Once Upon a Time...

"Membaca adalah latihan menulis" - @nulisbuku
BENER BANGET! Gw sangat suka baca tulisan orang-orang yang gw kenal. Juga orang-orang terkenal. Atau orang-orang yang dikenal orang-orang yang gw kenal.

Tulisan mereka bagus-bagus, dengan ciri khas yang terkadang keliatan-tapi-ngga-bisa-dijelaskan. Dan ngeliat tulisan yang bagus, gw juga jadi pengen bikin tulisan yang bagus. Gw pengen tulisan gw itu ibarat kacang yang sekali dimakan, ngga bisa berenti. Err.. aneh ya istilahnya. Bodo deh.

Ah, jadi inget dulu gw pernah dikasih julukan "Ratu Analogi". Zzz, ngga gitu juga sih. Gw cuma ngerasa kalo perumpamaan itu bisa menjelaskan sesuatu secara lebih tepat dan sederhana dibanding penjelasan deskriptif. Masalahnya, nyari analoginya itu yang kadang susah. Soalnya sifatnya situasional banget dan "bego-begoan".

Terkait soal analogi, gw juga sangat suka tipe tulisan yang terkesan ringan, tapi sebetulnya berat dan tersirat. Macem cerita-ceritanya Shel Silverstein, Dr. Seuss, Little Prince, dll.

Gw juga suka cerita fabel. Salah satunya adalah Little Mermaid. Eh, Little Mermaid bukan fabel ya? Ah, yaudalah, anggep aja fabel. Kan ceritanya tentang ikan... duyung.

Gw suka Ariel. Cetek sih. Karna cantik, rambutnya merah, dan tinggal di laut. Udah gitu, doi kan kerjaannya main terus sama Flounder-Sebastian. Bertualang. Selalu penasaran dan hidupnya musikal banget. Ah, saya iri.

Selayaknya siklus kehidupan, Ariel beranjak dewasa, menikah, dan punya anak, namanya Melody. Nontonnya bikin senyum-senyum sendiri. Ngebayangin suatu saat, walaupun pasti pusing ngurusnya, gw bisa bergumam "oh my dear little melody, you give harmony to my soundtrack of life"

Lalala. Apaan sih, Del. Oot ah!

Oh ya, ngomong-ngomong soal fabel juga, waktu SMA, gw pernah baca novel judulnya "Animal Farm". Tipis dan bagus. Gw mencerna bulat-bulat itu sebagai fabel murni, tanpa tau bahwa sebenernya itu alegori dari pemerintahan Uni Soviet di zamannya Stalin dan Lenin.

Itu pun gw taunya karna 'dijebak' ikut nemenin the chair-mate girl, Ezzat, diwawancara sama Bukune. Usut punya usut, doi ngajak gw biar bisa jelasin sama si orang-orang yang wawancara karna dia blom selesai bacanya. Ngeeek.. jebakan betmen -___- Tapi mayan lah, dapet uang saku buat jajan-jajan dan jalan-jalan. AHAHA.

Saat dijelasin sama si pewawancara tentang interpretasi cerita "Animal Farm" itu, gw langsung........ WOW! Sejarah ternyata bisa dikemas semenarik itu yah, lewat fabel.

Dari Little Mermaid, Animal Farm, terus berlanjut ke Little Prince. Dan The Lorax. Beberapa cerita favorit yang super berkesan dan melekat kuat dalam ingatan 'ikan mas' gw ini.

Beberapa kali gw (sok-sokan) nyoba bikin alegori, tapi yaaa.. gitu (menjelaskan abis deh Del). Salah tiga cerita-apalah-sebutannya yang (menurut gw) lumayan 'mending' dan akhirnya berani gw posting adalah cerita tentang "Putri Salju", "Daging Asap", dan "Tomat" (yang niatnya mau bersambung tapi gantung *lirik sinis partner-tandeman-nulis-yang-PHP-abis).

Ini ya, cerita Si Tomat udah pake acara riset kecil-kecilan segala padahal. Sok-sokan pake plotting lah. Diskusi tentang tokoh-tokohnya lah. Pokoknya heboh dan niat abis lah. Tapi kalo ngga kelar-kelar mah ya........ udah lah. Haha.

Trus kmaren, gw baca (nonton) ulang cerita-ceritanya Shel Silverstein: "Missing Piece", "The Giving Tree", "The Missing Piece Meets the Big O", nemu cerita (dari hasil blogwalking random) judulnya "The Half and Half Man" karangan Jonathan Chan (entah doi siapa), dan Youtube-ing macem-macem short animation.

Trus gara-gara itu semua, gw jadi pengen makin banyak baca sebagai bentuk latihan menulis, seperti yang dibilang si @nulisbuku. Gw jadi inget, dulu gw pernah bercita-cita jadi guru bahasa Inggris buat anak-anak karna alesan cetek: biar bisa 'modus' ngajar, padahal lagi bikin cerita dongeng. Ahaha.

I wonder... is this silly dream possible to reach? Yeah sure it is, Del. Go get it if you really want it.
"No dream is too big, no dreamer is too small"- Turbo (2013)

Comments