Posts

Showing posts from July, 2016

Anies Pamit (part 2)

Image
Seharusnya, H+1 reshuffle saya sudah nggak perlu datang ke kantor. Tapi barang-barang saya beberapa masih tertinggal. Lagipula, ada pertemuan dengan Production House yang akan presentasi video untuk tayang di bioskop (SOON! Hehe).

13.00 WIB

credit: @kawanakhdyan
Berhubung Rabu lalu Pak Anies selesai menjabat, jadi beliau sudah nggak bisa pakai lagi ruang menteri. Makanya, beliau pindah 'markas' sementara di ruang Stafsus.
Mumpung seruangan sama Pak Anies, tercetus ide spontan. Modal muka badak, saya buka percakapan. "Pak, berkenan nggak untuk tulis sedikit thank you notes buat relawan dan semua pihak yang udah bantu di HPS (Hari Pertama Sekolah) kemarin?"
Tanpa jeda berpikir, beliau mengangguk. "Ini ada pulpen warna hitam dan biru. Mau yang mana pak? Warna merah kuning hijau juga ada. Pokoknya siap semua warna" Masih kaget dengan Pak Anies yang begitu saja mengiyakan request, saya nyerocos sambil menyodorkan selembar kertas kosong dan dua buah pulpen.
Belia…

Anies Pamit (part 1)

Image
"Terus berjuang ya pak"

Campur aduk, hanya sepatah kata itu yang bisa keluar dari mulut saya. Sambil tersenyum ramah seperti biasanya, dengan tenang beliau merespon, "ohya harus. Perjalanan kita masih panjang"
Anies Rasyid Baswedan. Sosok yang santun dan bersahaja ini kemarin baru saja selesai menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.
07.30 WIB
Saya bangun kesiangan. Buka Whatsapp, banyak pesan yang masuk. Tapi kali ini, ada yang beda. Banyak yang bertanya isu reshuffle. 3 bulan yang lalu sebelum saya bergabung di Kementerian, isu reshuffle kencang berhembus, tapi tidak kejadian. Makanya, saya tenang saja.
Ah, isu lagi, pikir saya. Malah, saya sempat becanda, mungkin reshuffle ini pengalihan isu aturan plat nomer ganjil-genap di Jakarta.
Lalu pagi itu, saya mengirim pesan pada atasan saya "mas, ada isu reshuffle lagi?" Dan dijawab dengan emoticon senyum. "Nanti kita ngobrol di kantor"
Eh?!
09.30 WIB
Saya sampai kantor. Mata dan jempol…

Tentang "Kapan Kawin?"

Lebaran ini saya 'disidang' 2 keluarga besar dengan pertanyaan "kapan kawin?" Yasudahlah, memang nggak bisa menghindar, kan?

Saya sebetulnya santai, tapi lama-lama lelah juga akan tatapan aneh orang-orang saat saya bilang "aduuuh ribet. Nanti aja". Saya pun susah menjelaskan bahwa saya 'nggak mau dicariin, males nyari, dan yakin nanti juga ketemu'.

Akhirnya, saya sekalian menjabarkan:

Saya nggak mau pesta besar tapi undangannya banyak yang nggak saya kenal.Saya nggak mau keluar duit banyak cuma buat resepsi yang melelahkan di gedung.Saya nggak mau pakai adat.Saya malas meladeni permintaan gabungan 4 keluarga besar. Keluarga besar papa-mama aja udah pasti banyak maunya. Kalau harus meladeni juga permintaan camer........ :|Daripada ribet, saya mending sekalian nikah sama bule. Atau orang Indonesia yang keluarganya asik, punya pemikiran terbuka soal nikah itu tentang ikatan 2 manusia, bukan urusan beberapa kelompok besar keluarga.Saya mau pakai gaun. Ke…

Sukses Itu Proses (part 2)

Image
5. Push
Teman saya --sebut saja Bayu-- pernah bilang, mungkin life traps saya adalah unrelenting standard. Hah? Apa itu life traps? Apa itu unrelenting standard?
Singkatnya, life traps merupakan 'jebakan' di masa kecil hasil didikan orang tua yang terbawa sampai dewasa. Life traps ini dipandang sebagai sebuah masalah, makanya harus diatasi.
Sementara itu, unrelenting standard adalah salah satu bentuk life traps di mana seseorang dituntut dengan standar tinggi di masa kecil, sehingga ia tumbuh menjadi orang dewasa yang nggak pernah puas.

Bayu bilang, saya yang workaholic, ambisius, dan perfeksionis ini masuk kategori unrelenting standard. Bukan tanpa alasan sebetulnya dia bilang gitu, soalnya saya memang sering banget ngomongin kerjaan. Suka aja bahas berjam-jam, bahkan dalam pertemuan kasual.

Saya sendiri sih nggak merasa saya workaholic. Cuma workafrolic. Hahaha. Makanya, saya bergidik nggak nyaman dengan judgement itu, lalu protes ke Bayu.

Dia bilang, selama kita nggak ngera…

Sukses Itu Proses (part 1)

Sukses itu proses. Yaelah. Klasik.

Jadi begini. Selama libur lebaran ini, saya lagi seneng-senengnya nonton video Ted X dan "Satu Jam Bersama"-nya RTV. Tanpa saya sadar, saya sedang mempelajari bagaimana pemimpin bertindak, juga bagaimana speakers Ted X membocorkan rahasia pemimpin sukses.

Tanpa sadar? Ah masa? Iya, saya nggak berintensi untuk mencari tips sukses. Random aja. Sesuatu yang belakangan langka saya lakukan padahal dulu tiap saat me-random.
Ada satu video Ted X yang menjadi penghubung antara refleksi dan teori, judulnya "8 Secrets of Success" dengan keynote speaker bernama Richard St. John. Setelah 500 interview selama 7 tahun, ia meramu apa yang menjadi kunci sukses.
Berhubung ini judulnya "Sukses Itu Proses", jadi saya mau refleksi aja proses menuju sukses (aamiin). Mungkin ini akan jadi post yang panjang, yang sebetulnya tujuannya bukan buat dibaca orang lain, tapi buat saya baca lagi di kemudian hari.
1. Passion
Kali terakhir saya bahas pas…