Posts

Showing posts from July, 2014

Pelabuhan

Della 1: WOW! Gila juga ya 'pasang surut' kita selama 5 tahun ini. Inget ini ngga? Januari 2010. Saat kita mempertanyakan hidup yang lurus-lurus aja? Lesson learned. Be careful of what we wish for ;p

Della 2: HUAHAHAHAHAHAHAHAHANJIR!!!

Della 1: Inget ngga segala drama percintaan, pertemanan, masuk rumah sakit di tengah pengerjaan tugas akhir, kecelakaan, patah kaki, gagal audisi, gagal pentas, gagal ini-itu pokoknya, patah hati, sakit hati, frustrasi, kecewa, kucing kesayangan meninggal, eyang sakit, daaan sebagainya. Masih bisa bilang 'hidup lurus'?

Della 2: Iya, Del, iyaaa.. ampuuun! Tahun 2011 tuh yang paling epic lah. Masa-masa cobaan dateng serencengan kayak duku. Udah ya. Malu nih gw. Labil abis emang drama masa muda. LALALALALALALALA~

Della 1: Sekarang juga masih muda kali! Selamat ya, Kapten, masih terjaga kewarasannya

Della 2: ATUH LAH!!! SISI MANANYA YANG WARAS???!!! Well, at least we've learned our lesson. In hard way. Congratulation, anyway. We survive,…

Recap Juli

Highlight Juli (personal, lokal):
Pengumuman seleksi IM tahap 2Nobar debat capres sambil rapatRamadhan di rumah baruEyang tetangga meninggalMulai rutinitas jogging pagiBukber non-stop hitsKantor pindah gedungBeli shampoo kudaDapet boneka Line (Cony)Twitterview VabyoMain ke BogorMbak-mas mudik, mendadak Ijah
Highlight Juli (nasional, global):
PilpresPiala DuniaGazaMH-17Lebaran

What a fulfilling month :)

Ramadhan emang ajang silaturahmi dengan modus buka bersama yah. Yang tadinya sibuk terus dan mencar ke mana-mana, di momen bukber jadi pada ngumpul lagi. Ah, senangnyaaa!

Ya walaupun selama bukber, udah 3x aja gw dijodoh-jodohin dari lingkaran yang berbeda. Ini apa sih pada kaya bocah SD, zzz. Tau sih becandaan doang, tapi kenapa harus gw mulu dah yang kena?

Gpp deh, tandanya orang-orang pada perhatian sama gw. Hoek cuih. Perhatian tuh ngasih THR gitu kek. Lah ini ngasihnya ceng-cengan. Bully-able banget kayanya gw. Sib nasib. Pasrah wae lah -___-

Anyway, bulan ini adalah bulan puasa pert…

Forgiveness

Image
Lebaran kali ini alhamdulillah berjalan cukup lancar, setelah 5 tahun pasti ada aja sesuatu yang mengganjal.

Beberapa lebaran belakangan, kata "maaf" jadi kata yang susah diucapkan sekaligus sangat diharapkan. Duh, kalau diingat-ingat, rasanya pengen gali lubang, nyemplung, dan kubur diri. Malu. Lebaynya drama ngalah-ngalahin Ncess Uscita.

Tapi kalau mau ambil ekstraknya hikmahnya, ini proses lah ya. Dari sekian kali lebaran yang udah dilewati, gw banyak belajar dan makin paham betapa dahsyatnya kekuatan kata "maaf".

Kalau sekarang sih berasanya super lebay, tapi kala itu, emang segitu cetar-membahana-luar-biasa-ulala nya.

Manusia khilaf. Manusia meminta maaf. Katanya, seseorang mungkin aja memaafkan, tapi belum tentu melupakan. Ngga masalah. Kenapa harus dilupakan?

Never forget is never an issue. Never forgive is. Ain't it burdening, not to forgive others? So, to enlighten our burden, why don't we all make room for forgiveness?

