Harapan yang Menghidupkan

Kemarin, Prabowo mengajukan gugatan terhadap keputusan KPU ke MK. Belum kelar juga nih drama copras-capres? Alamak! Ra uwis-uwis.

Tapi hei! Mari kita lihat sisi positifnya:

  1. Scan data C1 oleh KPU
  2. Kawal Pemilu: Situs crowdsourcing dari ratusan relawan yang keroyokan cross-check scan data tadi
  3. Kumpulan C1 yang aneh
  4. Surat Untuk Pak Bowo: Kumpulan surat terbuka dari para seniman dan pekerja kreatif untuk menyemangati Pak Prabowo agar legowo
  5. Polling kabinet usulan rakyat
  6. Kabinet Rakyat: Detail CV + hasil polling (walaupun kandidatnya agak berbeda)
  7. Konser Salam Dua Jari
  8. Daaan.. segala kampanye kreatif macem "Seri Blusukan Jokowi" ala Tintin, "I Stand on the Right Side", "IndONEsia", fanpic Jokowi-Prabowo jabat tangan, tukeran kaos bola, dsb

Gila sih partisipasi rakyat. Meriah banget!

Sebenernya gw ngga dukung-dukung Jokowi amat. Malahan, awalnya gw se-skeptis itu sama dua-duanya. Terpaksa pilih salah satunya karna gamau milih yang satunya lagi. Pokoknya satu yang pasti: gw emoh golput.

Trus yaudah, gw pilih Jokowi sesimpel percaya aja, karena hati gw lebih tenang coblos no. 2 setelah ngikutin keriuhan pesta demokrasi ini.

Tapi setelah Jokowi menang, lihat lagi ke belakang, gw jadi semakin optimis, semoga ngga salah pilih orang. Sosok 'kucing kampung pergi ke Mekkah pulang-pulang jadi presiden' itu bener-bener memberi harapan.

Hangat banget baca surat terbuka untuk Jokowi dari Mbak Ainun @pasarsapi (penggagas gerakan Akademi Berbagi). Sedikit cuplikannya:

Bapak Joko Widodo yang disayangi rakyatnya,

Anda terpilih dan melaju di atas kursi nomer satu republik ini karena keringat banyak orang. Mereka bergerak tanpa bayaran tanpa janji kekuasaan bahkan harus keluar tenaga dan uang. Mereka ikhlas melakukan ini, karena mereka percaya Bapak bisa mengemban amanat rakyat dengan baik dan membawa perubahan bagi negeri ini. Mereka rindu pemimpin yang manusiawi.

Kebayang ngga sih beratnya beban Jokowi sebagai presiden RI? Jadi 'sumbu negeri'. Hiii.. emangnya gampang ngurus negara yang banyak maunya gini? Emangnya gampang jadi pemimpin yang manusiawi di tengah para petinggi yang kelakuannya minta digiles kereta api?

Tapi itulah yang bikin gw bangga jadi bangsa Indonesia yang kekinian (hazek). Semua orang mau ikut ngurusin. Bukan ngerecokin, tapi bagi-bagi beban. Ringan sama dijinjing, berat bawa sendiri sama dipikul.

Para pendukungnya tersentuh dan tergerak oleh aksi nyata, bukan orasi semata. Semangat gotong royong 'khas' Indonesia muncul lagi. Udah lama yah ngga ngerasa nasionalis kaya gini. Hihihi.

Si Cune pernah bilang, menurut dia, dua-duanya secara persona gada yang meyakinkan, tapi dia menegaskan satu hal, "doa gw cuma satu: semoga gw salah"

Sama. Sejujurnya, gw masih menyisakan ke-skeptis-an gw sebagai antisipasi. Biar ngga kecewa-kecewa amat nanti. Gamau terlalu berekspektasi.

Tapi semoga gw pun salah. Semoga kita, rakyat Indonesia, walaupun sedikiiit aja, selalu bisa menaruh harapan pada Jokowi serta ngga membiarkan presiden kita itu bekerja sendiri. Mengutip Mbak Ainun:
"...Karena harapan lah yang menghidupkan"

Ngga kece amat ya penampakan presiden kita :))

No comments:

Powered by Blogger.