Tentang Kehidupan Per-idol-an

Lagi scroll timeline Twitter dan nemu link tentang JKT48, langsung inget jaman-jaman fangirling jejonisan, haha.

Ini antara 'haha' dan 'huhu' sih. 'Haha' karna langsung ke-recall anak-anak jonis dan gimana 'gila' nya gw dulu kalo udah mulai fangirling-an. Kaya orang kesurupan :)) 'Huhu' karna tipikal idol Jepang banget. 'Nge-buruh' dengan bayaran ngga sesuai.

Sekaligus :'3 juga karna para idol itu rela ngelakuin apa aja demi passion mereka. Para fans itu kadang jadi attached sama idolnya bukan cuma karna penampilan di atas panggung, tapi juga karna ngikutin prosesnya.

Misalnya saat nonton konser. Yang 'diikutin' itu perjalanan si idol sampai akhirnya bisa bikin konser megah. Gimana chemistry tim, kelakuan-kelakuan dodol absurd sesama anggota, perjuangannya sampai sakit-sakit tetep 'show must go on', ngga tidur-tidur demi latian dan tampil maksimal, dll.

Apa-apa yang ada di depan DAN belakang layar.

Dan itu ngga sebentar. Bisa sampai bertahun-tahun. Ngerintisnya dari mulai masih 'polos' sampai udah bisa tengil-tengilan di panggung. Dari cuma jadi penari latar sampai jadi center. Dari masih piyik-piyik sampai hampir kepala tiga.

Karna ngeliat hal-hal tersebut, pas mereka tampil rasanya jadi terharu banget, seolah-olah 'tumbuh' bareng. Haha, lebay ya? Tapi ya emang gitu sih. The art of fangirling. The art of seeing people growing together.

Makanya, buat para idol itu, fans adalah 'nyawa' mereka. Aset berharga yang bikin mereka terus 'hidup'. Kalo gada dukungan dari para fans, gatau deh mereka bertahan buat apa. Makanya ada istilah "fan service" sebagai bentuk ucapan terima kasih dan penghargaan buat para fans yang udah ngedukung mereka.

Per-jeketi-an ini gw ngga terlalu ngikutin sih. Cuma nonton acara JKT 48 Mission aja, itu pun suka ketinggalan episode, haha. Tapi 'feel' nya mirip. Bingung gimana deskripsinya, tapi 'khas' Japonica aja gitu. Ah, jejepangan lagi apa ya? Kangen juga, hahahahaha.

Kembali ke link tadi. Kembali ke alasan 'huhu'. Kalo kata Joker:


Hmm.. kalo diterapin ke 'kasus' per-idol-an, perlu sedikit modifikasi kali ya:
"If you're good at something, never do it for cheap"

'Huhu' banget ngga sih ngeliat para pebisnis entertainment itu menjual mimpi? Produknya ya orang-orang yang punya mimpi itu. Mereka 'dimanfaatkan' sebagai tambang emas dengan kompensasi yang ngga sebanding. Ya mereka nya sih seneng-seneng aja, karena mungkin itu passion mereka.

Dan para fans nya juga seneng-seneng aja, karna ya namanya nge-fans mah pasti pengen bisa liat terus idolnya di mana-mana. Daaan.. lahan para pemodal dan pelaku bisnis pun makin 'basah'.

Dunia entertainment emang ya. Keras. Tapi kalo simbiosis mutualisme gini yaaa.. mau gimana? Eh kok gw malah jadi 'ngebelain' ya. Gimana sih? -___-

Comments