H-16

Jakarta, 15 November 2013

Klien: "Del, lo mau resign? MATI GW! Gimana nih kalo gada lo?"
Mbak Bos: "Kmaren si X (nama klien) pusing tuh mikirin kamu mau resign"

I'm kinda person who tend to underestimate myself. I thought that if I'm leaving, there will no significance impact on others anyway. So, knowing that I'm still needed is so... :'3

Anaknya lemah iman banget deh. Digituin doang, tau kalo dibutuhin, trus jadi pengen bantuin lebih, hahaha. Ah tapi emoh ah! Gw pengen ngelakuin hal yang lebih lagi abis ini. Mungkin kalo ke depannya bisa kerjasama lagi, yaaa.. boleh lah!

Ini gw frontal amat ya -___- Kalo ada HRD perusahaan apa gitu nge-search blog gw trus baca ini gimana? WHOAAA! Ah bodo ah.

Well, I may work professionally, but I still use my heart in doing anything. After this and that, I've discovered myself that I can be cold-headed, but I really can't work cold-heartedly.

And so does my boss, clients, and partners, who are working on this new business start-up. So, nonetheless, I still respect them. Maybe this is what my dad once called 'sense of owningship (not ownership)'.

Kata bokap gw, kalo kita udah punya rasa memiliki, kita bakal pengen terus menjaga. Bahkan kalo bisa, mengembangkan. Sementara kalo kepemilikan, selalu ada hasrat untuk menguasai. Simpelnya, rasa memiliki = punya kita bersama. Kepemilikan = punya gw. Begitulah kira-kira.

Mungkin, kaya benua Amerika yang dihuni orang Indian tapi dikuasai oleh pendatang yang menyebut diri mereka 'orang Amerika' kali ya? Sementara mereka nebang hutan buat dijadiin pabrik, orang Indian bisa nangis cuma karna ngga sengaja nginjek semut.

Ih oot deh!

Ini sebetulnya plus-minus sih. Tapi kadang, sifat gw yang kelewatan loyalnya ini bikin gw kesel sendiri. Dan takut, sejujurnya. Kaya anjing yang mau diapain juga tetep sayang sama majikannya. Tetep setia. Tetep menyambut majikannya dengan riang saat datang.

Ah sial. Kenapa gw jadi anjing? Gw maunya jadi majikan. Zzz, apaan sih Del.

Comments