So Little Time So Much to Do (part 2)

"Tidak ada kata tidak ada waktu. Yang ada hanya skala prioritas"
Prioritas. Hmm baiklah. Selama libur lebaran ini, waktu saya banyak dihabiskan bersama keluarga. Apakah ini prioritas saya? Tentu saja! Tapi... izinkan saya berkeluh-kesah, daripada balas marah-marah. Hah *tarik empat buang empat*

Jadi, saya punya mama yang suka memerintah dan super tidak sabaran. Harus dikerjakan detik itu juga walau perang dunia sekali pun. Ini menyebalkan, karena kalau tidak dituruti, pasti mama marah-marah.

Yaaa.. pun dituruti tetap marah-marah sih. Seharusnya saya terbiasa ya, tapi siapa sih yang tidak kesal kalau semua hal jadi masalah dan bikin kita jadi serba salah? Hah *tarik sejuta buang dua ribu juta*

Saya dan adik-adik saya sering ngomel-ngomel di belakang, karena kalau di depan mama pasti tambah marah. Kami cuma tak mau tambah masalah.

Kami tahu waktu kapan harus santai dan kapan harus mengerjakan sesuatu. Toh apa yang disuruh selalu selesai, kan? Tapi cetakan mama itu seperti dikejar banteng. Selalu buru-buru. Tanpa alasan yang jelas, panik sendiri. Padahal, makin panik malah makin tidak selesai.

"So little time so much to do. I'd rather spent my time with you"
Kalau saja nada perintahnya lebih bersahabat dan tidak perlu pakai acara marah-marah terus 24 jam seperti mini market, saya mungkin akan lebih betah di rumah. Menghabiskan waktu lebih banyak lagi bersama keluarga di waktu cuti yang terbatas ini.

Mama oh mamaaa..

No comments:

Powered by Blogger.