Posts

Showing posts from 2014

Siap-siap

Hai Tuan,

Boleh sedikit bercerita? Sepekan lalu aku membahasmu dengan seorang teman. Sebelum aku selesai bercerita, dia langsung menebak kelanjutan ceritaku dan tebakannya tepat sekali. Aku panik. Apa semudah itu aku 'dibaca'? Tapi ya sudahlah, mungkin memang iya, haha.

Mungkin suatu saat kita bisa bertemu. Mungkin kamu pun akan menemukan tulisanku. Hanya membayangkan itu saja, aku panik (lagi). Aku belum siap. Tapi ya sudahlah, kalau menunggu siap, selamanya pasti takkan siap. Jadi, mari bersiap-siap!

Oh ya, mungkin saja, kesempatan bertemu itu tidak pernah ada. Untuk itu, aku pun seharusnya juga bersiap-siap.
Salam dari pengagum diam-diam,
Nona

'Selimut'

Image
Baru 2 bulan berkenalan dan gw sudah kehabisan kata-kata. Berkali-kali mencoba, tetap nihil hasilnya. Tapi kali ini akan gw coba.

Sebetulnya gw bukan orang yang gampang membuka diri. Apalagi di forum terbuka yang ada banyak orang di dalamnya, yang bahkan belum pernah bertatap muka. Ya keleus! Gile lu, Ndro!

Tapi percakapan intens yang beragam di dalamnya bisa dengan mudah memancing gw untuk banyak bercerita. Dan pada pertemuan pertama, rasanya seperti sudah berteman lama.

Nggak ada habisnya gw bergumam "ini gila! Gila gila gilaaak!!!" Bisa-bisanya cerita apa saja --BAHKAN hal personal-- ke orang-orang yang 'baru kenal kemarin sore'.

Di sana dan di sini ada tulisan tentang kami. Mungkin ada lagi di blog yang belum gw ketahui. Mereka memang luar biasa. Luar biasa gila, maksudnya, hahaha.

Pembahasan topik umum yang udah nggak ngerti lagi randomnya dari mulai jengkol, kopi, bra dan undies, LGBT, ekonomi kreatif, RPP, konsep perkalian, sampai balada packing yang nggak kun…

No Pain No Gain

They start to count down. Despite all those unpacked stuff, I'm not worry about being ready or not. I know whatever happens, I'll keep moving and find a way. Nothing to worry about.

It's just... the pain of leaving is inevitable. But hopefully, there's more to gain. From living. From loving. From giving. From sharing. From learning. And from defining new form of happiness.

Murakami once said:
"Pain is inevitable, suffering is optional"
Thus I choose not to suffer.  I choose to write instead.

Motivasi atau Distraksi?

Gw baru ngeh-se-ngeh-ngeh-nya kalau yang paling berat dari pindah adalah meninggalkan orang-orang di zona nyaman. Gw kira nggak akan se-big deal itu susah komunikasi, toh gw fine-fine aja selama ini cuma dengan ber-teks-ria.

Iyeee.. selama ini, Del. Selama lo nggak pernah kesulitan berkabar. Selama semua orang masih dalam jangkauan. Toh se-jauh-jauhnya, masih terjangkau. Toh bukan lo yang pindah. Toh walaupun lo bilang pernah pindah rumah, selemparan tol juga nyampe *walaupun tolnya MAHAL.

Gw pengennya sih fokus ke persiapan. Tapi yang gengges-gengges macem ini paling tepat dituangkan lewat tulisan. Sebodo teuing lah ntar jadinya lebay.

Mungkin yang namanya motivasi itu ibarat keramas. Ya nggak harus tiap hari sih, tapi minimal kalau udah mulai nggak nyaman, kepalanya disiram, kucek pakai shampoo, dan bilas. Biar bersih lagi dan bisa mikir jernih.

Kucek banget? Itu rambut apa baju?!

Sesekali pengen manja sih creambath di salon. Kan kan kan, jadi pengen creambath tengah malem gini. Ran…

Halo, Tuan!

Halo, Tuan!

Ini gila. Luar biasa gila. 2 tahun, dan rasanya masih sama. Sama menariknya, sama bikin penasarannya, dan sama diam di tempatnya.

Kita bahkan nggak pernah berjumpa, tapi namamu ada dalam doaku yang sederhana: semoga di suatu masa, kita bisa duduk berdua dan bertukar cerita. Apa saja.

Tertanda,
Nona

Friendship Relationship

Belakangan, beberapa orang teman bercerita tentang sahabat-sahabat mereka, yang entah bagaimana mendadak asing. Setelah cerita, respon mereka rata-rata sama: yaudah. Selesai.

Gw emang nggak mengalami dan mungkin juga gatau apa yang mereka rasain, tapi rasanya mencelos. Sebuah kemewahan bisa punya sahabat, masa bisa segampang itu 'selesai' cuma gara-gara penyebab yang bahkan gatau apaan? Ngilang aja gitu ceritanya?

Mereka bilang "nggak semua orang layak kita pertahankan, kan?" Gw rasanya pengen gaplokin dan bilang "sahabatan belasan bahkan 20an tahun, masa nggak layak dipertahankan? Hampir seumur hidup loh itu!"

Seiring bertambahnya umur, gw semakin menyadari kalau mempertahankan teman dalam jangka waktu yang lama (BANGET) itu butuh usaha, tapi pasti akan diusahakan dengan senang hati.

