#13 Leslie - Nataly Dawn


BUGH!

Barusan, tanpa persiapan, Hidup menggebukku, keras sekali. Aku meringis, mengusap darah yang mengalir dari bibirku yang sobek, dan bersiap-siap membalas pukulan Hidup. Apa-apaan ini?! Enak saja! Dia pikir aku tak bisa membalas perbuatannya yang semena-mena itu? Cih!

Sesaat sebelum aku bangkit dan mencoba menghampiri Hidup, tiba-tiba nyeri terasa di ulu hati. Aku tersungkur. Tubuhku mendadak sulit digerakkan. Sialan kau, Hidup! Amarahku meluap. Hidup masih berdiri dengan tegak di sana, menertawakan aku yang tak berdaya.

BUGH!

Hantaman kedua. Pandanganku kabur.

Sialan...
Siala...
Sial...
Sia...
Si...
S...
...

###

"HAI!"

Aku terlonjak ketika sepasang mata bundar berada hanya 2 cm tepat di depan wajahku. "Kamu sudah bangun?"

Aku bergerak mundur. "Kamu siapa? Aku di mana?"

"Aku Harapan. Tadi kamu pingsan dalam keadaan babak belur, jadi aku bawa saja ke rumahku. Selamat dataaang!" Sesosok yang mengaku bernama Harapan itu merentangkan tangannya dan tersenyum lebar. Wajahnya terlihat berseri, seakan-akan aku teman lama yang dia nanti-nanti.

Pertanyaan demi pertanyaan menari-nari dalam benakku. Aku pingsan? Sejak kapan? Bagaimana dia bisa menemukanku? Aku di mana? Siapa dia sebenarnya? Aku tidak kenal dia, tapi wajahnya tidak asing.

Aku memejamkan mata dan mengatur napas untuk menenangkan diri. Kepalaku rasanya seperti ditusuk-tusuk.

"Yaaah, jangan tidur lagi dooong" Harapan menarikku bangun, namun aku kembali merebahkan tubuhku.

"Aku lelah. Aku mau di sini saja, berbaring seperti ini selamanya. Aku takut bertemu Hidup lagi. Aku takut dia memukulku lagi. Aku takut jatuh terjerembab. Sakit sekali rasanya. Di sini aku aman kan?"

Kulihat sinar wajah Harapan meredup. "Aku bukannya tidak mau membiarkanmu berlama-lama di sini. Aku tidak bisa. Kamu tidak bisa. Kalau tidak percaya, coba saja dan rasakan sendiri", ia berkata lirih, "sebetulnya... aku tidak mau membiarkanmu bertemu dengan Putus Asa"

Sejenak, kami terdiam, namun Harapan mendadak memecah keheningan. "AH! Tadi kau menyebut siapa? Kalau tidak salah dengar, Hidup ya? YA AMPUUUN! Aku bersahabat akrab sekali dengannya. Ah dunia sempit sekali. Dia memang agak galak dan suka membentak, tapi sebenarnya maksud dia baik. YUK! Aku kenalkan"

"EH?! Kamu teman Hidup?! Bagaimana bisa..." Belum sempat aku bertanya lebih lanjut, ia menarikku ke depan sebuah pusaran.

"Masuklah" Harapan tersenyum.

Keningku berkerut. Rentetan kejadian-kejadian yang aku alami ini aneh sekali. "Tunggu dulu! Apa lagi ini? Aku belum siap..."

Masih dengan senyum dan binar matanya yang riang, ia memelukku dan berbisik "Aku percaya kamu selalu siap. Selamat bersenang-senang dengan Hidup. Kalau rindu, larilah yang kencang, dan kembali ke sini. Rumahku, rumahmu juga," Ia melepaskan pelukannya dan menepuk pipiku. "Sampai jumpa!"

Do your best little girl, and have a little fun
Cause life wears you down, and take your for a run

Comments