About Being Jack of All Trades

Saya bukan atlet jago silat, tapi saya menikmati 'menarikan' gerakan Perisai Diri.

Saya bukan penari hebat, tapi saya menikmati menggerakkan tubuh mengikuti alunan musik.

Saya bukan pemain terompet ulung, tapi saya menikmati menggambarkan suasana lewat musik.

Saya bukan desainer profesional, tapi saya menikmati merancang tampilan visual.
 
Some people say it's "jack of all trades, master of none". Back then, I pitied myself, found it's rather sad, to master nothing.

But lately, I come to term with it, that it's okay not to be specialist.

Kemarin, saat sedang sesi "1 jam lebih dekat", Adam --teman PM di daerah Longkali-- berkomentar "gw merasa, ketimbang OPP, yang lebih penting itu justru setelahnya. Mau ngapain? Mau jadi apa? Itu yang harusnya dipikirin"

Sedikit cerita. Jadi, di sisa waktu menuju akhir penempatan, kami menyelipkan agenda agak ambisius yaitu penampilan tari di kegiatan Orientasi Pasca Penugasan (OPP).

Nah, kami ingin tampil sebaik mungkin, bahkan saya mengajukan diri menjadi penanggung jawab sampai membuat 'ikrar tari' segala, hahaha. Niat.

Kembali pada pernyataan Adam tadi, menjelang masa purna tugas, 'galau karir' menjadi topik yang hangat dibahas.

Kalau direnungi lagi ya, saya juga clueless sih mau jadi apa. Tapi ternyataaaaaaaa.. banyak mempelajari hal yang bervariasi (dan kadang seperti tidak ada hubungannya) tuh membawa keuntungan tersendiri.

Seperti hari ini ketika kami latihan tari untuk OPP. Beberapa gerakannya ada unsur silat dan sedikit dasar balet. Saya pernah ikut, jadi lumayan luwes penyesuaiannya.

Atau seperti kemarin, ketika kami membantu dinas pendidikan mengadakan pelatihan guru. Mereka butuh desain poster, spanduk, sertifikat, nametag, dan kebutuhan cetak lainnya. Saya bisa bantu, jadi nggak perlu gemes-gemes lihat desain yang nggak 'sreg' dipandang.

Atau ketika mengajarkan musik, melatih anak-anak menjadi dirigen, dan PBB. Modal saya adalah ilmu dari marching band, jadi kalau yang dasar-dasar mah sudah di luar kepala.

Walaupun jauuuuuuuuh dari ahli, tapi setidaknya, saya bisa. Tak perlu mulai dari nol. Kalaupun memang harus mulai dari nol, karena terbiasa menjadi pemula, saya bersedia mencoba.

Saya hanya tak mau menutup pintu kemungkinan pada hal-hal baru. Tapi bukan berarti tidak bertanggung jawab. Prinsip "selesaikan apa yang sudah dimulai" selalu saya usahakan tepati.

Well, semoga saya tidak menjilat ludah sendiri dan masih tetap bisa memegang teguh prinsip ini nantinya dan selamanya. aamiin.

Intinya, walaupung nggak ada yang nanya 'mau jadi apa', saya mau jawab dengan jawaban yang sangat abstrak.

I wanna be content with myself, embrace my many passions, and do it with full responsibility.

Saya nggak tahu sih ini pembenaran atau bukan, tapi sejauh ini, saya menemukan bahwa menjadi 'jack of all trades' yang niat dan penuh totalitas ternyata tidak buruk juga.

Siapa tahu ke depannya bisa 'mastering some', kan? Yaudah, sekarang usaha dulu saja.

No comments:

Powered by Blogger.