'Selimut'

Baru 2 bulan berkenalan dan gw sudah kehabisan kata-kata. Berkali-kali mencoba, tetap nihil hasilnya. Tapi kali ini akan gw coba.

Sebetulnya gw bukan orang yang gampang membuka diri. Apalagi di forum terbuka yang ada banyak orang di dalamnya, yang bahkan belum pernah bertatap muka. Ya keleus! Gile lu, Ndro!

Tapi percakapan intens yang beragam di dalamnya bisa dengan mudah memancing gw untuk banyak bercerita. Dan pada pertemuan pertama, rasanya seperti sudah berteman lama.

Nggak ada habisnya gw bergumam "ini gila! Gila gila gilaaak!!!" Bisa-bisanya cerita apa saja --BAHKAN hal personal-- ke orang-orang yang 'baru kenal kemarin sore'.

Di sana dan di sini ada tulisan tentang kami. Mungkin ada lagi di blog yang belum gw ketahui. Mereka memang luar biasa. Luar biasa gila, maksudnya, hahaha.

Pembahasan topik umum yang udah nggak ngerti lagi randomnya dari mulai jengkol, kopi, bra dan undies, LGBT, ekonomi kreatif, RPP, konsep perkalian, sampai balada packing yang nggak kunjung selesai.

Topik klasik yang selalu terselip: jodoh dan pernikahan, dinamika kelompok seperti left group dan hoax yang bikin sebagian ngakak dan sebagian lainnya kesal, sampai pembahasan insightful barusan: tentang zona nyaman.

Menarik banget menyimak definisi 'zona nyaman' masing-masing dari mereka. Buat gw, zona nyaman itu ibarat selimut: sahabat saat istirahat, musuh saat subuh.

Bergelung di balik selimut memang nyaman, tapi bahaya karena bisa membuat orang terlena, terlalu mager untuk keluar dari situ. Apalagi kalau cuaca dingin. Brr. Boleh selamanya ngerungkel jadi kepompong aja nggak? NGGAK! Nanti 'mati rasa' loh!

Makanya, ada istilah "keluar dari zona nyaman".

Tapi, alih-alih memakai istilah "keluar dari zona nyaman", salah seorang dari mereka menyebutnya "memperluas zona nyaman". Menarik! Ibarat beranjak dari selimut kesayangan buat mencari selimut di tempat lain. Jadi selimutnya ada banyak *apose sih, Del?

Oke. Gw kembali kehabisan kata-kata. Yang jelas, gw sangat bersyukur dipertemukan dengan mereka, calon Pengajar Muda IX, yang 10 hari lagi akan (akhirnya) berjumpa semua. Mereka, 'selimut' baru yang nyaman.

Ah, rasanya nggak sabar untuk saling berkabar!

Peserta kopdar perdana CPM IX cabang Jakarta

Comments