Emang ngomong sih gampang. …

Harapan yang Menghidupkan

Image
Kemarin, Prabowo mengajukan gugatan terhadap keputusan KPU ke MK. Belum kelar juga nih drama copras-capres? Alamak! Ra uwis-uwis.

Tapi hei! Mari kita lihat sisi positifnya:

Scan data C1 oleh KPUKawal Pemilu: Situs crowdsourcing dari ratusan relawan yang keroyokan cross-check scan data tadiKumpulan C1 yang anehSurat Untuk Pak Bowo: Kumpulan surat terbuka dari para seniman dan pekerja kreatif untuk menyemangati Pak Prabowo agar legowoPolling kabinet usulan rakyatKabinet Rakyat: Detail CV + hasil polling (walaupun kandidatnya agak berbeda)Konser Salam Dua JariDaaan.. segala kampanye kreatif macem "Seri Blusukan Jokowi" ala Tintin, "I Stand on the Right Side", "IndONEsia", fanpic Jokowi-Prabowo jabat tangan, tukeran kaos bola, dsb
Gila sih partisipasi rakyat. Meriah banget!

Sebenernya gw ngga dukung-dukung Jokowi amat. Malahan, awalnya gw se-skeptis itu sama dua-duanya. Terpaksa pilih salah satunya karna gamau milih yang satunya lagi. Pokoknya satu yang pasti:…

Tentang Bersyukur

Lo: "Del, gw iri deh sama hidup lo" (sambil liat-liat gallery iPod Della)
Della: "Haha, apaan deh. Kenapa emangnya?"
Lo: "Punya banyak temen, volunteer ini-itu, jalan-jalan mulu. Kayanya seru aja lo bisa selalu ngelakuin apa yang lo suka"

Si Della ini gemes. Bukan cuma sekali dua kali lo ngomong gini. Dan bukan sekali dua kali juga si Della klarifikasi. Makanya kali-kali, pengen nulis ini.

Lo gatau aja........

Betapa berantakan belakang layarnya orang yang lo iri-in itu. Betapa gelisahnya si Della tiap melangkah, berpisah, dan bertemu orang baru lagi. Betapa kencengnya traffic temen yang datang dan pergi. Yang datang dan ngga pernah pergi? Bisa dihitung pakai jari.

Betapa pada kenyataannya, dia ngga selalu bisa ngelakuin apa yang dia suka. Pun iya, ngga selalu menyenangkan. Pun emang dia sukai dan kegiatannya menyenangkan, banyak yang harus dikorbankan.

Mungkin lo lupa aja........

Betapa banyaknya orang yang iri sama hidup dan karir lo yang gemilang kaya Ik…

Mari Lari

Beberapa hari ini, gw lagi rajin lari pagi setelah sekian lama 'lari' dari lari. Terakhir lari yang beneran lari itu waktu latihan buat MBIC 2, bulan Juni 2013.

Walaupun tipe pelari lamban, gw sangat menikmati momen-momen saat lari.

Saat pikiran bergerak seiring langkah yang mengayun. Saat dada sesak, nafas naik-turun, seluruh tubuh panas, betis serasa mau meledak, dan hidung-tenggorokan perih. Pun saat batuk-batuk susah nafas pasca lari, gw tetap menikmati.

Terdengar masokis? Ya, memang.

Tapi ada adiksi tersendiri saat berhasil mencapai tujuan dan 'merayakannya' dengan beberapa teguk air mineral yang menyegarkan. Well, kecuali lagi puasa ya. Pantang minum sebelum maghrib (AUK AH DEL)

Sampai di suatu hari saat latihan MBIC, gw terpaksa harus memilih. Antara ngga lari tapi 'aman' atau lari dengan resiko kaki ngilu karena lagi masa pemulihan pasca operasi copot pen.

Kala itu, gw benci diberi privilege untuk ngga lari sementara yang lain harus lari sesuai jarak da…

How Are You, Guys?