Apalagi mereka yang jadi saksi metamorfosa kita dan hafal betul gimana kita luar-dalam, bahkan kadang lebih dari diri kita sendiri. Udah kartu As banget, nggak mungkin laaah g…

Tentang Jakarta

Kemarin, gw mengobrol dengan dua orang asing. Yang satu berkebangsaan Amerika, yang satunya lagi orang Jepang. Mereka banyak bercerita tentang perjalanan mereka melanglang buana, sementara gw banyak bercerita tentang........

Jakarta.

Oh betapa bencinya gw sama kota ini. Hiruk-pikuknya, kemacetannya, lumpuhnya kota saat hujan apalagi banjir, para warganya yang super barbarian mirip manusia purba didandanin, dan lain-lainnya.

"Come to Indonesia someday. You'll see heaven. Anywhere but Jakarta. You'll see hell" gw mengingatkan mereka.

Tapi sekarang, kalau diingat-ingat lagi dan menyadari sesuatu, gw malah ketawa sendiri (iya udah gila emang).

Saat itu, gw bercerita dengan berapi-api, penuh semangat, dan segala hal ke-chaos-an itu ibarat kecetus cabe atau seledri di kuah bakso. Walaupun nggak suka --nyerempet benci setengah mati--, toh nggak bikin gw berhenti makan bakso.

Gini nih kalau nulis tengah subuh dalam keadaan laper. Semua analogi ujung-ujungnya makanan.

Random …

'Rasa Bahasa'

Dari beberapa postingan yang lalu, gw suka bertanya-tanya, kalau gaya bahasa gw berubah, apakah 'rasa bahasa' nya pun ikut berubah?
Karena seiring gw yang berkembang, gaya bahasa pun turut berevolusi. Sempet ngerasa kalau di beberapa pemilihan kata, kok agak hmm gimanaaa.. gitu ya? Kurang tepat aja.
Ibarat not miring yang nggak 'matching', bukan not miring yang justru jadi penyedap melodi. Duh, ini efek kelaperan, ngebayangin not miring jadi semacam Masako. 11-12 lah ya, matching dan mecin.
Mungkin karena gw masih belum berhasil menemukan formula yang tepat untuk bikin tulisan semi-formal namun tetep sesuai EYD kali ya? Ini emang anaknya suka nyusahin diri sendiri sih. Padahal nggak ada yang nyuruh juga, cuma penasaran aja.
Sebenernya, 'rasa bahasa' itu sendiri apa sih?
Seperti layaknya semua rasa, rasa yang ini pun susah didefinisikan. Gw kadang suka membayangkan kata-kata itu punya 'roh' sendiri. Dia hidup dalam 'jasad' rangkaian kalimat. Dan…

Transformasi (Flash Fiction Titipan)

Aku mematut diri di depan cermin. Dadaku berdebar kencang sekali, seakan-akan siap meledak kapan saja. Tepatkah keputusanku melepas atribut yang membingkai keimananku selama ini? Akankah Tuhan marah padaku? Apakah ini namanya berselingkuh dengan Tuhan sendiri?

Maafkan aku, ya Tuhan. Tapi gejolak yang tak terdefinisikan ini mendorongku untuk mencobanya. Salahkah aku, Tuhan? Berdosakah aku?

Aku menghela napas dan menyingkirkan semua pikiran-pikiran yang menghantuiku itu.

Kulirik sekilas foto yang terpampang manis di atas meja rias. Sosok aku dan kedua orang tuaku, sedang tersenyum dengan latar belakang Ka'bah. Sekali lagi Tuhan, maafkan aku. Sudah bulat keputusanku.

Aku mau ke gereja.

###

"Sayang, kamu serius?" tanyamu saat kita akhirnya sampai di parkiran. Perjalanan bisu tadi tentu menyiksamu. Maaf ya.

Aku mengangguk mantap, "Kalau nggak sekarang, kapan lagi? Yuk!" Aku tersenyum dan menatapmu, berusaha meyakinkan bahwa aku lebih dari serius.

"Aku cuma ngga…

'The It Shoes'

Sehabis lari pagi tadi, ada beberapa hal yang terlintas di pikiran. Hmm.. mulai dari mana (dan yang mana) ya? Oke, mari mulai dari cerita tentang lari yang pernah ditulis di sini.

Setelah sekian lama mogok lari dan olahraga, akhirnya semenjak bulan Juli gw mulai rutin lari pagi. Motivasinya cetek: mau medical check-up. Tengsin nanti kalau ketahuan fisik nggak okeh gara-gara jarang olahraga. HAHA.

Gw bikin beberapa 'check point' dalam program lari ini. Sebetulnya tinggal atur aja sih di aplikasi Nike Run, tapi pada prakteknya nggak semudah mencapai target si 'virtual coach' itu.

Tentunya, hal paling sulit adalah BANGUN SUBUH!!! Mana gw kan kalong yang biasa tidur larut, jadi suka 'ngawang' kalau harus bangun subuh. Sebetulnya gw pasti bangun sih, soalnya nyokab selalu kasih jus tiap subuh.

Masalahnya, biasanya habis minum jus gw tidur lagi. Sekarang, gw harus memaksakan diri untuk melek dan beranjak dari kasur yang hangat untuk menembus sejuknya BSD di pagi hari…

Hot and Cold

Today, I discover new finding about myself: I can be veeery emotionally detach over people. I can be so cold like serial killer that even me, is scared of me. I feel so inhumane.

On the other hand, I can care too much about people I love unconditionally. Maybe more than too much that most people fail to understand. Me neither.

Fyuh. I wonder how can people be so 'dispenser-like'? I mean, they can be so cold yet so hot at the same time. So cold that you can froze out, yet so hot that can cause blister.

