Posts

Showing posts from November, 2015

Serahkan pada Perasaan

Dulu, saya bukan orang yang terbiasa pakai perasaan. Lebih baik menjadi 'dingin' ketimbang terlihat lemah. Lebih baik dipendam dan dibilang cuek daripada diledek cengeng. Lenjeh. Sensitif kayak windchimes.

Tapi saya dibesarkan dari ekskul dan UKM. Organisasi yang bergeraknya pakai hati dan azas kekeluargaannya sangat erat. Mau tak mau ya terasah.
Apalagi di sini. Saya menemukan bahwa ada kekuatan luar biasa di balik memakai perasaan. Kepekaan benar-benar ampuh menggugah hati orang lain untuk bergerak. Jadi, makin terasahlah perasaan saya, sampai-sampai saya menyerah menulis 'dingin'.
Jadi ceritanya, berkat gerilya Sarah mengundang Departemen Kominfo Paser untuk meliput tiap acara kami, menyebarkan berita positif, kemajuan daerah pada khalayak seluas-luasnya, kami diberi kesempatan menulis di kolom opini dalam surat kabar lokal tentang desa penempatan masing-masing.
Saya kebagian menulis tentang salah satu penjual amplang ikan tengiri dan mencoba menantang diri saya den…

Keep Calm and Carpe Diem

Setelah lika-liku seru sepuluh bulan ke belakang, di dua purnama menuju pulang, saya mulai bisa 'menari di atas ritme hidup' di sini.
Untuk level anak disorganized seperti saya, jujur, cukup kewalahan mengelola waktu. 
Hal-hal sepele seperti kapan ambil uang ke ATM, kirim karya anak, atau download ide-ide materi ajar, harus saya perhitungkan waktunya, karena tidak bisa dengan mudahnya bolak-balik kabupaten. Butuh waktu paliiing cepat 2 hari 1 malam di kabupaten, itu pun pasti kejar tayang.
Di luar urusan pribadi dan sekolah, saya juga harus membagi waktu untuk pertemuan-pertemuan di kabupaten. Efeknya bagus sih, saya jadi terbiasa membuat workplan, to-do list, jadwal agenda, atau apa pun itu istilahnya. Kalau tidak, bakal banyak urusan yang terlewat.

Semester lalu, saya menjadi wali kelas sekaligus guru SBK. Mencelos rasanya saat pembagian rapor, ada wali murid yang dengan santai bercerita, anaknya bingung siapa gurunya. "Kadang Bu Della, kadang Bu Rukaya, kadang Bu Dewi…

Kicau Kacau

Minggu lalu, saya, Ruth, Raden, dan Fajri menghabiskan malam dengan bersantai di Siring, duduk-duduk sambil nyemil pentol dan Nutrisari, menikmati suasana sepanjang Sungai Kandilo.
Setelah sepekan lebih berkutat dengan titah Jokowi "Kerja! Kerja! Kerja!", menikmati malam sesantai itu tanpa perlu rapat evaluasi dan sosialisasi jadwal rasanyaaa.. mewah. Haha.
Ditambah, hujan deras yang mengguyur Paser beberapa hari belakangan membuat udara terasa lebih segar karena kabut asap menipis. Alhamdulillah.
Percakapan menyenangkan pun mengalir, diawali dengan membayangkan 1 tahun ke depan, 10 tahun ke depan, sampai saling memberi feedback. Mengutarakan kekaguman dan apresiasi pada tim cetar membahana ini.
Terhanyut dalam obrolan seru, tanpa sadar malam semakin larut. Kami pun kembali ke rumah dinas. Dalam perjalanan, dibonceng Fajri yang banyak diam, ingatan saya meloncat ke sana kemari.
Ah, sepertinya 1 posting tidak akan cukup mencurahkan pikiran yang meluap. Rasanya potongan berba…