Seleksi PPAN Banten (Part 3)

Hari Pertama Seleksi Provinsi Banten

Akan ada 3 orang yang dipilih untuk mewakili Banten dalam program ke Jepang, India, dan Cina. Total peserta ada 40 orang, dan proses seleksi berlangsung selama 4 hari di Anyer. Yeay ke pantai! Eits, jangan seneng dulu. Ini bukan liburan, ini seleksi.

Di hari pertama, setelah menempuh perjalanan selama 4 jam dari Serpong ke Serang, tanpa diberi waktu istirahat, kami langsung seleksi wawancara. Pokoknya selama 4 hari itu, nggak lain nggak bukan, acaranya wawancara doang.

Wawancara di hari pertama adalah tentang seni-budaya, agama, psikologi, dan bahasa Inggris. Karena ada 37 orang yang harus diwawancara (harusnya 40 orang tapi 3 orang mengundurkan diri), jadi memang perlu waktu lama. Jadi........

SELAMAT DATANG PEKAN BEGADANG!

Saya selalu suka momen 'celeng' di atas jam 2 malam. Dalam keadaan setengah sadar, biasanya karakter asli seseorang mudah dikenali. Jadi, secara garis besar, saya super menikmati rangkaian seleksi Banten ini.

Hari Kedua Seleksi Provinsi Banten

Setelah begadang di hari pertama, kami tetap harus bangun subuh untuk olahraga. Habis olahraga, sepanjang hari kami habiskan untuk tes wawancara dengan alumni lewat berbagai format. Dari tes satu per satu, per kelompok kandidat dengan satu alumni, sampai keroyokan satu kandidat diwawancara banyak alumni.

Sambil menunggu giliran, kami biasanya ngobrol satu sama lain. Ini juga momen yang sangat saya nikmati. Ngobrolnya juga mulai dari ngobrol komunal sampai ngobrol personal. Sebagai anak introvert, karena waktu menunggu cukup lama, saya juga punya waktu 'nge-charge' buat baca buku dan curi-curi latihan tari.

Pokoknya gimana caranya manfaatin waktu supaya menunggu nggak jadi hal yang membosankan. Ya bayangin aja, dari pagi sampai hampir pagi lagi, 80% nya adalah waktu nunggu. Rugi sih kalau dirasa-rasain bosennya.

Hari Ketiga Seleksi Provinsi Banten

Ini klimaksnya! Karena wawancara sudah bisa selesai dari siang, kami diberi waktu bebas sampai malam untuk persiapan penampilan.

Singkat cerita, setelah semua kandidat selesai menampilkan apa pun itu, kami diminta menunggu lagi. Dipanggil lagi untuk wawancara. Saya masuk 3 besar untuk program SSEAYP, dan ini benar-benar menguras emosi dan ujian fokus.

Menguras emosi bukan karena jengkel, tapi karena ditanyakan hal-hal personal yang bikin saya jadi cengeng padahal saya mah orangnya nggak gampang nangis. Sukses banget lah alumni-alumni itu bikin baper, sial.

Yang paling berkesan buat saya sih ketika ditanya kenapa menampilkan kesenian Kalimantan. Saat itu, saya cerita tentang pertemuan dengan Komunitas Pelangi di Paser sebelum pamitan balik ke Jakarta.

Temen-temen Komunitas Pelangi bilang, mereka terinspirasi oleh Pengajar Muda yang rela jauh-jauh ke Paser buat membangun daerah mereka. Saya tertohok dan bilang, "justru kalian local hero yang sebenarnya".

Saat itu saya sadar, saya belum kasih kontribusi apa pun sama daerah sendiri. Coy, ngapain aja lo selama ini sampai nggak tahu kebudayaan Banten sama sekali? Malah lebih tau budaya Paser.

Di malam itu, ingat momen-momen di Paser, saya menangis. Kesel sih, tengsin nangis di depan alumni. Sedih juga, soalnya dipancing-pancing jadi kangen banget sama Paser. Ditambah lagi, beberapa hari kurang tidur, kadar sensitivitas meningkat berkali-kali lipat. Ngomong udah kayak orang mabok, baru sadar pas besoknya. Ah elah, Del!

Tapi terlepas dari kelepasan nangis, saya akui, salah satu momen favorit saya adalah ngobrol mendalam saat wawancara yang baru kelar jam 4 pagi itu. Momen 'mabok' yang mungkin malu-maluin, tapi bikin sadar bahwa human will always be humane.

Hari Keempat Seleksi Provinsi Banten

Setelah tidur cuma 1 jam, kami diminta menunggu pengumuman. Untuk mengisi waktu, kami main-main di pantai dan sisanya dipakai untuk... tidur lagi! Mayan lah nambah 1-2 jam colongan tidur. Saat itu, walaupun saya pengennya sih lolos, tapi jujur, udah nggak terlalu peduli lagi.

Buat saya, proses menuju seleksi itulah yang paling penting. Apa pun hasilnya, saya bisa bilang saya udah melakukan yang terbaik. That's it. Dan hasilnya memang saya masuk sebagai cadangan. Fair enough. Teman saya yang lagi berjuang lulus dari kedokteran lah yang terpilih.

Tapi setelah ini, kalau ternyata masih ada peluang, saya sih mau coba lagi. Wish me luck :D

No comments:

Powered by Blogger.