Kunang-kunang

Hai Tuan,

Apakah kau suka kunang-kunang?

Pada malam ketika aku berkunjung ke desa seorang teman, aku melihat kunang-kunang bergantian berkerlip seperti lampu natal yang bergantung di pohon. Tidak banyak, mungkin karena sedang terang bulan, jelas temanku.
Tak apa. Aku tetap terpesona. Seumur hidup, baru kali ini aku melihat kunang-kunang. Kombinasi kunang-kunang dan cantiknya langit malam itu sudah lebih cukup bagiku.

Anak-anak di sana menangkapkan kunang-kunang untukku. Kuminta mereka melepas lagi. Kunang-kunang semestinya hidup bebas. Kerlipnya akan redup bahkan mati jika dalam genggaman.

Hai Tuan,

Apakah di tempatmu ada kunang-kunang?

Kalau ada, bolehkah aku bertamu? Barangkali, kita bisa terpesona bersama. Kalaupun tidak ada, barangkali, aku bisa terpesona olehmu.

Salam,
Nona pengagum kunang-kunang. Dan kamu

3 comments:

Anonymous said...

Duhai Nona,

Cukup mudah menjawab pertanyaan nona tentang kunang-kunang. Namun sebelum menjawab, izinkan hamba menutur sebuah cerita.

Hamba punya kenangan masa kecil tersendiri tentang hewan misterius yang berkelip di kala gelap dan hanya di tempat tertentu ini. Waktu itu usia hamba masih seumur jagung. Pertama melihat mereka, hamba hanya bisa terdiam, terpesona, hingga tanpa sadar hamba ternyata sudah tertinggal oleh rombongan teman-teman saat hendak ke langgar menunaikan ibadah malam.

Menjelang dewasa, saat hamba terlibat sebuah petualangan singkat di hutan, hamba bertemu lagi dengan dia entah untuk keberapa kalinya. Perasaan yang timbul masih sama. Hamba hanya terdiam, terpesona, sampai akhirnya dia menghilang setelah menyaru dengan sinar purnama yang menyinari langit kala itu.

Seperti yang sudah hamba sampaikan sebelumnya, cukup mudah menjawab pertanyaan nona: hamba suka dengan kunang-kunang dengan segala misterinya. Suka sekali. Bagi hamba yang sulit mungkin hanya satu, yakni menerima kenyataan jikalau mungkin saja nanti bukan hamba yang menjadDuhai Nona,

Cukup mudah menjawab pertanyaan nona tentang kunang-kunang. Namun sebelum menjawab, izinkan hamba menutur sebuah cerita.

Hamba punya kenangan masa kecil tersendiri tentang hewan misterius yang berkelip di kala gelap dan hanya di tempat tertentu ini. Waktu itu usia hamba masih seumur jagung. Pertama melihat mereka, hamba hanya bisa terdiam, terpesona, hingga tanpa sadar hamba ternyata sudah tertinggal oleh rombongan teman-teman saat hendak ke langgar menunaikan ibadah malam.

Menjelang dewasa, saat hamba terlibat sebuah petualangan singkat di hutan, hamba bertemu lagi dengan dia entah untuk keberapa kalinya. Perasaan yang timbul masih sama. Hamba hanya terdiam, terpesona, sampai akhirnya dia menghilang setelah menyaru dengan sinar purnama yang menyinari langit kala itu.

Seperti yang sudah hamba sampaikan sebelumnya, cukup mudah menjawab pertanyaan nona: hamba suka dengan kunang-kunang dengan segala misterinya. Suka sekali. Bagi hamba yang cukup sulit hanya satu, yakni menyadari jikalau mungkin saja bukan hamba 'Tuan' yang sanggup membuat nona terpesona.


Salam,

Tuan pengagum kunang-kunang dan Nona. Namun, mungkin saja bukan 'Tuan' yang sanggup membuat Nona terpesona.

p.s: Bagaimana liburan Nona di Lombok?

Anonymous said...

Duhai Nona,

Cukup mudah menjawab pertanyaan nona tentang kunang-kunang. Namun sebelum menjawab, izinkan hamba menutur sebuah cerita.

Hamba punya kenangan masa kecil tersendiri tentang hewan misterius yang berkelip di kala gelap dan hanya di tempat tertentu ini. Waktu itu usia hamba masih seumur jagung. Pertama melihat mereka, hamba hanya bisa terdiam, terpesona, hingga tanpa sadar hamba ternyata sudah tertinggal oleh rombongan teman-teman saat hendak ke langgar menunaikan ibadah malam.

Menjelang dewasa, saat hamba terlibat sebuah petualangan singkat di hutan, hamba bertemu lagi dengan dia entah untuk keberapa kalinya. Perasaan yang timbul masih sama. Hamba hanya terdiam, terpesona, sampai akhirnya dia menghilang setelah menyaru dengan sinar purnama yang menyinari langit kala itu. 

Seperti yang sudah hamba sampaikan sebelumnya, cukup mudah menjawab pertanyaan nona: hamba suka dengan kunang-kunang dengan segala misterinya. Suka sekali. Bagi hamba yang cukup sulit hanya satu, yakni menyadari jikalau mungkin saja bukan hamba 'Tuan' yang sanggup membuat nona terpesona.


Salam,

Tuan pengagum kunang-kunang dan Nona. Namun, mungkin saja bukan 'Tuan' yang sanggup membuat Nona terpesona.

p.s: Bagaimana liburan Nona di Lombok?

fidella anandhita savitri said...

Siapa nih pake hamba-hamba an segala? Hahaha. Lombok elok dan menyenangkan! :D

Powered by Blogger.