But still appear fine.

Transnasionalisme

Kemarin, gw menyimak diskusi forum para ilmuwan muda yang diadakan kantor. Dalam diskusi tentang transnasionalisme, salah satu partisipan cerita, dia selalu meyakinkan dirinya bahwa dia harus siap kalau misalnya anaknya menikah dengan orang Afrika.

Gw menangkap kekhawatirannya. Ibu X ini mengajarkan anaknya untuk melihat dunia, berarti dia harus siap melepas kalau anaknya suatu hari jadi 'warga dunia' dengan segala keberagamannya, termasuk menikah dengan orang asing.

Ready or not, her kids are now third culture kids.

Terus salah satu partisipan yang menikahi orang asing bilang, nggak susah kok mengurus suami bule, walaupun mereka harus mendidik anaknya dengan 3 bahasa (Indonesia, Inggris, Tamil). Oh ya, fyi, ibu Y ini keturunan India.
"Kayaknya justru lebih susah mengurus suami Indonesia ya?" komentarnya.
Lalu salah satu partisipan lain menanggapi sekaligus bertanya-tanya, "Sebetulnya, mana yang lebih berpotensi terjadi konflik? Seragam atau beragam?"
Mindb…

Bleki Kampret

Ada orang yang mungkin ditakdirkan berpapasan jalan dengan kita untuk menguji kesabaran. Ada. Orang yang mempersulit birokrasi misalnya (mari kita anggap saja Pak Bleki 1 2 3 dst).

Jadi ceritanya, selama gw bekerja ini sebetulnya gw bermasalah soal status kepegawaian. 2 bulan pertama bekerja udah pening ngurusin ini tetap aja sampai sekarang belum kelar juga.

Dilempar dari Pak Bleki 1 ke Pak Bleki 2 ke Pak Bleki 1 ke Pak Bleki 2, muter aja gitu terus kayak kuda-kudaan Dufan. Lama-lama gw kesal dan bilang kalau gw lebih baik mengundurkan diri kalau nggak ketemu jalan tengahnya.

BLEKI KAMPRET! Tapi yaudalah, Bleki menggonggong khafilah berlalu. Gpp lah gw dirugikan secara nominal, tapi nggak secara mental.

Saat gw cerita ke pemimpin tertinggi di kantor, beliau bilang "tenang aja. Della tahu kan kami semua dukung Della". Ya gw udah diginiin, gimana bisa menolak kan? Akhirnya gw urung mengundurkan diri. Toh gw menyukai apa yang gw kerjakan.

Jadi gw mengafirmasi diri berulang-ula…

How I Met IM (part 2)

Image
Januari 2014

Di bulan ini, status gw adalah pengangguran bahagia. Pertama, artikel perdana gw di Ruang Psikologi selesai (walaupun baru dimuat di bulan Februari).

Kedua, alhamdulillah gw lolos seleksi esai IM dan lanjut ke tahap Direct Assessment (DA).

Ketiga, gw punya buanyaaak waktu buat main dan leyeh-leyeh do nothing setelah intens 'menggurita' beberapa bulan sebelumnya.

Februari 2014

Mulai galau kelamaan nganggur dan menunggu kepastian pengumuman DA. Harusnya gw ke Semarang, tapi nggak jadi-jadi mulu karena nungguin ini. Lah piye kan kalau keterima? Masa bentaran doang di sana?

Lagipula, gw sekeluarga mau umroh. Yaudalah, ditunda aja ke Semarangnya (yang ujung-ujungnya niat ke sana beberapa bulan nggak jadi juga).

Maret 2014

PUNCAK KEGALAUAN!!! Udah kering jadi ikan asin gw nungguin pengumuman. Nggak lolos pula. Itu pun taunya di penghujung bulan Maret.

Rasanya kayak harap-harap cemas nunggu ditembak gebetan, eh ternyata relationship status nya udah jadian sama orang lain. …

How I Met IM (part 1)

Image
Gw habis pulang dari event kantor. Marathon rapat dan ngurus forum diskusi sekitar 50an ilmuwan (yang ada di foto cuma tim inti) selama 4 hari berturut-turut dari pagi sampai tengah malam. Capek? Nggak usah ditanya. Tapi gw sangat menikmati event terakhir sebelum gw resign ini.

Jadi pengen throwback masa-masa semenjak lulus kuliah sampai sekarang.

Juli 2012

Pekerjaan pertama gw adalah creative officer di sebuah perusahaan marketing consultant. Perusahaan ini adalah perusahaan start-up yang baru jalan beberapa bulan. Masih 'hijau' banget. Sistem belum terbentuk. Karyawan cuma 3 orang. Tapi udah gaya banget ngantor di Kuningan.

Iya, Kuningan yang biang macet Jakarta itu loooh!

Sepanjang hidup, gw nggak pernah beraktivitas rutin di pusat kota, jadi syok banget saat ngerasain 5-6 jam PP ngantor. Butuh pembiasaan gila-gilaan di beberapa bulan pertama. Mana habis putus pula, nggak ada tempat berkeluh-kesah (ea ea ea).

Ditambah, proyek-proyek 'Roro Jonggrang' super ngehek den…

At Least I Never Walked

There's no such thing as ideal life. Even when you like what you do, often times, you will feel tired and discover that there are A LOT OF things happened beyond your expectation.

You may take a deep breath, chill down, and assure yourself "this too shall pass". But although you know everything will be over --and leave you that mixed feeling when it IS finally over--, just keep doing what you're doing and never slow down your pace.

I'd like to associate things with running. As I start to run and set the distance, unless I plan to mix speed between run and walk, I hate to give up the run and decide to walk instead.

