Random 23: Kontribusi

Ceritanya, hari ini gw sama Uyung dan Maing ke SMAN 47 buat nonton GOE (acara perkenalan ekskul ke anak-anak kelas X yang baru masuk).

Keliling dan papasan sama beberapa guru. Salim cium tangan dan ngobrol-ngobrol bentar. Rata-rata inget muka tapi lupa nama. Ihik ihik, saya memang anak cupu yang tidak populer di kalangan para guru. Yasutralah.

Tapi alhamdulillah masih ada yang inget gw, yaitu mas Tomas tukang fotokopi. Bahkan si masnya yang nyapa duluan. Mungkin karna gw dulu kerjaannya main ke tukang fotokopian mulu. Dari mulai fotokopi buku catetan, soal-soal ujian, numpang ngobrol, sampai bisnis odol dan shampoo buat danus ekskul :))

Setelah 3-4 tahun ngga mampir ke sekolah, saat ke sana lagi tuh rasanya... WOW! Banyak banget ya perubahannya. Ruangan-ruangan yang bertambah dan berpindah tempat (sekarang pakai AC semua dan nambah lab ini-itu), wajah-wajah yang ngga gw kenali (ya iyalaaah alumni tua, haha), makanan kantin yang berganti, dan ekskul-ekskul baru.

Salah satunya ekskul marching band. Baru terbentuk bulan November 2012.

Lihat latian dan penampilan mereka. Ngobrol-ngobrol sama pembinanya, anak-anak ekskulnya, dan orang tua murid yang ngurusin. Nyoba tiup-tiup dikit (YA AMPUN KANGEN BANGET TEROMPET TERNYATA. IYA SEKANGEN ITU SAMPAI CAPSLOCK SEMUA).

Pulangnya, makan di ibu mie ayam langganan yang ada di depan sekolah sambil cerita-cerita zaman SMA Uyung dan Maing dan zaman gw. Susah sih ya lintas generasi, jadi beda zaman, hahaha.

Dari hasil main-main ke GOE selama 4 jam itu, gw jadi sadar bahwa biar gimana pun, sebetulnya peranan sekolah cukup besar dalam membentuk gw. Mendadak ngerasa berhutang banyak sama sekolah. Mendadak ngerasa bersalah.

Then I guess I have to pay it forward. By contributing to something. Even just a little.

Comments