Inner Peace

Beberapa hari yang lalu, kaki kanan saya bengkak tanpa sebab dan nyeri seharian. Untung hari Minggu, jadi nggak masalah guling-guling kesakitan di rumah, ribut cari cara menghilangkan nyeri --yang mana yang paling ampuh adalah tidur.

Rasanya seperti De Javu, kurang lebih mirip tulisan ini. Lagi-lagi, masalah kaki.

Di hari Senin, akhirnya saya cek juga ke dokter. Karena masih nyut-nyutan, mau nggak mau pakai kursi roda. Saya sebetulnya benci banget ketemu benda ginian lagi. Mengingatkan pada masa struggle lahir batin waktu patah kaki 6 tahun yang lalu -_-

Ketika itu, yang patah bukan cuma kaki, tapi patah asa juga. Lebay banget deh pokoknya, soalnya saya jadi batal ikut volunteer acara Jember Fashion Carnaval, batal pentas Jazz Dance, juga batal ikutan Madah Bahana in Concert.

Bahkan, selamanya harus mengubur ambisi jadi pramugari Garuda karena salah satu persyaratannya ya kulit harus muluuusss.. tanpa cacat (bekas luka, bekas jahitan, keloid, dsb).

Tapi tadi, saat saya kelupaan daftar 2 kegiatan penting yang deadline nya hari ini, saya malah takjub sama respon sendiri.

Jujur, saya sebetulnya super cemas ini kenapa. Patah bukan, keseleo bukan, kepentok bukan, pokoknya nggak ada angin nggak ada hujan, tiba-tiba bengkak dan nyeri. Makanya bisa sampai skip banget daftar sesuatu. Hiks.

Cuma alih-alih menyesal, saya kaget bisa sedemikian bersyukur. Barangkali, nggak mendapatkan apa yang saya inginkan adalah berkah tersendiri. Kenapa? Karena terhindar dari sifat serakah, mau mengerjakan ini-itu, banyak hal dalam satu waktu. Kalau saya jadi daftar, mungkin akan makin bercabang fokusnya.

Di situ kadang saya merasa... I finally find my inner peace :)

2 comments:

Shanti said...

wow!
kagum dan bahagia bgt gw baca ini..
ikut damai bacanya :)

alhamdulillah hari ini datang juga..

fidella anandhita savitri said...

Hehehe :D

Powered by Blogger.