Posts

Showing posts from March, 2014

March On

Yang ditunggu-tunggu selama 2 bulan 10 hari ini akhirnya nongol juga. Salah satu wishlist umur seperempat abad harus dicoret.

Apa rasanya? Hmm.. bingung sih jawabnya, soalnya yang pertama kali terlintas adalah harus recovery secepetnya. Mau gamau, bisa ngga bisa, HARUS!

Kalau di MB, misalnya jatoh pas display, langsung berdiri. Lupa koreo, tetep lanjut gerak. Semuanya ngga lebih dari 2 beat. Mikirnya simpel: show must go on.

Atau kaya lagi jadi panitia penyelenggara suatu acara. Tau-tau, ada sesuatu yang bikin plan A ngga bisa berjalan lancar. Yaudah, ngga pake mikir yang ngga relevan, langsung beralih ke plan B. Lagi-lagi: show must go on.

Nah makanya, kalau ditanya gimana rasanya, inilah jawabannya:
Ain't nobody got time for dat? Show must go on!
Yang terpenting sekarang bukan soal "rasa", tapi apa yang harus dilakukan abis ini. Yaaah.. sementara waktu harus bisa matiin rasa sampai segala hal beres dulu. Udahlah gausa kelamaan termangu. Ayo susun rencana baru.

Time'…

Berpikir Strategis dan Kreatif (bagian 2)

Sebetulnya ada satu poin penting yang sengaja ngga gw tulis di bagian pertama, yaitu:
"Strategic planning in advertising is not a role. It is a mindset"
Bicara soal mindset, pastinya berurusan dengan proses berpikir. Nah, di sinilah hubungannya dengan Akber yang gw ikuti Kamis kemarin. Bedanya, kalau sebelumnya yang dibahas adalah tentang strategi, sekarang tentang kreativitas.

Awalnya, gw ngga terlalu niat ikutan, soalnya ngga tau pembicaranya dan tempatnya. Tapi pas tau temanya, hmm.. sepertinya menarik. Boleh lah daftar. Ternyata... SEMENARIK ITU LOH!!! Keputusan yang tepat banget impulsif ikutan kelas ini. Thanks Gus infonya!

###

Sharing Kang Motulz dibuka dengan pertanyaan:
"Kreatif itu... bakat atau minat?"
Intermezzo dikit. Lucu deh. Di awal, Kang Motulz keliatan 'gemes'. Kaya pengen numpahin isi kepala, tapi somehow kecepatan melisankan ide ngga sekilat kecepatan cahaya ide tersebut terbersit.

Kaya ngeliat diri sendiri. Saking banyaknya yang pengen …

Berpikir Strategis dan Kreatif (bagian 1)

Image
Tiap gw ikutan Akber pasti 'diteror' Agus suruh cerita di blog, haha. Yauda deh gw cerita. Emang pengen nulis tentang ini juga sih.

Jadi ceritanya...

Dua kamis berturut-turut, gw ikut kelas Akber Jakarta. Di Kamis pertama, tentang profesi "Strategic Planner" dengan om favorit gw -Om Piring- sebagai gurunya. Di Kamis berikutnya, kelasnya Kang Motulz yang berbagi mengenai kreativitas. Temanya "Creative for Everyone"

Karna kebetulan dua tema ini saling berhubungan dan kedua gurunya berkecimpung di industri kreatif, mungkin bisa gw coba gabung jadi satu. Eh maksudnya satu yang dibagi dua *labil ih.

###

Dalam sesi Om Piring, dia menjelaskan bahwa seorang strategic planner merupakan jembatan dari tiga peran penting dalam industri kreatif. Gampangnya, gw bikin istilah P3K (Penghubung Klien, Kreatif, dan Konsumen).

Fungsi strategic planner ini mirip penerjemah. Jadi, saat dapet brief dari klien, dia menerjemahkan 'bahasa riset' ke dalam bentuk creative brie…

Passion, Follow Me!

"Follow your passion", said everyone
Della 1: Emang passion lo apa?
Della 2: Auk! Passion tuh apa sih?
Della 1: Hmm.. katanya sih sesuatu yang kita sukai dan dikerjakan dengan senang hati, bahkan rela ngga dibayar
Della 2: Kalo gitu, tidur kali ya?
Della 1: Del, plis........

Beberapa tahun yang lalu, gw termasuk penganut mindset "follow your passion". Jujur aja, mindset itu bikin galau. Ya gimana ngga? Salah satu mimpi gw adalah jadi copywriter, makanya gw milih penjurusan iklan. Udah fix banget dari semester awal.

Saat magang jadi copywriter, gw ngerasa udah ada di jalur yang bener. Tapi di tengah, gw kewalahan juga karna semua ide dimentahin, sementara yang diminta harus mateng sempurna. Yuk yak yuk jadi koki sajalah.

Sebetulnya gw blom mau nyerah, tapi ada titik di mana gw mulai lelah dan melakukan pembenaran "syitmen, apa jangan-jangan ini bukan passion gw? Trus selama ini?". Sedihnya, ketika gw mulai berpikir demikian...

I'm lost. Do I really want to…

PMS: Post Moving-Out Syndrome

Image
"Ada indah di tiap pindah" - Anonymous Harusnya sih gitu ya. Tapi kenyataan mah gada indah-indahnya. Prosa boleh berbunga, tapi utang juga. Mamam deh tuh kalimat pujangga.

Anyway, jadi ceritanya, gw pindah rumah. Di otak gw, pindah identik dengan beres-beres. Cuy, dengan segala kerempongan dunia itu, sisi mananya yang indah?!

IYUUUH! Langsung gatel-gatel ngebayanginnya. Semacam alergi beres-beres. Tapi ya gimana? Mau ngehindar kaya apa pun ke mana pun, kalau ngga beres-beres ya ngga bakal beres. Huftness maximum high tension lah kalau kata Jeketek48.