Too bad, besides being a sucker at direction, I also suck at calculating distance. I have no idea how far is too far. Literally. I used to think 1 mile equals 10 km, while it's actually 1.6 km. HAHA. So often times, I fail at estimating limits.

But as written on the last page of my favorite book titled "What I Talk About When I Talk About Runni…

Cemburu

"Gw kan cemburuan ya sama temen. Kalo lu suka nulis tentang Y gw suka cemburu" -X
Gw ngakak sejadi-jadinya. Apa pula?! PERSISSS banget sama yang pernah dibilang si Y juga. Dengan bahasa yang beda tentunya, tapi intinya sama: cemburu.

Well anyway, don't be. Because you're also special. I still have so much room in my heart for all my beloved ones. I'm just not that kinda person who tell it every day, out loud.

Lalala

Kalau lagi lalala banget emang paling enak tuh nulis sebagai ajang katarsis ya. Setelah harusnya udah bisa tidur cepet, tidur tenang, dan tidur senang, malah kebangun tengah malem gini.

Fyuh. Padahal nggak lagi PMS, nggak lagi kenapa-napa, tapi bawaannya cemas aja. Kenapa sih? Udah gila banget rasanya pengen lari.

Inget dulu pernah lari sekitar jam 3 pagi di sekitaran Kukel-Kutek-Pusgiwa UI sendirian. Nggak peduli gelap, setan, maupun 'setan' dalam bentuk manusia (aka pelaku kriminal yang berniat jahat). Anak sinting emang. Untungnya aman-aman aja.

Isssh.. paling ngeselin deh uring-uringan sendiri yang nggak jelas asal muasal dan sebab akibatnya. Nggak penting abis. Buang-buang emosi aja.

Lalala, dalam berbagai definisi.

Recap Agustus

Gw pernah menyebutnya: Agustusugus. Bulan yang manis, mirip permen Sugus yang punya bermacam varian rasa.

25 highlights of the month:
Hunting sepatu lariKejadian yang bikin spaneng (AH SUDAHLAH)Ultah QopulRapat weekend bulananDolly melahirkan. Anaknya 3, mati 1Pengajuan resign per SetemberMedical check-up Indonesia MengajarMain sama geng angkatan 34 MBUI (Diah, Shasha, Velo, Tegar)Eyang kena stroke (lagi), lumpuh sebagian :(Main sama OctaUltah MardayahKe GOE (demo ekskul SMA)TC buat persiapan OKK (gw nggak dateng sih)Nonton Musikal Sekolahan saat 17an sama Shasha (dan beberapa anak MBUI lain)Ada yang baru jadian (PRIKITIUW)Misi ngumpulin 10 cap Goethe demi notes: doneOKK (gw nggak dateng sih)Main sama geng magang Lowe (Astrid dan Marcell)Ke Jember Fashion Carnaval sama VeloTandatangan kontrak Indonesia MengajarWisuda (gw nggak dateng sih)Nonton Mocca sama Cune (dan Pipit, harusnya)Main ke Bintaro sama Dini dan YuniMeet-up sama Vika, Inay, Intan buat bikin final itinerary SingaporeOn-of…

Fine

Beberapa pekan yang lalu, seorang teman bercerita mengenai ketakutannya dan ke-nggak yakin-annya kepada diri sendiri. GLEK! Gw menahan napas dan menelan ludah, menyadari kenyataan bahwa seseorang bisa berubah.

Iya, gw tahu itu biasa. Tiap orang pasti berubah. Tapi nggak munafik, walau bagaimana pun berusaha menerima, kadang tetap ada setitik keinginan diam-diam "plis jangan berubah".

Dia yang gw kenal dulu, selalu optimis apa pun yang terjadi. Sampai pelan-pelan, gw mulai merasakan dia berubah jadi sosok yang peragu, yang bolak-balik gw tepis "Del ah gausah sotoy".

Mungkin karena tuntutan dan tekanan lingkungan. Entah. Bukan hak gw udah menghakimi. Tugas gw sebagai seorang teman hanya meyakinkan dia untuk kembali yakin pada dirinya sendiri.

"You. Are. Fine. No such thing as pattern if we can learn our lesson. Just go ahead. You worry too much", I said.

Mungkin terlalu angkuh kalau gw bilang gw cukup mengenal dia. Gada yang benar-benar mengenal manusia lai…

Pengakuan Dosa

"Amanah paling berat adalah kepercayaan DAN kebebasan"
Ketika kita diberi kepercayaan sekaligus kebebasan untuk mengatur diri sendiri, sadar nggak ketika itulah kita sebenarnya lagi diuji? Namanya "ujian nikmat". Ujian ini bahaya karena kita bisa terlena untuk lepas tanggung jawab.

Suatu kali, gw pernah izin MB buat jalan-jalan ke Magelang-Jogja dengan alasan:
Menunaikan bucket list lihat pelepasan lampion saat perayaan WaisakPromo tiket kereta api murah (BANGET)Lagi empet kerjaan, butuh hiburan dan liburan
Sebelumnya, gw nggak pernah izin buat jalan-jalan kayak gini, jadi gelisah banget antara mengurungkan niat atau tetap lanjut dan bilang aja terus terang.

Akhirnya, dengan modal bismillah dan degdegan, gw minta izin, dan ternyataaa.. diizinin dengan mudahnya! Tanpa syarat pula! Well, tetap kena seri sih (aka hukuman push up).

Yang namanya MB kan izinnya ajegile susahnya kayak kentut di luar angkasa. Lah ini beneran banget nih diizinin?

