Random 18: Before Midnight


Di suatu chatting, Awan tiba-tiba menyebutkan soal film "Before Midnight". Gw udah pernah liat trailernya dan jingkrak-jingkrak girang nan ngga sabar nungguin sekuel dari film "Before Sunrise" (1995) dan "Before Sunset" (2004) itu. Salah dua film favorit gw.

Tapi seiring berjalannya waktu, gw lupa. Thanks to Awan yang ngingetin lagi. Saat itu juga gw download dan segera nonton. Keburu lupa lagi, haha.

Selesai nonton, gw termenung lama, tapi sambil beraktivitas yang lain juga. Rasanya tuh kaya abis turun dari roller coaster dan langsung jalan cepet tanpa jeda, bergegas ke wahana berikutnya. Masih 'ngawang' dan kaki kaya ngga napak tanah.

Di film ini, Jesse dan Celine ceritanya udah berusia 40 tahunan, dan ngga seperti film-film yang memanipulasi umur, mereka emang bener-bener terlihat menua karna usia.

Dan gw pun ngerasa menua belasan taun.

Seperti di 2 film sebelumnya, film berdurasi hampir 2 jam ini kuat di dialog. 'Khas' trilogi film "Before" ini emang bikin penontonnya seolah-olah lagi menyimak orang ngobrol, tapi ngga ngebosenin, karna percakapannya menarik dan 'tektok' nya dapet banget. Angkat topi deh buat screenwriter dan buat chemistry Jesse-Celine yang tetep terjaga, bahkan setelah sekian lama.

Spoiler alert, di setengah jam terakhir film, isinya adalah adengan Jesse dan Celine berantem. Adegan yang 'tense' banget. Ngga, gada drama nangis-nangisan, lempar-lemparan barang, atau semacamnya. 'Cuma' mereka berdua perang mulut. Dan lumayan lama.

Well, untuk ukuran film, adegan berantem selama 30 menit itu termasuk lumayan lama kan? Iklan aja cuma 30 detik (ya kali deh bandingannya sama iklan).

Menyimak mereka adu bacot sepanjang film, gw ketawa-tawa sendiri, inget apa-apa yang biasa dikeluhkan kaum hawa terhadap kaum adam dan sebaliknya. Misalnya, tentang betapa cewe ngerasa cowo selalu menggampangkan masalah, sementara cowo mikir kalo cewe itu ribet banget.

Hai penduduk Mars dan Venus, merasa familiar kah? :))

Trus, apa yang bikin gw termenung lama dan ngerasa menua belasan taun? Karna dalam rentang waktu 18 taun (1995-2013), liat Jesse dan Celine menua secara natural, ditambah konflik-konflik yang masuk akal, dan didukung oleh dialog-dialog yang 'nampol' secara brutal, film ini terasa nyata banget, dan bikin wondering...

What kinda life will be when I'm around 40s? In spite of those endless fights and make ups, will I still be with that 'someone', growing old together, raising kids, and witnessing them growing up?

Mengutip kata-kata Celine:
"I feel close to you, but sometimes, I don't know. I feel like you're breathing helium and I'm breathing oxygen"
I wonder... though me and my future spouse may breath different air, can we still take each other's breath away until death tears us apart? Will we?

Yaelaaah, masih jauh kali Del, masih panjang perjalanan -___- Tapi yaaah, seperti yang kita semua tau, permainan waktu itu cukup tricky dan menipu. Seolah-olah masih lama, padahal tau-tau udah tua aja.

Comments