H-6

Jakarta, 25 November 2013

Kmaren malem, gw iseng ngerjain DISC test dari buku. Penasaran aja, ahaha. Anaknya kurang kerjaan banget ya. Berhubung dulu gw pernah ngerjain beginian juga di sebuah workshop, jadi yaudah, songong banget mikir "yaelah gw udah tau sih hasil gw apaan. Palingan I-S".

But well, here's the funny fact: when you think you know everything, no you don't. Your "I know" argument is invalid.

Sesuai singkatan, tes ini melihat apakah seseorang itu dominant, influence, stable, atau compliance. Penjelasannya 11:12 lah sama personality test koleris, sanguin, phlegmatis, dan melankolis.

Kalo di 4 temperament itu kita disuruh pilih kata yang mencerminkan kita, di DISC, kita disuruh pilih dari pernyataan yang ada: mana yang 'most likely', mana yang 'least likely'. Dari sini keliatan, apakah kita seorang yang task oriented atau people oriented? Outgoing atau reserved?

Lalu, hasil tesnya dibagi 2: adaptive style dan natural style. Adaptive style dilihat dari jawaban 'most likely' kita, sementara natural style dilihat dari jawaban 'least likely' kita.

Di buku dijelaskan bahwa manusia punya kecenderungan untuk denial. Dan itu yang jadi tolak ukur untuk melihat natural style: mana jawaban terbanyak dari 'least likely' yang NGGA dipilih.

Sementara, adaptive style adalah personality yang kita bentuk sendiri dari proses adaptasi. Kalo di natural style yang dilihat itu jawaban yang ngga dipilih, di adaptive style kebalikannya. Standar lah ya, nyari jawaban 'most likely' yang paling banyak dipilih.

Namanya juga proses adaptasi ya, grafik adaptive style ini bisa berubah-ubah sesuai kebutuhan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan. Sementara grafik natural style itu cenderung stabil karna merupakan sifat dasar kita.

Sesuai prediksi songong, adaptive style gw emang I-S. Tapi natural style gw D-S. Dan ini bikin gw lumayan kaget. Pengen ngga percaya berarti denial. Tapi mau percaya pun ragu, masa sih gw anaknya dominan? Boong ah nih tesnya! Sampe akhirnya nanya ke Cune, ini akurat apa ngga sih tesnya?

Not sure if not true or denial :|

Akhirnya gw coba merefleksikan diri, gimana cara gw menyikapi sebuah masalah. Trus jadi pengen ketawa. Sialan. Iya juga sih, dalam pekerjaan, gw anaknya task-oriented dan konfrontatif, sekaligus pecinta damai dan laid-back.

Mau pacar, mantan, temen deket, atau pun orang yang lebih tua, kalo emang ada yang ngga beres atau 'questionable', gw ngga ragu untuk nanya blak-blakan. Yah, walaupun pada akhirnya lebih banyak menyesuaikan sih. Biar tetep damai gitu ceritanya endingnya.

Dan ketika harus berhubungan sama orang, gw anaknya supel. Ke mana aja sama siapa aja hayok lah, walaupun secara natural, ujung-ujungnya akan nge-peer sama segelintir orang. Gw pun anaknya sebisa mungkin menghindari konflik untuk menjaga hubungan interpersonal tetep harmonis.

Tapi ketika berkonflik dan dituntut harus kerjasama, ya bisa-bisa aja sih. Profesional. Masalah personal ntar dulu, yang penting kerjaan kelar. Jadi abis itu gw bisa santai-santai, HAHA.

Anjir, berarti bener dong ini hasil tesnya?

###

Anyway, hari ini superrr.. menyenangkan! Meeting 2 jam: 1 jam dengerin presentasi dan diskusi, 1 jamnya lagi ngobrol santai. Dengerin klien ngomongin hobinya. Doi ternyata pemain batu.

Bukan, bukan batu yang dilempar ke kali trus lomba-lomba an mana yang paling banyak mantul *anak 90an banget* melainkan batu mulia untuk perhiasan. Dan pak klien udah jadi pemain batu selama 20 tahun. WOW!

Seperti biasa, gw selalu suka ketika seseorang cerita tentang passion. Waktu dengerin presentasi, pak klien bolak-balik nguap. Tapi waktu cerita tentang gimana proses lelang batu, duduknya langsung tegak, matanya berbinar, tangannya gerak-gerak, dan seru sendiri. Ekspresif.

Pak bos dan tim PH nya juga jadi ikut-ikutan cerita, dan mendadak ada energi ngga nampak yang bikin atmosfer ruang meeting jadi lebih 'hidup' dan semua orang jadi melek. Udah ngga perlu kopi lagi deh, hahaha.

Pak bos cerita gimana dia dari dulu punya mimpi bikin perusahaan dan sekarang akhirnya terwujud. Sementara orang PH nya cerita pengalaman mereka syuting dokumenter untuk liputan mengenai kain tenun. Gw? Diam menyimak dengan takjub. Ah seruuu..

Trus jadi mikir. Apa mungkin passion gw dengerin orang cerita soal passion nya? Passionception!

Comments