Tapi apa itu bikin gelisah …

Time Capsule

Image
Tengah subuh ngos-ngosan, kebangun karena mimpi buruk, terus mikir, tahun depan kalau tengah subuh kebangun gara-gara mimpi buruk kayak gini, sarana katarsisnya apa ya kalau gada internet? *anaknya sepele :))

Ngomong-ngomong soal sepele, kemarin gw menerima email-email yang bikin degdegserrr.. terutama email dari Tepi tentang "How to survive blablabla" terus legaaa.. ternyata gw ngga sepele sendirian, HAHA.

Hal-hal ribet yang gw pikirin ternyata emang penting dan udah dipikirin sama orang lain solusinya. Beruntungnyaaa! Well, beda tipis sih antara "jangan menyepelekan hal kecil" dan "jangan membesar-besarkan hal sepele". Untuk kasus ini, masuk tipe pertama: jangan menyepelekan hal kecil.

Anyway, gara-gara itu, gw jadi buka email time capsule yang gw tulis sendiri tahun lalu buat gw di umur seperempat abad. Alesan nulisnya (lagi-lagi) sepele: pengen dapet kado surat pas ulang tahun.

Di time capsule itu, gw menuliskan harapan-harapan untuk gw di tahun ini. …

About Fear

Image
"Del, lo berani emangnya?" My friend once asked me. Back then, I was offended. She underestimated me. But after a while, I got sorta similar questions that I began to wonder myself "what is bravery anyway?"

I listed down all my fears and reasons why I feared them. Mostly, those were nonsense.

Like my fear of syringe. That horrifying mental image over a tiny metal? Oh come ooon.. why so scared? It was just one 'cusss' away. Like an ant's bite.

O HAIL WHITE LIE! No such thing as "ngga sakit kok, cuma kayak digigit semut".

Anyway, what was the worst scenario could happen? Well... how if the injection jab jab jab throughout my skin and bones? How if I caught myself crying, hysterically screamed in front of strangers? How if I fainted and never woke up? GEEZ!

Thank God it didn't happen. And I deserved iced Milo and ice cream. YEAY! Childish? Oh well, like I care.

###

It's just one example from an endless list.

One night-til-dawn, I chit-ch…

At Least We Have Us

Image
These kinda people I wanna treasure forever, for life, for sure.

Recap Juli (Tambahan)

Image
Ini harus banget diabadikan! Akhirnya kesampean juga ngidam naik kereta-keretaan keliling mall setelah berhasil membujuk om-tante dan saudara sepupu buat minjemin bocil-bocilnya.

YEAY! Achievement unlocked! Welcome, pleasant August! :D

Pelabuhan

Della 1: WOW! Gila juga ya 'pasang surut' kita selama 5 tahun ini. Inget ini ngga? Januari 2010. Saat kita mempertanyakan hidup yang lurus-lurus aja? Lesson learned. Be careful of what we wish for ;p

Della 2: HUAHAHAHAHAHAHAHAHANJIR!!!

Della 1: Inget ngga segala drama percintaan, pertemanan, masuk rumah sakit di tengah pengerjaan tugas akhir, kecelakaan, patah kaki, gagal audisi, gagal pentas, gagal ini-itu pokoknya, patah hati, sakit hati, frustrasi, kecewa, kucing kesayangan meninggal, eyang sakit, daaan sebagainya. Masih bisa bilang 'hidup lurus'?

Della 2: Iya, Del, iyaaa.. ampuuun! Tahun 2011 tuh yang paling epic lah. Masa-masa cobaan dateng serencengan kayak duku. Udah ya. Malu nih gw. Labil abis emang drama masa muda. LALALALALALALALA~

Della 1: Sekarang juga masih muda kali! Selamat ya, Kapten, masih terjaga kewarasannya

Della 2: ATUH LAH!!! SISI MANANYA YANG WARAS???!!! Well, at least we've learned our lesson. In hard way. Congratulation, anyway. We survive,…

Recap Juli

Highlight Juli (personal, lokal):
Pengumuman seleksi IM tahap 2Nobar debat capres sambil rapatRamadhan di rumah baruEyang tetangga meninggalMulai rutinitas jogging pagiBukber non-stop hitsKantor pindah gedungBeli shampoo kudaDapet boneka Line (Cony)Twitterview VabyoMain ke BogorMbak-mas mudik, mendadak Ijah
Highlight Juli (nasional, global):
PilpresPiala DuniaGazaMH-17Lebaran

What a fulfilling month :)

Ramadhan emang ajang silaturahmi dengan modus buka bersama yah. Yang tadinya sibuk terus dan mencar ke mana-mana, di momen bukber jadi pada ngumpul lagi. Ah, senangnyaaa!

Ya walaupun selama bukber, udah 3x aja gw dijodoh-jodohin dari lingkaran yang berbeda. Ini apa sih pada kaya bocah SD, zzz. Tau sih becandaan doang, tapi kenapa harus gw mulu dah yang kena?

Gpp deh, tandanya orang-orang pada perhatian sama gw. Hoek cuih. Perhatian tuh ngasih THR gitu kek. Lah ini ngasihnya ceng-cengan. Bully-able banget kayanya gw. Sib nasib. Pasrah wae lah -___-

Anyway, bulan ini adalah bulan puasa pert…

Forgiveness

Image
Lebaran kali ini alhamdulillah berjalan cukup lancar, setelah 5 tahun pasti ada aja sesuatu yang mengganjal.

