Pengakuan Dosa

"Amanah paling berat adalah kepercayaan DAN kebebasan"

Ketika kita diberi kepercayaan sekaligus kebebasan untuk mengatur diri sendiri, sadar nggak ketika itulah kita sebenarnya lagi diuji? Namanya "ujian nikmat". Ujian ini bahaya karena kita bisa terlena untuk lepas tanggung jawab.

Suatu kali, gw pernah izin MB buat jalan-jalan ke Magelang-Jogja dengan alasan:
  1. Menunaikan bucket list lihat pelepasan lampion saat perayaan Waisak
  2. Promo tiket kereta api murah (BANGET)
  3. Lagi empet kerjaan, butuh hiburan dan liburan

Sebelumnya, gw nggak pernah izin buat jalan-jalan kayak gini, jadi gelisah banget antara mengurungkan niat atau tetap lanjut dan bilang aja terus terang.

Akhirnya, dengan modal bismillah dan degdegan, gw minta izin, dan ternyataaa.. diizinin dengan mudahnya! Tanpa syarat pula! Well, tetap kena seri sih (aka hukuman push up).

Yang namanya MB kan izinnya ajegile susahnya kayak kentut di luar angkasa. Lah ini beneran banget nih diizinin?

Tapi apa itu bikin gelisah gw berkurang? Nggak. Lagi liburan pun yang dipikirin MB. Badan di Jogja tapi pikiran di Depok.

Lantas, kapok? Jadi gini... gw mau pengakuan dosa sekali lagi.

Beberapa hari yang lalu, gw kembali berdilema dengan "izin-nggak-ya" karena gw berencana pergi ke Jember-Surabaya buat nonton Jember Fashion Carnaval. Another bucket list to accomplish.

Saat itu, tiket yang masuk budget jatuh di Senin malam. Ini salah gw juga sih nekat go show. Keputusan beli tiket pesawat baru hari Jumat, sementara acaranya Sabtu-Minggu. Tiket kereta api udah abis bis bisss.

MAMEEEN!!! SENIN KAN HARI KERJA!!! JANGAN GILA LO DEL!!!

Oke. Iya gw emang gila. Dan nekat. Maka, gw putuskan tetap berangkat. Toh tiket nonton juga udah terlanjur dibeli. Sayang kalau angus.

Berhubung gw bisa remote working, jadi gw pikir akan lebih nggak enak kalau gw bilang ke Jember-Surabaya, pulang Senin malam. Maka gw putuskan hari Senin itu gw remote working dari Surabaya tanpa bilang-bilang.

Toh gw pernah bilang jujur ke MB buat izin jalan-jalan rasanya tetap nggak tenang. Sama aja kan kalau gitu?

Lalu, apa dengan nggak izin gw bisa tenang? Ternyata nggak juga. Cuma pembenaran atas sesuatu yang gw tahu harusnya nggak gw lakukan.

intinya, podo wae. Baik izin maupun nggak izin, perasaan bersalah dan nggak nyaman karena meninggalkan tanggung jawab dan menyalahgunakan kepercayaan itu selalu ada.

Believe me, if you wanna travel for fun, do it in a proper way. Because runaway travel ain't fun at all. You won't fully enjoy it. Lesson learned. Noted.

Besoknya, saat gw ke kantor, gw ditanya (tepatnya, disindir) "gimana Jember? Udah pulang? Lain kali izin ya"

GLEK!!! MAMPUS BANGET!!! KETAHUAAAN!!! PIYE IKI???

Saat itu, rasanya jantung lompat ke jempol kaki. Sumpah malu. Ke mana integritas yang selama ini gw junjung tinggi? Nggak lagi-lagi deh.

Gw sempat cerita ke Shasha dan Dea, dan mereka mencoba menghibur dengan bilang gpp, asal sekali ini aja dan untuk terakhir kalinya.

Tapi justru itu bikin gw mikir, yang "gpp-gpp" ini malah yang bikin gw takut kebablasan. Takut nggak bisa bertanggung jawab atas kebebasan yang dikasih. Takut mengkhianati kepercayaan. Takut. Takut banget.

Terus gw terlintas cerita seorang teman, di mana temannya 'kabur' dari tugas selama 2 minggu dan nggak ketahuan. Detailnya gw udah gamau tahu. Gw ngeri. Hal itu bisa banget terjadi pada gw.

Kalau dilepas di tempat asing, godaan buat berpetualang pasti besar banget, dan yah, harus gw akui, hal-hal yang memicu adrenalin itu sebenarnya menambah sensasi tersendiri.

SUSAH SUMPAH ITU PASTI NGONTROLNYA!!! Harus terus inget (dan diingetin) tentang amanah yang diemban.

Gw pernah dengan mudahnya bikin orang mau mengizinkan gw meninggalkan kewajiban. Gw pernah di-gpp-in untuk hal yang harusnya ngga pantes di-gpp-in. Di kemudian hari, kalau gw ngga pintar-pintar jaga diri, bisa jadi makin banyak track record dosa "gw pernah ini-itu".

When there is no one to watch you, will you stay in the right track? Can you control yourself? That's the key question I keep repeating to myself.

Oh, I hope I can learn my lesson and always remind myself not to do it again next time. I'm sorry.

No comments:

Powered by Blogger.