Re-watched How I Met Your Mother and found this:
That's how it goes kids. The friends, neighbors, drinking buddies, and partners in crime you love so much when you're young, as the years go by, you just lose touch. You will be shocked kids, when you discover how easy it is in life to part ways with people forever. That's why, when you find someone you want to keep around, you do something about it.
Kinda sad how true it is. People come and go. Even if they come back, sometimes there is that invincible distance. A gap you can't reach. Yes, some people DO grow apart. And you can't help but let them go.

But for whom I want to keep around, I hope I can always make time. While I still have time. Before time fades those bonds and sparks away.

So... how are you, guys?

Tentang Pilpres (Lagi)

Pilpres udah kelar. Yeay? No yeay yet!

Pasca pilpres, banyak pro-kontra mengenai isu perhitungan suara, baik quick count maupun real count di tanggal 22 Juli nanti.

Gw sebenarnya udah mulai muak. Berkali-kali gw memberi jeda pada diri sendiri untuk ngga mantengin apa pun yang berhubungan dengan pilpres. Tapi berkali-kali gw balik lagi. Menyimak berita lagi. Muak lagi. Ra uwis-uwis.

Meskipun hingar-bingar pesta demokrasi ini terlalu bising dengan berita miring yang bikin kuping penging serta kepala pusing, harus gw akui, banyak hal positif yang bisa disaring.

Dari mulai golput yang berkurang drastis, 'koleksi' hasil scan C1 yang ngga wajar, sampai main surat-suratan yang belakangan lagi hits di kalangan seniman dan pekerja kreatif. Surat-surat tersebut ditujukan untuk Pak Prabowo.

Salah satu surat oleh Jenny Jusuf berbunyi:
"Bapak, kami sungguh tak ingin membenci. Kami hanya ingin seorang pemimpin yang bisa kami cintai dan hormati, seseorang untuk dipercayai, yang tak meni…

In Response to :)

Reading this really makes me super flattered. Thank you, Ne :)

I don't know what to say. Well, actually I have too much to say that I don't know which one should be said first. And suddenly it disappears. That's the beginning of what so called 'speechless', yes? Those lost words.

Anyway, sorry for those annoying worries, doubts, and anxieties that I frequently shared to you back then. Kinda amazed you were patient enough not to kill me. Will gladly bother you with another lalala lame 'drunken' midnight-till-dawn talks if you don't mind. HAHA.

Once again, thank you for your sincere supports. Wish you infinite happiness and meaningful life, dear Shanti Nurfianti Andin :)

The Journey with The Writers

Image
Jadi ceritanya... beberapa hari yang lalu gw abis liat foto-foto waktu jalan ke Serang bareng penulis The Journeys 3, trus nyengir-nyengir sendiri.

GILAK! SEHARIAN BARENG WINDY ARIESTANTY, VALIANT BUDI, HANNY KUSUMAWATI, DINA DUA RANSEL, ALFRED PASIFICO, DAN ALEXANDER THIAN SEKALIGUS BOK!

Trus gw ngebayangin suatu saat bisa jalan bareng mereka lagi ke tempat yang lebih jauh dengan waktu yang lebih lama. Ih pasti supeeer seru!

Walaupun gw cupu ngga berani ngajak ngobrol Mbak Windy karna grogi, walaupun nyesel ngga banyak ngobrol sama Vabyo tentang pengalamannya di Arab yang super menarik itu, dan walaupun cuma bisa ngikik liat Alex yang banyak gaya, tapi gw cukup puas seharian banyak mengamati perilaku para penulis itu.
Alex yang mata dan jempolnya selalu tertuju ke HP. Kalau ngga lagi interaksi sama layar mungil itu ya ngobrol berisik. Beneran ternyata sami mawon, baik di dunia maya maupun non-maya. Bawel. Haha.

Mbak Windy, Mbak Hanny, dan Mbak Dina yang selfie terus.

Mbak Windy dan V…

(Bisa Jadi) Tentang Pilpres

H-7 pilpres.

