More Than Votes (part 1)


"Lo pilih nggak penting tapi lo suka atau penting walaupun lo nggak suka?"

Di sebuah kesempatan, saya pernah mengajukan pertanyaan ini pada kurang lebih 500 orang dan menyeleksi jawaban mereka. Nggak ada jawaban benar-salah. Saya hanya ingin tahu alasan pilihan mereka, tanpa menduga bahwa saya dihadapkan oleh pertanyaan saya sendiri.

Terjun membantu kampanye dalam Pilkada DKI, saya memilih melakukan hal yang penting walaupun saya nggak suka. Iya, saya ngaku saya nggak suka politik.

Saat itu, saya sebetulnya masih mengerjakan sebuah proyek Limitless Campus (LC), sebuah wadah yang kalau istilah Rene Suhardono "reimagine education". Kalau diminta menjelaskan apa itu LC, saya juga sebetulnya masih bingung, haha.

Tapi kira-kira gambarannya gini:

"Kalau lo dikasih kesempatan untuk melakukan hal yang penting dan lo suka, apa yang akan lo lakukan?" Buat saya, LC adalah jawabannya.

Makanya, mengiyakan terlibat kampanye itu sebetulnya resiko yang agak gila. Tapi ya mungkin saya memang perlu cek kewarasan :))

Saya hanya berpikir sederhana. Sebagai komuter, saya mau berangkat ke Jakarta dengan nyaman dan pulang dengan aman. Dan sebagai warga luar DKI, suara saya mungkin bisa diwakilkan oleh mereka yang punya hak pilih, tapi kontribusi saya nggak.

Well, win or lose, I can say proudly:
"At least I've done something"

Perjalanan Pilkada Jakarta ini ibarat naik roller coater tanpa safety belt. Adrenalin plus plus. Harus selalu siap menghadapi hal-hal tak terduga.

Termasuk patah hati.

Mungkin buat orang-orang yang 'T banget' (T = thinking, salah satu dimensi kepribadian menurut tes MBTI), saya bisa dibilang super lebay.

Saya patah hati saat tau bahwa ternyata orang bisa balik kanan begitu saja.

Saya patah hati saat tau bahwa berseberangan pilihan tak bisa selesai lewat diskusi.

Saya patah hati saat orang yang saya pikir berpikiran terbuka, ternyata memilih untuk nggak mau tau. Intinya, saya patah hati karena merasa tidak dipercaya.

Honestly, distrust issue really breaks my heart. Lebay kan? Emang -_-

(bersambung)

No comments:

Powered by Blogger.