PMS: Post Moving-Out Syndrome

"Ada indah di tiap pindah" - Anonymous
Harusnya sih gitu ya. Tapi kenyataan mah gada indah-indahnya. Prosa boleh berbunga, tapi utang juga. Mamam deh tuh kalimat pujangga.

Anyway, jadi ceritanya, gw pindah rumah. Di otak gw, pindah identik dengan beres-beres. Cuy, dengan segala kerempongan dunia itu, sisi mananya yang indah?!

IYUUUH! Langsung gatel-gatel ngebayanginnya. Semacam alergi beres-beres. Tapi ya gimana? Mau ngehindar kaya apa pun ke mana pun, kalau ngga beres-beres ya ngga bakal beres. Huftness maximum high tension lah kalau kata Jeketek48.

Dari awal bulan sebetulnya udah diingetin kalau akan pindah tanggal 15. Tapi karna gw anaknya hobi nunda, tau-tau udah H min sekian aja. Ohmen! Yaudah deh, mari berkemas kilat. Hoahm magernyaaa.. ngga bisa apa ya semua barang rapi dengan sendirinya?

Berhubung HARUS, gw pun mau gamau menyeret diri untuk mulai memilah dan memilih kenangan. Mana yang bisa disimpan, mana yang harus ditinggal.

Sedikit demi sedikit, barang-barang yang tadinya penuh sesak dan penuh butiran debu itu mulai masuk kotak atau tempat sampah. Lemari mulai lowong lalu akhirnya kosong. Perasaan mulai campur aduk.


Ah, kekosongan itu emang selalu menyisakan kehampaan sekaligus harapan yah.

Mulai deh mellow. Rumah yang selalu jadi tempat pulang selama 20an tahun, sekarang cuma akan jadi seonggok bangunan beda tuan. Rumah yang jadi saksi masa pertumbuhan, sekarang harus jadi saksi bisu perpisahan. Rumah yang........ oke, stop.

Tapi terus gw inget buku "Manusia Setengah Salmon" nya Raditya Dika, di mana dia banyak bicara tentang pindah.

###

"Hidup penuh dengan ketidakpastian, tetapi perpindahan adalah salah satu hal yang pasti. Kalau pindah diidentikkan dengan kepergian, maka kesedihan menjadi sesuatu yang mengikutinya. Padahal, untuk melakukan pencapaian lebih, kita tak bisa hanya bertahan di tempat yang sama. Tidak ada kehidupan lebih baik yang bisa didapatkan tanpa melakukan perpindahan.

Gue jadi berpikir, ternyata untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik, gue gak perlu menjadi manusia super. Gue hanya perlu menjadi manusia setengah salmon: berani pindah."

###

Hmm.. manusia setengah salmon ya.

Salmon. Hewan anti mainstream yang selalu berenang upstream. Selalu berpindah. Ngga takut berubah. Sementara manusia sebaliknya. Seringkali terjebak dalam zona nyaman. Zona aman. Ikut arus. Mencari kepastian.

Jadi inget kata-katanya Cune "ada dua golongan ekstrim: yang menolak perubahan dan yang penting berubah. Semoga kita bukan salah satu dari keduanya" (kemudian aamiin massal)

Dari situ, gw mulai berpikir. Mungkin, keindahan sebuah perpindahan terletak pada proses migrasi para manusia setengah salmon. Golongan yang berani pindah, siap berubah tapi ngga asal berubah, dan yang terpenting: ngga menoleh dan berbalik arah.

Karna move out itu pasti, move on itu pilihan.

Comments