Posts

Showing posts from October, 2013

Konsistensi

Salah satu hal tersulit adalah konsistensi. Terbukti. Berkali-kali.

Di Oktober ini, di bulan yang luar biasa menggurita, gw 'ngetes' diri sendiri akan sesuatu. Cuma bertahan seminggu. Iya cupu, gw tau. Motivasi boleh kuat. Ngejalaninnya boleh semangat. Tapi saat gada konsistensi, yaaa.. tamat.

Okeh. Bulan depan. Ngga yakin berhasil, tapi yah, mari coba lagi!

Seimbang

Beberapa hari ini, mood super ngga karuan. Ngga ngerti lagi deh. Sekarang PMS nya makin merajalela. Iya tau, PMS jangan dijadiin alasan, tapi bodo deh. Mending nyalahin PMS daripada nyalahin TV, nonton acara gosip. Eh btw, kasus Dul itu apa kabar sih sekarang? Okeh, abaikan.

Emang ya, Yang Maha Bisa itu bisaan aja membolak-balik mood. Mari me-recap!

Hari Senin, kesel sepagian 'dikerjain' birokrasi, hinggap ke sana-kemari, angkut-angkut barang dan jadi kurir dadakan, eeeh.. tau-tau dapet surat dari orang yang kirain ngga bakal bales. Iya surat beneran, yang dikirim lewat pos itu, bukan email. Hihihi, senang :D

Hari Selasa, mabok meeting seharian, ngurus ini-itu sampe ngga sempet napas, ngga jadi main sama Shasha abis pulang kantor, eeeh.. tau-tau hoki banget pas nunggu Transjakarta ada APTB Kota-Ciputat lewat. Trus random main sama Nesya di PIM, makan di Sushi Tei. Iseng request Salmon Belly Soup yang salmon nya mentah, ternyata bisa! Wih! Makanan enak emang bikin bahagiaaa~

Ha…

Tentang Kehidupan Per-idol-an

Image
Lagi scroll timeline Twitter dan nemu link tentang JKT48, langsung inget jaman-jaman fangirling jejonisan, haha.

Ini antara 'haha' dan 'huhu' sih. 'Haha' karna langsung ke-recall anak-anak jonis dan gimana 'gila' nya gw dulu kalo udah mulai fangirling-an. Kaya orang kesurupan :)) 'Huhu' karna tipikal idol Jepang banget. 'Nge-buruh' dengan bayaran ngga sesuai.

Sekaligus :'3 juga karna para idol itu rela ngelakuin apa aja demi passion mereka. Para fans itu kadang jadi attached sama idolnya bukan cuma karna penampilan di atas panggung, tapi juga karna ngikutin prosesnya.

Misalnya saat nonton konser. Yang 'diikutin' itu perjalanan si idol sampai akhirnya bisa bikin konser megah. Gimana chemistry tim, kelakuan-kelakuan dodol absurd sesama anggota, perjuangannya sampai sakit-sakit tetep 'show must go on', ngga tidur-tidur demi latian dan tampil maksimal, dll.

Apa-apa yang ada di depan DAN belakang layar.

Dan itu ngga sebent…

Lost and (Hopefully) Found

Image
The best wallet I've ever had, bought with my own money. Now gone. So sad :''''''''(

I don't care about the cash. Go ahead, take it all. I just care about everything but the cash. Especially those papers that may seem like a junk but important for me. And my cards. And my ancient Yen coin, got from Ninja Village. And my Ariel Little Mermaid pressed penny. And of course, my wallet.

Hope there's still good people out there who find it and bring it back to me. May God bless good and honest people and place them in heaven. Aamiin.

So, my dear foxy wallet, till we meet again?

On Being Realistic

"It's hard to wait around for something you know might never happen. But it's even harder to give up when you know it's everything you want"
I know how it feels when you just can't give up trying. You try and fail and try again and fail again and never stop trying until you reach the limit. Sounds familiar? Of course it's an "OF COURSE!" for me. With bold capital letters and exclamation mark. Because I was born stubborn, haha.

Like my obsession to be Garuda Indonesia's flight attendant. I tried the walk-in interview 3 times already, but well... just my luck. Like my will to finish my english class in ILP after postpone it for 9 freaking years.

