Thursday, September 1, 2016

Connecting the Dots, Understanding the Odds

0 comments
Di suatu sore, saya berbincang santai-serius dengan Pak Hikmat Hardono. Berangkat dari satu pertanyaan yang menggantung sejak Mei lalu terkait sejauh apa peran pelibatan publik dalam membantu negara, saya beberapa kali kontak Pak HH untuk ajak diskusi.

Tapi barangkali karena tengah berenang-renang di lautan kesibukan, baru sempat ngobrol paska reshuffle. Telat? Well........ better than nothing, yes?

Pak HH menggambar sebuah skema dan menjelaskan pada saya. "Sederhananya kira-kira begini. Kita punya pemerintah, kita punya society. Untuk mencapai sebuah tujuan, publik membantu pemerintah agar kebijakan bisa efektif. Sementara dalam society, mereka mengorganisir diri sendiri."

Saya mulai mencerna dan mencatat.

"Kemarin, kita bekerja di dalam pemerintahan, memang sudah seharusnya melibatkan publik. Karena ada kebijakan dan anggarannya. Sekarang, kita ada di luar, mari kembali bekerja sesuai porsi masing-masing. Memang berbeda caranya."

Pikiran saya melompat acak pada berbagai 'momen gemes' di mana banyak pihak keren yang kerja sendiri-sendiri. Padahal pasti ada cara buat saling terhubung.

"Pak, mungkin nggak ya, kita terlalu sibuk bekerja, lupa bahwa kita bisa bekerja sama? Interaksi? Padahal, tujuannya sama. Tapi entah kenapa kayak nggak ketemu celah kolaborasinya. Padahal kan bisa duduk bareng, diskusi cari solusi."

"Permasalahannya, kita butuh lebih banyak orang yang bekerja. Kita nggak bisa memaksakan semua seragam. Kalau terus-terusan diskusi, kapan kerjanya? Kredibilitas seseorang akan terlihat ketika seseorang bekerja. Jadi, biarkan interaksi itu terbangun dari hasil kerja."

Saya diam dengan dahi berkerut-kerut. Masih gagal paham. Pak HH yang sepertinya bisa membaca kebingungan saya pun menutup diskusi sore itu dengan kalimat singkat, "kalau kamu jalani, nanti pelan-pelan pasti akan ngerti."

Dear Sir, what actually really bothers me is that most of times, we're too busy making dots that we forget to connect the dots. That most of times, we're too busy avoiding the odds that we forget to understand the odds. Why we pretend we're fine with this status quo?

How to not only adjust and adapt, but also connect the dots and understand the odds? How to play what role? How to awaken people that the whole is greater than the sum of its parts?

Well, should I remain those questions unanswered or like Pak HH said 'just do things you do and later on, you'll find out'?