Fine

Beberapa pekan yang lalu, seorang teman bercerita mengenai ketakutannya dan ke-nggak yakin-annya kepada diri sendiri. GLEK! Gw menahan napas dan menelan ludah, menyadari kenyataan bahwa seseorang bisa berubah.

Iya, gw tahu itu biasa. Tiap orang pasti berubah. Tapi nggak munafik, walau bagaimana pun berusaha menerima, kadang tetap ada setitik keinginan diam-diam "plis jangan berubah".

Dia yang gw kenal dulu, selalu optimis apa pun yang terjadi. Sampai pelan-pelan, gw mulai merasakan dia berubah jadi sosok yang peragu, yang bolak-balik gw tepis "Del ah gausah sotoy".

Mungkin karena tuntutan dan tekanan lingkungan. Entah. Bukan hak gw udah menghakimi. Tugas gw sebagai seorang teman hanya meyakinkan dia untuk kembali yakin pada dirinya sendiri.

"You. Are. Fine. No such thing as pattern if we can learn our lesson. Just go ahead. You worry too much", I said.

Mungkin terlalu angkuh kalau gw bilang gw cukup mengenal dia. Gada yang benar-benar mengenal manusia lainnya. Terlalu rumit.

Tapi seenggaknya, gw bisa bilang gw mengikuti perkembangannya. Gimana caranya menyikapi sesuatu. Gimana dia menimbang sebuah keputusan. Gimana pola pikirnya. Dan 'pola' lainnya.

Makanya, gw super bahagia saat tahu dia akhirnya menemukan seseorang yang diam-diam gw acc dalam pikiran. Beberapa hari yang lalu, kami bertemu, dan gw sangat lega. Mereka cocok.

Entah gimana, feeling gw mengatakan kalau gw bisa percaya orang itu bisa meyakinkan dia kalau dia baik-baik aja. Well, bukan cuma meyakinkan, tapi juga membuktikan.

And yes, she looks fine. And glowing :)

3 comments:

Andrian said...

sepertinya gue tau...

Hmmm lakinya udah nabung, mantep!!


*sotoy marotoy*

fidella anandhita savitri said...

Ini lo tau dari mana Ndun udah nabung? Gosipan aja -___-

Andrian said...

Gue dapet langsung dari orangnya, bukan gosip berarti,hehe..

*baru sadar lu bales komen gue*

*Ketauan kalo lagi bacain 1 per 1 tulisan lu, haha

Powered by Blogger.