Like my desire to be JFC volunteer though I know I'm old enough for doing voluntary. Like being a color guard squad in MBUI after waiting patiently for 5 years. Like joining jazz ballet class on my 20-es. Comparing to those teenagers that already start from kids, it's actually late. But well, …

Kendaraan Umum

Image
Beraktivitas di pusat kota, salah satu hal yang banyak dikeluhkan orang-orang adalah maceeet! Broh broh, "tua di jalan" itu bukan cuma ungkapan broh. Kalo dibiarin terus bisa-bisa 'upgrade' istilah jadi "berangkat single, pulang punya cucu" broh!

Gw salah satu orang yang udah cukup muak sama kemacetan Jakarta, makanya gw ngga pengen nambah-nambahin macet dengan make kendaraan pribadi. Nebeng sana-sini atau naik kendaraan umum aja lah kalo bisa.

Anaknya udah broh banget ini sama perojekan. Tukang ojek di deket kantor bahkan udah afal destinasi gw tanpa harus sebut lokasi, bahkan notice kalo gw potong rambut, kmarennya ngga naik ojek, atau gw dateng dari arah lain. Hahaha.

Selain itu, gw juga mulai broh-an sama commuter line. Misalnya: mau ke Gandaria City: turun di St. Kebayoran, nyambung ojek. Mau ke Senayan City: turun di St. Palmerah, nyambung ojek. Mau balik dari Goethe: naik ojek ke St. Sudirman, transit St. Tanah Abang, turun St. Pondok Ranji, dan nyam…

Kolaborasi

Image
Dalam jangka waktu yang mayan berdekatan, gw menyaksikan sendiri simbiosis mutualisme dari sebuah kolaborasi. Pertama, kolaborasi Estafet Buku, Love Books A Lot, dan Rumah Baca Panter di acara Social Media Festival.

Seru deh liat bentuk kolaborasinya. Yang satu, bikin 'perpustakaan maya'. Yang satu, komunitas pecinta buku. Yang satunya lagi, punya perpus 'beneran'. Bentuk kolaborasinya itu ngumpulin buku untuk disumbangin ke perpusnya Rumah Baca Panter.

Gw sempet ngobrol-ngobrol sama salah satu sukarelawan dari komunitas Rumah Baca Panter, namanya Mbak Lani. Mbak Lani ini ngejelasin singkat tentang aktivitas komunitasnya. Jadi, di Rumah Panter itu, mereka buka perpustakaan buat anak-anak di sekitaran terminal Depok. Makanya dinamakan Rumah Baca Paguyuban Terminal.

Di sana, mereka juga bikin 'sekolah' kecil-kecilan dan belajar macem-macem, salah satunya belajar musik, kolaborasi sama sukarelawan dari komunitas pecinta musik.

###

Ada lagi cerita dari Aya. Dia ga…

Belajar

Belajar membuat template invoice, timeline, PO, dll dari orang finance. Belajar cara melipat ratusan brosur dengan efektif dan efisien dari tukang digital printing. Belajar politik dan infrastruktur dari supir taksi. Belajar mengira-ngira ukuran dan tata letak bidang dari kontraktor. Belajar cara membuka pintu mobil dan masuk pakai payung tanpa ribet dan basah dari tukang parkir. Belajar sistematika mencuci piring dari bibi. Belajar men-stapler kertas secara cepat dari tukang fotokopi. Belajar menakar gula dengan tepat ke dalam racikan kopi dan teh dari OB. Belajar menghitung kembalian dengan 'bulat' dari "ada 1.000 mbak?"-nya kasir saat menyodorkan uang 20.000 untuk pembelian barang seharga 11.000. Dsb.

Belajar bisa dari mana saja. Bahkan dari hal-hal sederhana. Percaya, pasti berguna.

Bulan Gurita

Oktober baru lewat sebelas hari, masa percobaan baru lewat dellapan hari, tapi rasanya seperti gulita yang berenang di lautan tinta. Gelap gurita. Lalala. Ngga sih. Lebay. Mari tetap bertahan!

Hup hup hup!

Note to Self

Paling ngga enak emang kalo ngerjain sesuatu ngga ikhlas. Apalagi ada rasa ngga suka sama yang nyuruh.

Paling ngga enak emang kalo ngerjain sesuatu ngga tuntas. Apalagi kalo pake ngeluh.

Tapi, yang paling ngga enak di antara yang paling ngga enak adalah ngga ikhlas, ngga tuntas, ngga suka sama nyuruh, dan pake ngeluh. WOW! Lengkap sekali ya mbak paketnya.

Apa-apa yang dikerjain setengah hati cuma akan berujung makan hati. Makanya, hati-hati.

Kurang-kurangin tuh!
I watch. I smile. But I forget how it feels.