Takaran Bahagia

Tadi siang, teman saya share tulisan PM tentang cerita di penempatan. Saya nggak tahu siapa yang nulis, tapi sedikit banyak kebayang. Intinya, dia cerita tentang 'keseruan' di penempatan seperti tidur lesehan, melakukan perjalanan di atas truk pengangkut pasir, ayam, kambing, dan seisinya, balada cucian baju, dsb.

Saya tertegun. Mendadak, saya merasa kehidupan saya di penempatan sangat mewah.

Walaupun kamar seperti goa karena gelap banget (lampu cuma nyala kalau malam), setidaknya saya tidur di atas spring bed. Walaupun bayar mahal, setidaknya acil (tante) depan rumah buka usaha laundry. Walaupun tinggal di ujung pulau nun jauh dari mana pun, setidaknya saya nggak bepergian bareng kambing.

Lalu sempat ada sahut-sahutan seputar 'spring bed panas' dan teman saya nyeletuk, "Della emang nggak pernah bersyukur" LAH? Justruuu.. saya jadi merasa super bersyukur. Dengan segala keterbatasan, standar mewah jadi turun drastis, haha.

Tapi barangkali, mewah memang bukan jadi takaran bahagia.

No comments:

Powered by Blogger.