Random 7: Percaya

Percaya itu mahal. Ralat. Kepercayaan itu ngga dijual. Ngga juga bisa dibeli, tapi bisa diberi secara cuma-cuma. Tanpa pretensi.

Gw termasuk orang yang susah percaya, sekaligus gampang percaya. Susah percaya dalam artian susah memberikan kepercayaan pada orang lain. Picky at its best.

Gampang percaya dalam artian sekali kepercayaan itu udah gw kasih, apa pun yang diberitahukan ke gw, 100 persen gw percaya tanpa curiga. Dan vice versa. Gw pun memberitahukan apa pun tanpa curiga. Hanya dengan modal: percaya.

Memutuskan untuk memberikan kepercayaan kepada orang lain itu efeknya besar. Makanya, kehilangan kepercayaan juga punya efek yang sama besarnya. Bahkan lebih.

Ibarat mempersilakan seseorang baca diary dan lo ajarin cara bacanya (karna pake simbol dan kode tertentu). Lo seneng banget, karna akhirnya lo ngga perlu nyimpen semuanya sendirian. Lo seneng banget karna punya tempat untuk berbagi. Lo seneng banget. Iya, seseneng itu.

Tapi ternyata orang tersebut ngasih tau ke orang yang ngga lo harapkan tau.

Lo marah besar dan bersumpah ngga akan kasih tau apa pun ke orang itu lagi, selamanya. Lo pun marah ke diri sendiri, bisa-bisanya ngasih kepercayaan ke orang yang salah. Lo juga jadi takut nulis diary karna lo bahkan ragu untuk mempercayai diri sendiri.

Lo berubah jadi orang yang lebih tertutup dibanding sebelumnya. Lo bangun benteng setinggi-tingginya, setebel-tebelnya, dan tanpa pintu maupun jalur rahasia bawah tanah. Lo ngga membiarkan siapa pun punya celah untuk menembus pertahanan itu. Lo ngga peduli kalo konsekuensinya adalah lo terjebak dalam benteng yang lo bangun sendiri itu. Sendirian.

Iya, segitunya.

Well, trust issue is such a fragile thing, indeed.

Comments