Obrolan Motor

Obrolan motor. Ketika pembonceng dan yang dibonceng bercakap-cakap sepanjang perjalanan.

Obrolan motor hanya melibatkan 2 orang (kecuali bonceng 3). Karenanya, obrolan motor bisa mengarah pada topik-topik yang cukup personal atau penuh perenungan.

Biasanya begitu, bagi saya. Kalau tidak merenung ya mengobrol. Karena tak ada hal lain lagi yang bisa dilakukan.

Di suatu obrolan motor di siang bolong, seorang teman berceletuk, "Nikmat itu singkat ya"

Saya terbahak. Kami baru saja melewati jalan berbatu yang cukup membuat badan seperti bermain jungkat-jungkit, lalu jalanan aspal mulus sejenak, kemudian jalan berbatu lagi.

"Seenggaknya masih bisa ngerasain nikmat" sahut saya.

Kemudian hening. Lalu kami tertawa geli, menyadari bahwa memang kadang nikmat itu tidak seberapa dibanding perjuangan mencapainya.

Seperti aspal halus yang menyenangkan namun hanya seperdelapan jalan menuju rumah teman saya, untuk kemudian singgah lagi di rumah teman yang lain dengan jalanan yang tidak kalah berbatu. Atas nama silaturahmi dan temu rindu.

Saya jadi ingat pertanyaan sederhana dari seorang teman "kenapa harus naik gunung kalau ujung-ujungnya turun lagi?"

Saat itu, kami sedang ada dalam pelatihan di mana kami diharuskan naik turun gunung sambil membawa ransel besar seberat Batu Malin Kundang, dengan medan yang lumayan menantang untuk pemula sampai saya hampir masuk jurang dengan ransel yang menggantung di tepinya.

Alih-alih mengeluh, semakin menantang medannya, semakin riang tawa kami. Karena insiden hampir masuk jurang itu, kaki saya gemetar tak terkendali, begitu juga dengan perut yang harus dipegangi terus karena terpingkal tak terkendali.

Kalau dipikir-pikir, benar juga pertanyaan teman saya. Kenapa kami rela bersusah payah naik gunung untuk turun lagi? Dari mana nikmatnya?

Mungkin, dari kebersamaan. Berjuang bersama. Susah senang semua dihadapi dengan tawa.

Memikirkan itu, saya tersenyum dan menepuk pundak teman saya. Mendadak merasa sangat bersyukur. Betapa nikmat itu sesungguhnya tidak sesingkat jalan aspal.

"Kenapa?" Teman saya menoleh sebentar kemudian fokus lagi ke jalan.

"Gpp"

No comments:

Powered by Blogger.