Dari awal bulan sebetulnya udah diingetin kalau akan pindah tanggal 15. Tapi karna gw anaknya hobi nunda, tau-tau udah H min sekian aja. Ohmen! Yaudah deh, mari berkemas kilat. Hoahm magernyaaa.. ngga bisa apa ya semua barang rapi dengan sendirinya?

Berhubung HARUS, gw pun mau gamau menyeret diri untuk mulai memilah dan memilih kenangan. Mana yang bisa disimpan, mana yang harus ditinggal.

Sedikit demi sedikit, barang-barang yan…

Trust Issue (part 2)

Image
(sambungan)

Sampai mana tadi? OH! Sampai pertimbangan gw untuk menaikkan 'pangkat' beberapa temen deket gw menjadi sahabat.

Well, I haven't decided yet, but I DO consider some names. I won't write all their names down, but I'll share one of them.

Namanya Dini. Temen SMA yang super genggesss. Anaknya kepo berlebih. Kalah deh wartawan infotainment. Kalo udah penasaran, bakal dikejar sampai ke ujung dunia. Anaknya juga paling ngga bisa ngga 'deket' sama orang (aka cowo), walaupun ngga semuanya 'jadi'.

Bukan genit sih, cuma ya emang dia gampang deket aja sama orang. Cantik juga, jadi yaudah, rezekinya dia. Tapi biarpun Dini "tiap tikungan ada abang sayang", anaknya sebetulnya setia. Salut sih.

Doski juga anaknya suka dengan semena-mena ngejadiin gw 'konsultan'. Apa-apa nanya "menurut lo gimana?" Ya bukan menurut guweee.. menurut lo lah Din! Zzz. GENGGES ABIS KAN KAN KAAAN???

Duh, ini kalo anaknya baca ngamuk ngga ya? Huahaha.…

Trust Issue (part 1)

Alkisah, gw pernah nge-post tentang berbagi. Untuk beberapa hal, gw susaaah banget berbagi. Cuma buat orang-orang tertentu aja. Itu pun ngga semua hal bisa gw bagi. Sebetulnya gw tau banget kenapa, tapi masih bingung kenapa bisa segitunya.

Lalu beberapa hari yang lalu, saat lagi beres-beres rak buku, gw menemukan 'barang bukti' berupa curhatan gw sendiri yang bikin "oooh pantes". Antara lega dan sedih sih. Lega karna akhirnya paham, sedih karna cuma gara-gara hal sepele, dampaknya bisa sedahsyat itu.

Tapi yaaah.. kadang kita susah ngebedain hal-hal yang emang sepele sama hal-hal yang keliatannya sepele. Iya ngga sih? Gw gitu soalnya.

Jadi begini ceritanya...

Dulu tuh zaman SD, gw punya 2 orang sahabat. Kami akrab banget. Ke mana-mana bareng dan tiap pulang sekolah digilir siapa main ke rumah siapa. Saat itu, kami bikin kesepakatan non-verbal untuk saling berbagi apa pun, termasuk rahasia paling pribadi. Istilahnya, "tiada rahasia di antara kita".

Gw ceritai…

Wishlist

Aaak.. bulan Mei nanti gw menginjak umur 25. Seperempat abad loh! Check point hidup banget. Bisa ditunda ngga sampe gw siap dulu? PLIS!

Btw, ini siapa sih yang optimis buta kalo lifespan manusia nyampe seabad?

Eniweeei, gw kan jarang ya ngerayain ultah. Dapet ucapan aja udah sukur (segitu rendahnya ekspektasi, haha). Tapi buat kali ini, pengen banget 3 hal ini:
Surat panjang tulis tangan balesan dari siapa pun yang pernah gw kasih surat (EHEM #kode sana-sini)Ultah di camp PM 8. Fyuuuh, nulis ini aja deg-degan. Blom tentu keterima juga soalnya. Dan udah pasrah banget sebetulnya. Cuma yaaa.. ngarep boleh laaah! --> Universe has a better plan for me maybeNgelengkapin buku dan komik serial yang bolong-bolong nomernya. Ini pada ilang-ilangan ke mana ya? Huuuft. Dulu aja dicuekin. Giliran disusun, nyesel sendiri kenapa ngga dijaga baik-baik 'harta karun' nya
Trus mendadak lagi mood buat introspeksi diri, padahal 25-nya masih lama, hahaha. Yaudalah, ntar aja pas hari-H nya. Sekaran…

Keren Itu Apa Sih?

Image
Jadi ceritanya...
Saat lagi scrolling timeline Twitter, gw liat Twitbung (Twit Bersambung) nya @miund yang membahas tentang pekerjaan, lebih tepatnya mengenai freelance. Meskipun keliatannya keren karna bisa jadi bos untuk diri sendiri dan bebas ngatur jam kerja, jadi freelance itu ngga selamanya menyenangkan.

Penghasilan ngga tetap, hasil kacrut karna kurang pengalaman, dan segala pasang-surut rintis usaha. Yang udah berpengalaman aja mungkin banget bergejolak, apalagi buat para starter. Jarang yang baru lulus langsung bisa sukses jadi freelancer.

Kata kuncinya: sabar. Bangun koneksi, pertajam skill, timba pengalaman, dll. Kalo misalnya udah freelance trus ternyata harus kembali jadi karyawan, ya gausa gengsi. Realistis aja lah, kerja ya buat cari uang.

Di zaman sekarang di mana kata "passion" jadi tren, semua orang berlomba-lomba bekerja atas nama "passion" itu. Iya ngerti, yang nge-tren emang terlihat keren. Tapi, bukan berarti hidup jadi kurang bermakna kalo p…