Sukses Itu Proses (part 1)

Sukses itu proses. Yaelah. Klasik.

Jadi begini. Selama libur lebaran ini, saya lagi seneng-senengnya nonton video Ted X dan "Satu Jam Bersama"-nya RTV. Tanpa saya sadar, saya sedang mempelajari bagaimana pemimpin bertindak, juga bagaimana speakers Ted X membocorkan rahasia pemimpin sukses.

Tanpa sadar? Ah masa? Iya, saya nggak berintensi untuk mencari tips sukses. Random aja. Sesuatu yang belakangan langka saya lakukan padahal dulu tiap saat me-random.

Ada satu video Ted X yang menjadi penghubung antara refleksi dan teori, judulnya "8 Secrets of Success" dengan keynote speaker bernama Richard St. John. Setelah 500 interview selama 7 tahun, ia meramu apa yang menjadi kunci sukses.

Berhubung ini judulnya "Sukses Itu Proses", jadi saya mau refleksi aja proses menuju sukses (aamiin). Mungkin ini akan jadi post yang panjang, yang sebetulnya tujuannya bukan buat dibaca orang lain, tapi buat saya baca lagi di kemudian hari.

1. Passion

Kali terakhir saya bahas passion adalah ketika OPP. Saya bilang, saya nggak tau apa passion apa. Saya nggak tau secara spesifik saya mau ke mana. Yang saya tau, saya ingin berkarir di tempat di mana saya mengelilingi dan dikelilingi orang-orang keren. Seperti lagunya One Direction:

"You don't know you're beautiful. That's what makes you beautiful"

Sama halnya dengan orang keren. Mungkin kalau dipuji, mereka akan dengan rendah hati bilang "ini memang tugas saya kok" kayak beberapa tokoh seperti Anies Baswedan, Jokowi, Ridwan Kamil yang saya tonton dalam "Satu Jam Bersama"-nya RTV.

Satu kesamaan, mereka semua konkrit. Mereka nggak mencari passion, tapi memilih passion dan segera action. Mereka nggak tau mereka keren. Mungkin nggak peduli keren-kerenan. Padahal, itulah yang bikin mereka keren.

2. Work

Kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, kerja tuntas -Ridwan Kamil

Kerja kerja kerja -Jokowi

Kerjaku, kerjamu, kerja kita -Madah Bahana in Concert 2

Berdaya karena bekerja -Indonesia Mengajar

"Kerja" sebagai kata kunci dari tokoh yang saya amati serta organisasi yang pernah saya ikuti. Tokoh yang memberi bukti. Organisasi yang lebih mementingkan aksi ketimbang menghabiskan waktu untuk diskusi kosong tanpa solusi.

3. Good

"Be so good they can't ignore you" -Steve Martin

Satu hal, saya cuma ingin saya menyelesaikan dengan baik apa yang saya kerjakan. Beruntung, pekerjaan saya sekarang membuka peluang untuk saya punya banyak mentor. Sampai saya suka diledek "Del, bos lo yang mana sih?" Biasanya saya suka menyahut asal, "yang mana aja boleh" Haha.

Buat saya, nggak masalah sih 'ngekor' sana-sini. Jadi, ketika saya bingung, butuh masukan dan arahan, ada mereka dengan senang hati saya 'recokin', bahkan tengah malam atau saat libur lebaran sekalipun. Maaf ya mas, pak, mbak, bu, hehehe.

Mereka merespon dengan baik apa yang saya tanya. Mereka membiarkan saya berbuat kesalahan, sadar sendiri, dan berusaha memperbaiki. Mereka betul-betul kasih saya ruang gerak yang luas buat eksplorasi ini-itu.

I feel like a kid one more time, supervised by cool adults that allow me to play to learn something. In return, I contribute by being better day by day.

4. Focus

Kayanya sih ini udah berkali-kali saya tulis. Saya 'tersiksa' ketika cuma harus fokus pada satu hal. Lebih suka berpindah fokus untuk mengerjakan hal-hal baru, eksplorasi banyak sudut pandang, dan mencoba beragam bidang.

Dulu, saya suka merasa insecure menjadi "jack of all trades, master of none". Tapi setelah bolak-balik refleksi, introspeksi, dan evaluasi diri, juga di-aamiin-i video Ted X berjudul "Why Some of Us Don't Have One True Calling" oleh Emilie Wapnick, saya jadi lega. Saya nggak sendirian.

Well maybe my focus is being jack of all trades. Perhaps, mastering some. Aamiin.

No comments:

Powered by Blogger.