MB. Menggila Bersama

Orang gila itu macem-macem bentuknya. Salah satunya adalah anak-anak MB.

Yang gotong-gotong komputer buat dirakit saat lagi training center, buat UAS. Yang bawa-bawa meja lipet, begadang nulis laporan berlembar-lembar sepulang dari latian tengah malem, tulis tangan.

Yang masih pegang catetan buat UAS di bikun jam 3 subuh, sepulang dari uji coba lapangan, di saat yang lainnya udah bergelimpangan di dunia mimpi. Yang masih nyempetin ngetik tesis atau skripsi subuh-subuh di tengah sibuk ngurus ini-itu.

Yang paginya kerja, malemnya latian, rapat sampe subuh, dan lanjut berangkat kerja lagi paginya. Yang izin dateng telat ke training center buat sidang, dan langsung balik lagi setelah selesai sidang.

Yang masih kuat nyetir dari ujung ke ujung, berangkat subuh pulang tengah malem, demi ngurus segala kebutuhan perlap atau alat.

Yang hidupnya bersambung dari Depok, Cibubur, Soekarno-Hatta, sampai Ubon Ratchathani Thailand dengan tuntutan sigap di segala kondisi dan siap menghadapi apa pun bentuk shit happen.

Yang sakit-sakit tetep sanggup loncat-lari-nari-tiup-pukul, walaupun abis itu drop di pinggir lapangan. Yang latiannya hampir tiap hari, ngabisin sepertiga harinya (bahkan lebih) untuk latian + tambahan, dan masih sempet pegang organisasi kampus.

Yang jago 'main sulap'. Dalam sekejap pindah tempat. Badan. Hati. Otak. Bagi-bagi waktu. Bagi-bagi tenaga. Bagi-bagi makanan. Sambil berbagi tawa. Cerita. Suka duka.

Dengan seabrek-abrek kegiatan dan padetnya jadwal, rasa-rasanya cuma orang gila yang bisa ngejalanin dengan jatah 24 jam sehari.

Inget kmaren celetukan Adit waktu apel pulang setelah try out, jam 5 pagi. Saat itu, ada alarm yang bunyi, terus Adit bilang gini, sambil ketawa-tawa:
"Seumur-umur gw pasang alarm, kayanya ngga pernah guna deh. Karna baru tidur setelah alarmnya bunyi"

Taun ini adalah taun ke-6 gw mengikuti perjalanan MBUI dan masih aja terkesima. Ini unit isinya orang gila semua :))

Comments