Friendship Relationship

Belakangan, beberapa orang teman bercerita tentang sahabat-sahabat mereka, yang entah bagaimana mendadak asing. Setelah cerita, respon mereka rata-rata sama: yaudah. Selesai.

Gw emang nggak mengalami dan mungkin juga gatau apa yang mereka rasain, tapi rasanya mencelos. Sebuah kemewahan bisa punya sahabat, masa bisa segampang itu 'selesai' cuma gara-gara penyebab yang bahkan gatau apaan? Ngilang aja gitu ceritanya?

Mereka bilang "nggak semua orang layak kita pertahankan, kan?" Gw rasanya pengen gaplokin dan bilang "sahabatan belasan bahkan 20an tahun, masa nggak layak dipertahankan? Hampir seumur hidup loh itu!"

Seiring bertambahnya umur, gw semakin menyadari kalau mempertahankan teman dalam jangka waktu yang lama (BANGET) itu butuh usaha, tapi pasti akan diusahakan dengan senang hati.

Apalagi mereka yang jadi saksi metamorfosa kita dan hafal betul gimana kita luar-dalam, bahkan kadang lebih dari diri kita sendiri. Udah kartu As banget, nggak mungkin laaah gamau diusahakan.

Kalau emang tiap hubungan punya masa kadaluwarsa, pasti pertemanan jangka panjang ini yang paling pedih saat ternyata ada kadaluwarsanya. Dan pasti rasanya super nggak rela.

Emang ya, dalam mendengarkan cerita seseorang (atau berusaha jadi pendengar yang baik) tuh butuh banget kemampuan untuk nahan diri buat nggak menyertakan "kalau gw jadi lo".

Mungkin saat seseorang curhat ke kita, bisa dibilang itu bentuk penghargaan karena tandanya dia percaya sama kita. Tapi buat tetap 'jaga batas' antara empati dan simpati itu S-U-S-A-H meeen!

Jadi, pada akhirnya gw tetap menyertakan "kalau gw jadi lo" dalam komentar. Gw bilang ke mereka kira-kira begini "gw gatau rasanya jadi lo, tapi kalau gw jadi lo, mungkin gw akan keras kepala pertahanin" dengan nada senetral mungkin.

Salah satu dari mereka akhirnya 'baikan' lagi. Gw nggak kenal sahabatnya sama sekali, cuma denger cerita dari si teman gw itu, tapi rasanyaaa.. I'm extremely happy for them :)

Terus barusan, seorang teman cerita lagi. Dan rasanya kayak de javu. Komentar yang sama pun gw lontarkan, dengan rasa mencelos yang juga sama. Ini kenapa sik gw jadi kayak 'magnet' orang-orang cerita beginian mulu?! Hiks. Kan jadi ikutan sedih.

So... to all my dear friends,

I need to assure myself about this. People come and go. I may lose you anytime, but hopefully I can guarantee you won't lose me no matter what.

And IF I were you --you, yes you, my friends with friendship-relationship-matter-- guess at leaaast I would let that buddy know that s/he might come, s/he might go. But I would still stay.

Semoga pada cepat 'baikan' lagi yah sama sahabatnya masing-masing. Dan semoga, yang namanya 'kadaluwarsa' dalam persahabatan itu cuma mitos belaka. Aamiin.

1 comment:

Budi Hartanto said...

I consider you as one of my best friend hahaha :))

Powered by Blogger.