Beberapa lebaran belakangan, kata "maaf" jadi kata yang susah diucapkan sekaligus sangat diharapkan. Duh, kalau diingat-ingat, rasanya pengen gali lubang, nyemplung, dan kubur diri. Malu. Lebaynya drama ngalah-ngalahin Ncess Uscita.

Tapi kalau mau ambil ekstraknya hikmahnya, ini proses lah ya. Dari sekian kali lebaran yang udah dilewati, gw banyak belajar dan makin paham betapa dahsyatnya kekuatan kata "maaf".

Kalau sekarang sih berasanya super lebay, tapi kala itu, emang segitu cetar-membahana-luar-biasa-ulala nya.

Manusia khilaf. Manusia meminta maaf. Katanya, seseorang mungkin aja memaafkan, tapi belum tentu melupakan. Ngga masalah. Kenapa harus dilupakan?

Never forget is never an issue. Never forgive is. Ain't it burdening, not to forgive others? So, to enlighten our burden, why don't we all make room for forgiveness?

Emang ngomong sih gampang. …

Harapan yang Menghidupkan

Image
Kemarin, Prabowo mengajukan gugatan terhadap keputusan KPU ke MK. Belum kelar juga nih drama copras-capres? Alamak! Ra uwis-uwis.

Tapi hei! Mari kita lihat sisi positifnya:

Scan data C1 oleh KPUKawal Pemilu: Situs crowdsourcing dari ratusan relawan yang keroyokan cross-check scan data tadiKumpulan C1 yang anehSurat Untuk Pak Bowo: Kumpulan surat terbuka dari para seniman dan pekerja kreatif untuk menyemangati Pak Prabowo agar legowoPolling kabinet usulan rakyatKabinet Rakyat: Detail CV + hasil polling (walaupun kandidatnya agak berbeda)Konser Salam Dua JariDaaan.. segala kampanye kreatif macem "Seri Blusukan Jokowi" ala Tintin, "I Stand on the Right Side", "IndONEsia", fanpic Jokowi-Prabowo jabat tangan, tukeran kaos bola, dsb
Gila sih partisipasi rakyat. Meriah banget!

Sebenernya gw ngga dukung-dukung Jokowi amat. Malahan, awalnya gw se-skeptis itu sama dua-duanya. Terpaksa pilih salah satunya karna gamau milih yang satunya lagi. Pokoknya satu yang pasti:…

Tentang Bersyukur

Lo: "Del, gw iri deh sama hidup lo" (sambil liat-liat gallery iPod Della)
Della: "Haha, apaan deh. Kenapa emangnya?"
Lo: "Punya banyak temen, volunteer ini-itu, jalan-jalan mulu. Kayanya seru aja lo bisa selalu ngelakuin apa yang lo suka"

Si Della ini gemes. Bukan cuma sekali dua kali lo ngomong gini. Dan bukan sekali dua kali juga si Della klarifikasi. Makanya kali-kali, pengen nulis ini.

Lo gatau aja........

Betapa berantakan belakang layarnya orang yang lo iri-in itu. Betapa gelisahnya si Della tiap melangkah, berpisah, dan bertemu orang baru lagi. Betapa kencengnya traffic temen yang datang dan pergi. Yang datang dan ngga pernah pergi? Bisa dihitung pakai jari.

Betapa pada kenyataannya, dia ngga selalu bisa ngelakuin apa yang dia suka. Pun iya, ngga selalu menyenangkan. Pun emang dia sukai dan kegiatannya menyenangkan, banyak yang harus dikorbankan.

Mungkin lo lupa aja........

Betapa banyaknya orang yang iri sama hidup dan karir lo yang gemilang kaya Ik…

Mari Lari

Beberapa hari ini, gw lagi rajin lari pagi setelah sekian lama 'lari' dari lari. Terakhir lari yang beneran lari itu waktu latihan buat MBIC 2, bulan Juni 2013.

Walaupun tipe pelari lamban, gw sangat menikmati momen-momen saat lari.

Saat pikiran bergerak seiring langkah yang mengayun. Saat dada sesak, nafas naik-turun, seluruh tubuh panas, betis serasa mau meledak, dan hidung-tenggorokan perih. Pun saat batuk-batuk susah nafas pasca lari, gw tetap menikmati.

Terdengar masokis? Ya, memang.

Tapi ada adiksi tersendiri saat berhasil mencapai tujuan dan 'merayakannya' dengan beberapa teguk air mineral yang menyegarkan. Well, kecuali lagi puasa ya. Pantang minum sebelum maghrib (AUK AH DEL)

Sampai di suatu hari saat latihan MBIC, gw terpaksa harus memilih. Antara ngga lari tapi 'aman' atau lari dengan resiko kaki ngilu karena lagi masa pemulihan pasca operasi copot pen.

Kala itu, gw benci diberi privilege untuk ngga lari sementara yang lain harus lari sesuai jarak da…

How Are You, Guys?

Re-watched How I Met Your Mother and found this:
That's how it goes kids. The friends, neighbors, drinking buddies, and partners in crime you love so much when you're young, as the years go by, you just lose touch. You will be shocked kids, when you discover how easy it is in life to part ways with people forever. That's why, when you find someone you want to keep around, you do something about it.
Kinda sad how true it is. People come and go. Even if they come back, sometimes there is that invincible distance. A gap you can't reach. Yes, some people DO grow apart. And you can't help but let them go.

But for whom I want to keep around, I hope I can always make time. While I still have time. Before time fades those bonds and sparks away.

So... how are you, guys?

Tentang Pilpres (Lagi)

Pilpres udah kelar. Yeay? No yeay yet!