Jujur, gw degdegan. Parno. Takut rusuh, ngeliat baik pendukung fanatik Jokowi maupun Prabowo sama-sama 'panasan'. Doh! Macem fansnya Agnes Monica deh. Kalau ada yang kritik idolanya, nyerangnya udah kaya Sparta.

Mana sekarang udah blur mana yang black campaign mana yang negative campaign. Trus ada lagi reversed campaign, di mana oknum JUSTRU menyebar isu negatif tentang capres pilihannya untuk menarik simpati.

Ngga ngerti lagi lah. Rasanya tiap mencerna informasi tuh saringannya banyak banget. Mulai dari mempertanyakan motif tulisan, siapa yang mempublikasikan, sampai kebenaran pesan. Pusing.

Lebih pusing lagi sama debat kusir yang fokusnya nyerang pihak lawan, bukan ngasih informasi. Nyeh! Tapi kalau lagi iseng, gw suka juga sih bacain komen-komen 'drama' buat hiburan, hahaha.

Udah gitu, berhubung pendukung rese nan gengges bertebaran layaknya ketombe, akhirnya malah ada yang berpikir buat golput, padahal tadinya udah mau milih salah satunya. ISSSH!

Kalau…

Recap Juni

Maapin ya anaknya lagi seneng nge-recap. Bulan Juni ini ngga berasa banget asli. Tau-tau udah ganti Juli aja. Tau-tau udah puasa lagi aja. HUAH!

Jadi... highlight Juni:
1 Juni: volunteer 1000 Petualang Cilik di Rumah Perubahan6-11 Juni: dinas ke Semarang13-14 Juni: ke Gunung Padang dan Cibodas15 Juni: hari nyalon sedunia16 Juni: Direct Assessment Indonesia Mengajar19-27 Juni: dinas ke Medan28 Juni: hari main sedunia29 Juni: puasa pertama(Soon) 4-6 Juli: rapat WEEKEND di Serpong (alhamdulillah deket rumah)
Di sela-selanya nonton X-Men, Malificent, 22 Jump Street, sama Transformers sekalian main bareng orang-orang yang jarang ketemu. Senangnyaaa..

Bulan Mei lalu mabok film Eropa. Bulan Juni ber-Hollywood-ria. Bulan Juli pengen jejepangan deh, tapi males nyari donlotan. Film yang bagus sekarang apa sih? Ngga apdet banget saking udah super lama ngga dorama-an.

Kalau soal bacaan, gw lagi suka baca buku berbahasa Indonesia. Kmaren abis nge-list Reading Challenge di Goodreads dan ada 11 buku …

Patah Hati

2 hari yang lalu, pas banget setelah sahur pertama, nyokab dapet telfon yang ngabarin kalau eyang tetangga di Bintaro meninggal dunia. Inalillahi wa inna illaihi rajiun. Saat dapet kabar, gw lagi bersiap-siap tidur lagi sampai gw denger intonasi suara nyokab yang 'beda'.

Roman-romannya ada 'sesuatu' yang buruk. Dan bener aja. Kabar duka. Subuh itu juga nyokab ngajak bokap buat balik ke Bintaro, bantu-bantu proses pemakaman.

Kehidupan pertetanggaan di kompleks mungkin emang ngga sedeket kalau di kampung. Tapi seenggaknya, semua selalu sigap kalau ada yang butuh bantuan. Maklum, udah puluhan tahun bertetangga.

Malemnya, nyokab cerita kronologi kejadiannya. Almarhum eyang tetangga itu meninggal dalam tidur tanpa ada pertanda apa pun. Bahkan katanya, suami alm sempet ngobrol panjang malam sebelumnya.

Gw mulai mengenang sosok eyang yang ramah ini. Tiap pagi kalau keluar rumah, gw menyapa eyang yang selalu jalan pagi di depan rumahnya. Senyumnya selalu tulus mengembang.

Sela…