How I Met IM (part 1)

Atas: tim inti. Ki-ba: Prof Sangkot Marzuki. Ka-ba: Direktur Proyek

Gw habis pulang dari event kantor. Marathon rapat dan ngurus forum diskusi sekitar 50an ilmuwan (yang ada di foto cuma tim inti) selama 4 hari berturut-turut dari pagi sampai tengah malam. Capek? Nggak usah ditanya. Tapi gw sangat menikmati event terakhir sebelum gw resign ini.

Jadi pengen throwback masa-masa semenjak lulus kuliah sampai sekarang.

Juli 2012

Pekerjaan pertama gw adalah creative officer di sebuah perusahaan marketing consultant. Perusahaan ini adalah perusahaan start-up yang baru jalan beberapa bulan. Masih 'hijau' banget. Sistem belum terbentuk. Karyawan cuma 3 orang. Tapi udah gaya banget ngantor di Kuningan.

Iya, Kuningan yang biang macet Jakarta itu loooh!

Sepanjang hidup, gw nggak pernah beraktivitas rutin di pusat kota, jadi syok banget saat ngerasain 5-6 jam PP ngantor. Butuh pembiasaan gila-gilaan di beberapa bulan pertama. Mana habis putus pula, nggak ada tempat berkeluh-kesah (ea ea ea).

Ditambah, proyek-proyek 'Roro Jonggrang' super ngehek dengan deadline nggak masuk akal, nggak sesuai kapabilitas gw, dan nggak ada SDM tambahan. DAAAN.. udah dikerjain pun belum tentu terpakai. Kampretos! Beneran 'dikerjain' gw.

November 2012

Suatu hari, gw disuruh cari ide kampanye sosial, lalu gw inget tentang program Indonesia Mengajar. Gw cari tahu lebih lanjut dan ngobrol sama temen gw yang kebetulan pernah jadi Pengajar Muda.

Singkat cerita, akhirnya muncul ide-ide dan jadilah proposal rancangan kampanye sosial yang lagi-lagi nggak kepake. Aku rapopooo.. *sambil tujes-tujes boneka Voodoo.

Tapi gara-gara mencari tahu tentang IM, gw sempet galau pengen daftar jadi Pengajar Muda tapi belum yakin. Sampai sini, loncat dulu ke cerita selanjutnya.

September 2013

Setelah frustrasi apa yang gw kerjain selama ini selalu sia-sia, gw mulai berpikir untuk resign. Gw nggak ngerasa berkembang.

Well... to be frank, sebetulnya perusahannya yang nggak berkembang. Gw mah ya mau gamau 'mengembang' karena terpaksa ngerjain ini-itu di luar batas kemampuan gw. Blessing in disguise sih sebetulnya. Tapi gw bingung. Nggak ada alasan kuat kenapa gw harus resign.

Walaupun di awal wawancara kerja gw udah bilang ke Pak Bos bahwa gw nggak akan lama di sini (mungkin 1-2 tahun aja), tetep rasanya cupu 'nyerah' gitu aja.

Di saat galau resign-nggak-ya, gw tau-tau dikasih kepercayaan buat handle klien besar. Mari sebut saja klien O. Nggak tanggung-tanggung, dengan 'kanvas kosong' alias bikin proposal kampanye dari nol.

Sinting sih ini Pak Bos berani banget ngasih gw kerjaan yang tanggung jawabnya besar. I could screw up this whole things anytime. He knew that. Asli lah gw insecure gila-gilaan!

Tapi walaupun dengan segala kesintingan itu, gw sangat respek sama Pak Bos. Emang orang pintar, ahli marketing, rendah hati, ramah, dan nggak pernah membatasi ruang gerak gw. Dia membebaskan gw melempar ide apa pun. Bahkan terlalu bebas kadang-kadang :))

Oktober 2013

Gw lihat pendaftaran IM lagi. Galau lagi. Apa gw daftar aja ya? Lalu gw lihat lowongan volunteer Citra Pariwara. Galau juga. Cita-cita gw kan jadi copywriter. Berhubung belum kesampaian, nyicipin ajang Ad Awards nya dulu boleh kali ya?

Lalu bokap menawarkan untuk ke Semarang, bantu-bantu di sebuah UKM yang bergerak di bidang design. Menarik juga kalau bisa ke sana beberapa bulan. Pengen merasakan jadi anak rantau sekaligus belajar design sekaligus menyumbang kontribusi buat UKM itu.

Lagipula, di bulan Desember kan MBUI ada GPMB. Gw pengen bantu di latihan intensif dan Training Center (TC) akhir.

Iya, anaknya emang banyak maunya.

Dari situ, gw menyadari bahwa udah saatnya gw resign setelah 'check point' si proposal itu kelar di bulan November. Udah cukup banget lah pengalaman kerja di 'Toko Kelontong' dengan motto "Palugada. Apa Lu Mau Gue Ada".

Gw masih punya banyak keinginan yang ngga akan kesampaian kalau gw masih bekerja di situ. Yaudalah, persetan dengan ngerasa cupu 'nyerah' padahal belum sampai 2 tahun kerja. Well, I deserve better anyway.

Alhamdulillah Pak Bos baik sih. Dia paham alasan gw. Emang ya, bener kata quote ini:
"Don't pick a job. Pick a boss. Your first boss is the biggest factor in your career success. A boss who doesn't trust you won't give you opportunity to grow" - William Raduchel
Despite everything, he trusted me THAT MUCH. Lucky me, yes? :')

November 2013

Hidup emang penuh kejutan ya. Tanpa disangka, ternyata gw menikmati banget ngerjain si proposal kampanye klien O ini. Alesannya simpel. Pertama, kali ini beneran terpakai dan dieksekusi, bukan cuma end up di rancangan doang.

THAT FEELING WHEN YOU FINALLY SEE THE REAL RESULT OF WHAT YOU'VE BEEN WORKING ON. AFTER ALL THIS TIME!!! *anaknya lebaynya nggak santai abis.

Kedua, gw pengen meninggalkan 'warisan' yang semoga bermanfaat buat ke depannya. Gw pengen menghasilkan sesuatu yang layak dikenang, nggak gitu aja menghilang tanpa kesan.

Ketiga, ternyata gw menyukai managing people. Duh, guilty pleasure. Tapi emang beneran menyenangkan sih jadi koordinator, penghubung antara klien dan para vendor. Apalagi mereka asik diajak kerjasama.

Dari September sampai November ini, gw bekerja bersama seorang Mbak X yang emang udah pro banget soal bikin creative plan. Saking pro nya, gw sempet ngerasa terintimidasi. HAHA.

Di bulan ini pula gw diminta tolong seorang teman untuk bantu event dia, semacam simposium sains. Siapa sangka, itulah yang jadi awal rezeki gw. Nanti akan gw ceritakan lebih lanjut. Sedikit ceritanya bisa dibaca di sini.

Desember 2013

Gw akhirnya daftar IM. Setelah setahun galau, sebulan nyicil bikin esai, gw bismillah aja. Semua yang gw tulis di situ bener-bener murni pengalaman gw. Jadi masalah keterima atau nggak, seenggaknya, gw udah berusaha menampilkan gw apa adanya. Selesai perkara.

Di bulan ini gw udah resign dan 'merayakan' nya dengan jadi volunteer Citra Pariwara, jadi staf pubdok di TC Akhir MBUI, dan apply buat jadi kontributor penulis di Ruang Psikologi.

Kalo kata Syahrini, rasanya tuh... I FEEL FREEE~

No comments:

Powered by Blogger.