Pasca pilpres, banyak pro-kontra mengenai isu perhitungan suara, baik quick count maupun real count di tanggal 22 Juli nanti.

Gw sebenarnya udah mulai muak. Berkali-kali gw memberi jeda pada diri sendiri untuk ngga mantengin apa pun yang berhubungan dengan pilpres. Tapi berkali-kali gw balik lagi. Menyimak berita lagi. Muak lagi. Ra uwis-uwis.

Meskipun hingar-bingar pesta demokrasi ini terlalu bising dengan berita miring yang bikin kuping penging serta kepala pusing, harus gw akui, banyak hal positif yang bisa disaring.

Dari mulai golput yang berkurang drastis, 'koleksi' hasil scan C1 yang ngga wajar, sampai main surat-suratan yang belakangan lagi hits di kalangan seniman dan pekerja kreatif. Surat-surat tersebut ditujukan untuk Pak Prabowo.

Salah satu surat oleh Jenny Jusuf berbunyi:
"Bapak, kami sungguh tak ingin membenci. Kami hanya ingin seorang pemimpin yang bisa kami cintai dan hormati, seseorang untuk dipercayai, yang tak meni…

In Response to :)

Reading this really makes me super flattered. Thank you, Ne :)

I don't know what to say. Well, actually I have too much to say that I don't know which one should be said first. And suddenly it disappears. That's the beginning of what so called 'speechless', yes? Those lost words.

Anyway, sorry for those annoying worries, doubts, and anxieties that I frequently shared to you back then. Kinda amazed you were patient enough not to kill me. Will gladly bother you with another lalala lame 'drunken' midnight-till-dawn talks if you don't mind. HAHA.

Once again, thank you for your sincere supports. Wish you infinite happiness and meaningful life, dear Shanti Nurfianti Andin :)

The Journey with The Writers

Image
Jadi ceritanya... beberapa hari yang lalu gw abis liat foto-foto waktu jalan ke Serang bareng penulis The Journeys 3, trus nyengir-nyengir sendiri.

GILAK! SEHARIAN BARENG WINDY ARIESTANTY, VALIANT BUDI, HANNY KUSUMAWATI, DINA DUA RANSEL, ALFRED PASIFICO, DAN ALEXANDER THIAN SEKALIGUS BOK!

Trus gw ngebayangin suatu saat bisa jalan bareng mereka lagi ke tempat yang lebih jauh dengan waktu yang lebih lama. Ih pasti supeeer seru!

Walaupun gw cupu ngga berani ngajak ngobrol Mbak Windy karna grogi, walaupun nyesel ngga banyak ngobrol sama Vabyo tentang pengalamannya di Arab yang super menarik itu, dan walaupun cuma bisa ngikik liat Alex yang banyak gaya, tapi gw cukup puas seharian banyak mengamati perilaku para penulis itu.
Alex yang mata dan jempolnya selalu tertuju ke HP. Kalau ngga lagi interaksi sama layar mungil itu ya ngobrol berisik. Beneran ternyata sami mawon, baik di dunia maya maupun non-maya. Bawel. Haha.

Mbak Windy, Mbak Hanny, dan Mbak Dina yang selfie terus.

Mbak Windy dan V…

(Bisa Jadi) Tentang Pilpres

H-7 pilpres.

Jujur, gw degdegan. Parno. Takut rusuh, ngeliat baik pendukung fanatik Jokowi maupun Prabowo sama-sama 'panasan'. Doh! Macem fansnya Agnes Monica deh. Kalau ada yang kritik idolanya, nyerangnya udah kaya Sparta.

Mana sekarang udah blur mana yang black campaign mana yang negative campaign. Trus ada lagi reversed campaign, di mana oknum JUSTRU menyebar isu negatif tentang capres pilihannya untuk menarik simpati.

Ngga ngerti lagi lah. Rasanya tiap mencerna informasi tuh saringannya banyak banget. Mulai dari mempertanyakan motif tulisan, siapa yang mempublikasikan, sampai kebenaran pesan. Pusing.

Lebih pusing lagi sama debat kusir yang fokusnya nyerang pihak lawan, bukan ngasih informasi. Nyeh! Tapi kalau lagi iseng, gw suka juga sih bacain komen-komen 'drama' buat hiburan, hahaha.

Udah gitu, berhubung pendukung rese nan gengges bertebaran layaknya ketombe, akhirnya malah ada yang berpikir buat golput, padahal tadinya udah mau milih salah satunya. ISSSH!

Kalau…

Recap Juni

Maapin ya anaknya lagi seneng nge-recap. Bulan Juni ini ngga berasa banget asli. Tau-tau udah ganti Juli aja. Tau-tau udah puasa lagi aja. HUAH!

Jadi... highlight Juni:
1 Juni: volunteer 1000 Petualang Cilik di Rumah Perubahan6-11 Juni: dinas ke Semarang13-14 Juni: ke Gunung Padang dan Cibodas15 Juni: hari nyalon sedunia16 Juni: Direct Assessment Indonesia Mengajar19-27 Juni: dinas ke Medan28 Juni: hari main sedunia29 Juni: puasa pertama(Soon) 4-6 Juli: rapat WEEKEND di Serpong (alhamdulillah deket rumah)
Di sela-selanya nonton X-Men, Malificent, 22 Jump Street, sama Transformers sekalian main bareng orang-orang yang jarang ketemu. Senangnyaaa..

Bulan Mei lalu mabok film Eropa. Bulan Juni ber-Hollywood-ria. Bulan Juli pengen jejepangan deh, tapi males nyari donlotan. Film yang bagus sekarang apa sih? Ngga apdet banget saking udah super lama ngga dorama-an.

