'll be alright. Like always.