#3 Pilihan (mid-20 Series)

Hidup tuh serba salah ya. Ngga punya pilihan, salah. Kebanyakan pilihan, salah juga. Aing teh kudu piye?

Berat amat sih Del ujug-ujug bahas pilihan hidup. Ngga sih, sepele sebenernya. Biar asik aja gitu sok filosofis, haha. Jadi gini. Sebetulnya gw lagi bingung. Cuma dalam beberapa hari, terlalu banyak pilihan cerita buat ditulis menjelang umur perak gw.

Hari Selasa nonton film dokumenter "Taste the Waste" tentang makanan layak makan tapi malah dibuang-buangin. Membuka mata banget. Jadi paham apa maksud di balik "kalau makan harus diabisin, ntar nasinya nangis".

Hari Rabu ada Pemilu. Seru juga. Dari jauh-jauh hari gw udah screening CV caleg dapil gw, kepo sana-sini, dan akhirnya nyoblos. Berasa jadi HRD dadakan. Tapi ada surat suara yang gw bikin ngga sah sih, soalnya ngga berhasil cari info dan ragu sama nama-namanya (apalagi partainya).

Hari Kamis nonton Divergent. Awalnya random pengen nyobain bioskop Metropole yang dulu namanya Megaria. Sekalian ngisi waktu nunggu kereta kosong sih, males kalau balik sore, pasti penuh. Eh ternyata bagus. Tentang sebuah kota yang dibagi beberapa faksi berdasarkan kepribadian.

Hari ini akan ada briefing volunteer Europe on Screen. Sepertinya layak diabadikan dalam cerita juga. Ah ntar aja lah ini mah.

###

Pengennya sih bahas semuanya, tapi waktu terbatas. Yauda deh salah satu aja: Divergent. Mainstream banget ngga gw kalau bilang ini film bagus? Ngga peduli juga sih. Kalau emang mainstream trus kenapa?

Gw suka banget ini film! Subjektif sih, soalnya ya emang dari dulu gw tertarik sama klasifikasi kepribadian. Mau zodiak, tes Myers Briggs, DISC, golongan darah, druid sign, personality plus, sampai yang macem "what (blablabla) are you?" juga gw jabanin. Iseng-iseng ngga berhadiah.

Bukannya jadi mengotak-kotakkan, cuma seneng aja. Baca hasil tesnya, "syitmeeen" kalau berasa 'ditelanjangin', ketawa-ketawa kalau ada penjelasan yang tepat, dan yang terpenting, belajar ngenalin diri sendiri.

Yang ngga kalah serunya itu saat ngebayangin orang-orang di sekitar gw, mengaitkan sama salah satu klasifikasinya, nebak kira-kira mereka apa, dan liat hasilnya trus dibahas.

Intinya, karna gw tertarik sama tipe kepribadian, film ini jadi menarik banget di mata gw.

Eniwei, berikut sedikit sinopsis cerita Divergent ala gw:

###

Usai perang, sebuah kota entah di mana dibagi menjadi 5 faksi:
  • Abnegation untuk orang-orang tipe Oprah Winfrey yang berjiwa sosial tinggi, suka menolong, dan ngga mementingkan diri sendiri
  • Amity untuk tipe 'villagers'. Pecinta damai, murah senyum, ramah, dan penuh kehangatan
  • Candor untuk orang-orang cablak. Jujur banget kaya di film "the Invention of Lying"
  • Erudite untuk para 'Einsten-er', kaum intelek yang kayanya satu badan isinya otak semua
  • Dauntless untuk para adrenaline junkies yang nyawanya ada sembilan

Di umur 16 tahun, tiap penduduk harus memilih salah satu faksi dan ngga boleh berpaling. Hidup itu keras bro! Kalau ngga bisa bertahan hidup di faksi yang dipilih, dia akan menjadi 'sampah masyarakat' yang potongannya macem gelandangan. Yang mau ngurus mereka cuma para Abnegation.

Alkisah, ada seorang gadis bernama Beatrice yang ternyata Divergent, yaitu golongan berfaksi ganda. Mereka sulit diklasifikasikan ke dalam salah satu faksi saja. Untuk sebagian orang, posisi kaum Divergent ini dianggap mengancam stabilitas sistem. Mereka diburu dan dibunuh.

Maka dari itu, Beatrice harus merahasiakan identitasnya dan memilih bergabung bersama para 'orang gila' penantang maut: Dauntless. Dia ganti nama jadi Tris. Di situ, dia ketemu Four, salah satu mentor selama proses inisiasi menjadi Dauntless.

Mereka lama-lama makin deket dan........ emang harus ada bumbu percintaan biar seru :))

OOT dikit. Gw iseng nyoba kuis ini trus hasilnya:

Bok! Amity mentok! Huahaha

###

Ini filmnya agak-agak mirip Hunger Games sih, tapi berhubung gw juga suka Hunger Games, jadi ngga masalah. Yang jadi masalah, apa hubungannya sama judul postingan kali ini?

Ada banget hubungannya! Dari sekian pilihan yang semuanya menarik, gw memilih membahas film Divergent di mana isi ceritanya juga berbau-bau pilihan. Saat umur 16, lo mau masuk faksi mana? Tentukan dan jangan sesalkan. Kira-kira begitu.

Sebagai spoiler bastard, gw mau langsung ke ending aja: setelah adegan laga dan romansa di sana-sini, Tris dan Four akhirnya pacaran dan memilih untuk ngga tergabung pada faksi manapun.

Well, ngga memilih juga termasuk pilihan bukan?

"I don't want to be just one thing. I can't be. I want to be brave, and I want to be selfless, intelligent, and honest and kind" -Four

Comments