Kalau soal bacaan, gw lagi suka baca buku berbahasa Indonesia. Kmaren abis nge-list Reading Challenge di Goodreads dan ada 11 buku …

Patah Hati

2 hari yang lalu, pas banget setelah sahur pertama, nyokab dapet telfon yang ngabarin kalau eyang tetangga di Bintaro meninggal dunia. Inalillahi wa inna illaihi rajiun. Saat dapet kabar, gw lagi bersiap-siap tidur lagi sampai gw denger intonasi suara nyokab yang 'beda'.

Roman-romannya ada 'sesuatu' yang buruk. Dan bener aja. Kabar duka. Subuh itu juga nyokab ngajak bokap buat balik ke Bintaro, bantu-bantu proses pemakaman.

Kehidupan pertetanggaan di kompleks mungkin emang ngga sedeket kalau di kampung. Tapi seenggaknya, semua selalu sigap kalau ada yang butuh bantuan. Maklum, udah puluhan tahun bertetangga.

Malemnya, nyokab cerita kronologi kejadiannya. Almarhum eyang tetangga itu meninggal dalam tidur tanpa ada pertanda apa pun. Bahkan katanya, suami alm sempet ngobrol panjang malam sebelumnya.

Gw mulai mengenang sosok eyang yang ramah ini. Tiap pagi kalau keluar rumah, gw menyapa eyang yang selalu jalan pagi di depan rumahnya. Senyumnya selalu tulus mengembang.

Sela…

:D

Image
Della 1: Sooo.. how is it, Del?

Della 2: :D

Della 1: What's with that grin?

Della 2: Nothing. Just amazed how reserved yet vibrant I can be, at the same time

Della 1: Hm?

Della 2: You know, that "I'm proud with myself" feeling when you finally can talk with steady tone in chronological order, and though there are some intense emotions in your stories, you still can keep it going on track

Della 1: Sounds like everything went well. Good for you

Della 2: Good for us. Well, we'll see :D :D :D

Della 1: What's with that too many grins?

Della 2: I just........ feel glad I'm not that type of person who can easily give up. At that time, the assessor said something like "approach we're doing is exploring the past behavior to predict the future" and by telling my own experiences, I realized how determined I was when pursuing thing I really wanted. I only stopped when I had to. After all, it was not about getting it but about the journey of getting it. …

Bertanya

"Learning is not how to answer questions, but to ask questions"
Selalu pengen ketawa kalau inget kata-kata itu, lupa siapa yang ngucapin.

Dua bulan terakhir ini gw sangat menikmati momen-momen menyimak sekumpulan ilmuwan ngariungan untuk merumuskan pertanyaan besar dan mendasar.

Susah. Membuat pertanyaan yang tepat itu minta ampun susahnya ternyata. Lebih susah dari menjawab pertanyaan dengan tepat.

Kalau udah ada pertanyaannya kan kita 'tinggal' nyari jawabannya. Lah kalau pertanyaannya aja gada? Apa yang mau dijawab?

Selama ini kita disuguhi berbagai macam soal yang harus kita jawab. Pernah ngga dibalik, disuguhi berbagai macam jawaban yang harus kita tanya?

Tantangan berikutnya, menjawab kembali pertanyaan yang tadi ditanyakan. Kalau bisa dengan mudah dijawab, berarti pertanyaannya belum tepat.

Susah? Emang. Tapi dari situlah kita belajar. Dari mana? Dari bertanya.

Rahasia

"Don't let them in. Don't let them see" -Elsa (Frozen, 2013)
Semua orang punya rahasia. Sesuatu yang ngga pengen orang lain tau. Siapa pun tanpa terkecuali. Entah masa lalu, bagian tubuh tertentu, atau sesimpel malu.

Tapi lucunya, saat ada orang lain yang tau entah gimana ceritanya dan cuma bereaksi "terus? Apa yang perlu dirahasiain? Kenapa harus malu?" rasanya jadi pengen nyanyi...

LET IT GOOO~ LET IT GOOO~ CAN'T HOLD IT BACK ANYMOREEE~

Mungkin, seseorang menyimpan rahasia bukan karna takut ketauan, melainkan takut akan penolakan.

Come What May

Image
Tengah malem kebangun, bingung mau ngapain, bosen sama sosmed, yaudah nge-blog aja deh.

Nulis apa ya? Paling gampang sih bikin recap. Jadi inget salah satu tips di buku Creative Writing nya A.S. Laksana di mana dia bilang bahwa dalam menulis, tulis jelek dan cepet dulu aja, ntar kan bisa dibenerin lagi.

Tapi katanya juga, kalau sambil nulis ya nulis aja, jangan sambil ngedit juga. Haha, ini gw banget lah! Gatelan buat ngedit tulisan sendiri, ujung-ujungnya tulis-apus-tulis-apus trus ngga kelar-kelar.

Hmm.. let's see. Highlight selama Mei (nyerempet pertengahan Juni):
Volunteer Europe On Screen: JakartaVolunter 1000 Petualang Cilik: Rumah Perubahan, (hampir) BekasiTugas dinas pertama: CIFOR, BogorMendadak jalan-jalan dinas: Medan-Samosir(Soon) Tugas dinas kedua: Semarang(Soon) Tamasya: Situs Gunung Padang, Cianjur(Soon) Direct Assesment Indonesia Mengajar: Jakarta
Highlight-nya banyakan tentang kerjaan banget Del? Ya gitu deh. Gw sih super menikmati, terutama selama jadi volunteer E…