H-14

Jakarta, 17 November 2013

Gw mulai mencoba menggali alasan kenapa dalam seminggu harus mengurangi intensitas Twitter-an dan mulai 'get a real life' lagi.

Tapi karna anaknya males mikir yang susah-susah, akhirnya cetek lagi alesannya, yaitu: seenggaknya, di hari Senin, gw ngga mengeluh karna hari Senin DAN mengumbarnya di socmed. Ngeluhnya dalem hati aja *tapi terus tetep nulis di sini. Zzz.

Okay. Worth to try. Nothing to lose anyway. But...

Email yang masuk hari ini alhamdulillah banget bikin gw sukses batal 'puasa socmed', bahkan sebelum dimulai kembali. Haha. Bodo ah. Idealis boleh, tapi harus fleksibel dan dinamis laaah *ah alesan luh Del.

Tak kenal maka tak sayang. Jadi, mari kita begadang semaleman untuk berusaha mengenal, seenggaknya gambaran besar dari isi emailnya. Ahey :D

###

Btw, hari ini gw bener-bener memanfaatkan weekend sebaik-baiknya, seperti yang kemarin udah gw tulis juga: leyeh-leyeh dengan khidmat. Seharian di rumah ditemenin Andini. Literally seharian. Full day. Dari malem sampe malem lagi. Well, maybe this is what it's called "neighbourship".

Jadi, ngapain aja tuh seharian? Memilih ribuan foto jadi puluhan. Mata jereng tapi hati bahagia.

Tadinya mau sok filosofis, tapi sebetulnya simpel aja prinsipnya. Mata manusia ngga bisa multitasking. Kita cuma akan ngeliat apa yang otak putuskan untuk kita liat. Mata kita mungkin ada dua, tapi dua-duanya akan fokus melihat ke objek yang sama. Jarak pandang kita terbatas.

Sempet ngobrol singkat sama Awan. Berkhayal kalo seandainya manusia matanya ada banyak. Seru pasti! Bisa ngeliat banyak hal dalam satu waktu. Komennya Awan, justru karna cuma dua, makanya gimana caranya kita bisa lihat banyak hal dengan itu.

Gw antara sepakat dan tidak sepakat. Ngga sepakat karna secara denotatif, ya ngga bisa laaah! Ya keleees mata cuma dua tapi bisa ngeliat semuanya. Bahkan untuk melihat apa yang ada di belakang kita pun, harus nengok kan? Kecuali ada spion ya -___-

Tapi secara konotatif, bener kata Awan, gimana 'ngakalin' nya supaya kita bisa lihat banyak hal cuma dengan dua mata. Salah satu caranya adalah bekerjasama.

Dan ini yang bikin gw bahagia, walaupun sebetulnya "ya elaaah ke mana aje" karna sehari-hari banget. Haha. Hal-hal yang udah kita tau, tapi 'selewatan' doang, ngga bener-bener menghayati.

Jadi, dari ribuan foto yang gw pilih-pilih itu, jelaaas, yang motret ngga cuma satu orang dan juga ngga cuma dari satu angle. Mainnya 'keroyokan', dari angle yang berbeda-beda, dan dengan jenis lensa dan kamera yang bervariasi pula.

Makanya, dari objek yang sama, hasil fotonya bisa lain-lain, tergantung bidikan orang yang motret. Dan gw seru sendiri karna berasa punya 'banyak mata' saat milih-milih fotonya. Berasa jadi seorang generalist yang bisa melihat dari berbagai sisi dan menggabungkan jadi sebuah cerita.

Ah ya, bahagia emang sesederhana itu.

Comments